MALANG POST – Kiper asing Arema FC, Lucas Frigeri, tampil fenomenal dengan mencatatkan 12 penyelamatan krusial, saat menahan imbang Persib Bandung tanpa gol, di pekan ke-29 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam.
Selain performa heroik Frigeri yang dinobatkan sebagai Player of the Match, laga klasik ini diwarnai momen indah kemesraan ribuan Aremania, yang duduk satu tribune dengan suporter Persib, Bobotoh dan Viking, dalam suasana damai.
Lucas Frigeri benar-benar menjadi tokoh antagonis bagi ambisi tuan rumah. Kiper asal Brasil berusia 36 tahun itu, menjadi aktor utama yang mematahkan rekor kemenangan beruntun (win streak) Persib di laga kandang mereka. Sepanjang 2×45 menit, Frigeri menunjukkan kelasnya dengan aksi double hingga triple save yang membuat barisan penyerang Maung Bandung frustrasi.
Kunci Sukses: Kerja Keras Tanpa Henti
Usai laga, Frigeri yang tampak emosional menyatakan bahwa keberhasilannya menjaga gawang Singo Edan tetap perawan (clean sheet) adalah buah dari dedikasi tinggi di sesi latihan. Baginya, tidak ada jalan pintas untuk menjadi kiper hebat selain bekerja melampaui batas.
“Kunci dari semua ini adalah kerja keras. Tidak ada alternatif lain. Bekerja, bekerja, dan banyak pekerjaan dalam kehidupan seorang penjaga gawang. Saya tidak punya pilihan lain,” tegas kiper yang mencatatkan tiga kali clean sheet beruntun ini.

CLEAN SHEET pada laga melawan Persib, menjadi yang ketiga berturutan didapatkan Lucas Frigeri. (Foto: Instagram @lugasfrigeri01)
Ia mengaku sangat senang bisa membantu tim mencuri poin di kandang lawan yang terkenal angker bagi tim tamu. “Keberhasilan ini memberi banyak kepercayaan diri bagi saya. Tapi saya juga mengucapkan selamat kepada seluruh tim. Semua orang berjuang dan membantu saya hingga akhir,” imbuhnya.
Atmosfer Indah Aremania dan Bobotoh
Di luar teknis pertandingan, Frigeri mengaku takjub dengan pemandangan di tribune stadion. Ribuan Aremania yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air disambut hangat oleh suporter Persib. Keduanya berbagi ruang, bernyanyi bersama, dan menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam mendukung tim kebanggaan masing-masing.
“Sungguh atmosfer yang luar biasa, selamat untuk para fans. Suasana yang sangat indah dari suporter Persib maupun Arema yang datang dalam jumlah besar. Para pendukung Persib memberi contoh bagaimana menjadi tuan rumah yang baik, dan Aremania menunjukkan diri sebagai tamu yang sopan,” puji Frigeri.
Momen satu tribune ini menjadi oase di tengah ketatnya persaingan kompetisi. Frigeri merasa dukungan luar biasa dari Aremania yang hadir langsung di Bandung menjadi tambahan motivasi bagi para pemain Arema FC untuk tampil habis-habisan.
Fokus Menatap Derby Jatim Lawan Persebaya
Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Arema FC untuk menatap laga selanjutnya yang tak kalah panas. Singo Edan dijadwalkan akan melakoni laga bertajuk Derby Jawa Timur melawan rival abadi mereka, Persebaya Surabaya.
“Semua orang sekarang mencari motivasi. Setelah ini, kami memiliki pertandingan yang sangat penting, laga klasik melawan Persebaya. Yang terpenting adalah terus kerja keras dan tetap fokus agar kami dapat memberikan yang terbaik untuk suporter,” pungkas pemain bertinggi 194 cm tersebut. (Ra Indrata/mp)




