DUEL: Gustavo Franca dan Eliano Reijnders, tampak berebut bola dalam laga pekan ke-30 Super League di Stadion GBLA. Persib vs Arema FC berakhir tanpa gol. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Sudah 15 kali Persib Bandung menjamu kontestan Super League 2025/2026, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Tapi hanya Arema FC, tim tamu yang tidak bisa dijebol gawangnya.
Menjadikan skuadra Singo Edan, mampu menghentikan rekor fantastis Persib Bandung. Tim yang selalu menang di laga kandang dalam 14 laga beruntun.
Kunci sukses Arema FC untuk menahan imbang Persib, di pekan ke-30 pada Jumat (25/4/2026) malam, adalah disiplin. Ditambah Lucas Frigeri yang bermain on top performance di bawah mistar gawang.
Paling tidak, kiper 37 tahun asal Brasil ini, melakukan delapan kali penyelamatan krusial. Menjadikan pemain-pemain Persib terlihat frustasi. Berbagai metode serangan sudah dilakukan, tapi tak juga mampu menjebol gawang Arema FC.
Padahal hingga menit ke-70, pelatih Persib Bojan Hodak, sudah memainkan 10 pemain asing plus naturalisasi. Hanya menyisakan satu slot pemain lokal di bawah mistar gawang, Fitrah Maulana. Sekaligus mengisi jatah wajib memainkan pemain U-23.
Selebihnya ada tujuh pemain asing diturunkan. Mereka adalah Luciano Guaycochea, Patricio Martin Matricardi, Frans Dhia Jirjis Putros, Andrew Patrick Jung, Federico Barba, Uilliam Barros Pereira (Barros) dan Rosembergne Da Silva. Plus tiga naturalisasi, Eliano Johannes Reijnders, Marc Anthony Klok dan Thom Jan Marinus Haye.
Nyatanya benteng Arema FC benar-benar tangguh. Julian Guevara, Betinho, Hansamu Yama hingga Matheus Blade, tampil cukup kokoh. Ditunjang dua bek sayap Rio Fahmi dan sang kapten, Johan Alfarizi.
Bojak Hodak pun sampai kehilangan akal. Meski memasukkan pemain-pemain yang memiliki kecepatan seperti Beckham Putra. Plus Robi Darwis dengan lemparan jauh yang berbahaya. Tetap saja tidak mampu memberikan pembeda.
Catatan statistik juga menggambarkan kerasnya tekanan Persib dan kuatnya pertahanan Arema. Tuan rumah penguasaan bolanya mencapai 65 persen. Melakukan 29 kali tembakan, dengan 12 kali tepat ke arah gawang.
Bandingkan dengan Arema, yang hanya mengandalkan counter attack, hingga Cuma 35 persen penguasaan bolanya. Melakukan enam kali tembakan dan hanya satu yang mengarah ke gawang.
Wajar jika peluit panjang ditiup Wasit Candra, disambut dengan kegembiraan oleh Johan Alfarizi dan kawan-kawan. Anak asuh Marcos Santos merasa meraih kemenangan di kandang lawan. (Ra Indrata)




