Bantengan dengan pakai helm versi komunitas Gaspol Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Pemkot Malang memberikan penghargaan bagi 10 Perempuan inspiratif 2026. Award diberikan bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini di Ballroom Ijen Suite Resort & Convention Malang, Selasa (21/4/2025).
Yang menarik dari kegiatan yang diadakan oleh Dinsos P3AP2KP Kota Malang ini, seluruh perempuan yang diundang seragam berkebaya corak hitam. Penampilan tari dengan iringan musik Ta Bola Bale oleh komunitas gabungan sosial perempuan ojek online (Gaspol) memukau sampai diikuti ibu-ibu lain. Terlebih penampilan ‘mberot’ dengan helm sebagai barongan bantengan dan ada seorang perempuan yang bawa pecut, bikin ibu-ibu merangsek dan ikut menari bantengan itu.
Penghargaan perempuan inspiratif 2026 diserahkan Walikota Malang, Wahyu Hidayat, Wakil Walikota, Ali Muthohirin, dan Sekkota, Erik Setyo Santoso. Peringatan Hari Kartini 2026 itu memang menjadi momentum refleksi bagi Pemkot Malang untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, sekaligus menuntaskan berbagai persoalan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR).
Walikota Wahyu mengatakan, para perempuan inspiratif itu dinilai telah memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, disabilitas, hingga pelaku usaha mikro.
“Mereka ini luar biasa, tidak kenal lelah, bahkan rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi memperjuangkan masyarakat,” ungkap Wahyu.
Dia mengakui masih banyak perempuan yang belum tersentuh program pemberdayaan secara optimal. Namun, Pemkot Malang akan terus melakukan pemberdayaan dan pendampingan untuk meningkatkan peran perempuan di tengah masyarakat. “Masih banyak yang punya kemampuan, tetapi belum kami fasilitasi dengan baik. Ini menjadi PR kita bersama,” kata Wahyu.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh perempuan, terutama yang memiliki keterbatasan, dapat diberdayakan secara maksimal. Ini sejalan dengan tema peringatan Hari Kartini 2026. Yaitu, ‘Perempuan Berjaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju’. Tema itu menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.
“Perempuan saat ini sudah membuktikan bahwa mereka mampu berkontribusi besar untuk kemajuan,” katanya.
Wahyu Hidayat mengatakan, semangat perjuangan R.A. Kartini masih relevan hingga saat ini dan terus menginspirasi perempuan untuk berperan aktif di berbagai sektor. “Semangat perjuangan Ibu Kartini terus menginspirasi. Laki-laki yang sukses juga tidak lepas dari peran perempuan di belakangnya,” ujarnya.
Sebanyak 10 perempuan yang menerima penghargaan itu dinilai berdedikasi kepada masyarakat Kota Malang. Ia menilai kegiatan apresiasi perempuan inspiratif menjadi ruang penting untuk menunjukkan bahwa peran perempuan di Kota Malang semakin dihargai dan layak mendapatkan tempat.
“Ini menunjukkan perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Wahyu Hidayat menyebut, perempuan saat ini telah mengambil peran strategis di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga sosial. Bahkan, banyak di antaranya yang aktif memberdayakan komunitas dan membawa perubahan positif. “Perempuan tidak hanya mengambil peran, tetapi juga menginspirasi,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjadi perempuan inspiratif bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keteguhan, keberanian, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. “Menjadi perempuan inspiratif butuh perjuangan dan keteguhan,” ujarnya.
Wahyu juga mengajak seluruh perempuan di Kota Malang untuk terus meningkatkan kontribusi dan tidak ragu mengambil peran di tengah masyarakat. “Jangan takut belajar dan mengambil peran. Ketika perempuan diberi ruang, dampaknya akan luas bagi masyarakat,” katanya.
Pemkot Malang, lanjutnya, akan terus membuka ruang dan kesempatan bagi perempuan agar dapat menjadi penggerak perubahan di berbagai sektor. “Kita dorong perempuan sebagai motor perubahan untuk kemajuan Kota Malang,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan yang diberikan kepada perempuan inspiratif dapat menjadi penyemangat bagi perempuan lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi.
Kepala Dinsos P3AP2KP Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan, pemberian penghargaan ini merupakan amanat regulasi. Termasuk kebijakan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
“Ini merupakan amanat undang-undang dan peraturan kementerian, bahwa pemerintah daerah diminta memberikan penghargaan kepada perempuan yang berdedikasi dalam pembangunan,” ujarnya.
Penghargaan itu diberikan kepada perempuan yang berkontribusi di berbagai bidang, seperti ketahanan keluarga, disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan sosial. “Mereka yang dinilai punya kontribusi nyata dalam pendampingan masyarakat dan penanganan masalah sosial,” jelasnya.
Salah satu penerima penghargaan adalah Lamini, pengemudi Ojol yang aktif menggerakkan komunitas perempuan Gaspol.
Menurut Donny, Lamini tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak perempuan lain untuk bangkit melalui komunitas itu. “Dia aktif merekrut anggota dan menggerakkan komunitas Gaspol untuk pemberdayaan perempuan,” ujar Donny.
Gaspol beranggotakan para perempuan pekerja ojol. Tujuan utamanya adalah mendorong anggotanya beralih ke usaha mandiri agar tidak terus bergantung pada pekerjaan di jalanan.
Dalam mendukung program itu, Dinsos memberikan berbagai fasilitas, mulai dari pelatihan keterampilan hingga pendampingan usaha. “Kami memfasilitasi pertemuan rutin setiap bulan, lalu memberikan pelatihan agar mereka punya keterampilan untuk usaha,” jelas Donny.
Selain itu, anggota yang telah memiliki usaha juga diarahkan untuk mendapatkan dukungan lanjutan dari dinas terkait, seperti perizinan dan pengemasan produk.
“Kalau sudah punya usaha, kami arahkan ke Dinas Koperasi dan Perdagangan untuk pengembangan, seperti perizinan dan pengemasan,” jelasnya. (Eka Nurcahyo)




