MALANG POST – Lapangan apel Mapolres Batu mendadak khidmat, Rabu pagi, 3 Juni 2026. Di bawah sorot matahari pagi kota dingin ini, sebuah gerbong besar bergerak. Gerbong penyegaran organisasi. Sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan kapolsek jajaran resmi berganti baju lewat upacara serah terima jabatan (sertijab).
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto.
Ini adalah eksekusi nyata dari Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 yang diteken 19 Mei lalu.
Bagi Aris Purwanto, mutasi di tubuh Polri itu hal biasa. Biasa sekali. Seperti air mengalir.
“Mutasi ini bagian dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kinerja institusi,” ujarnya tegas.
Namun, Aris menitipkan pesan khusus yang berat. Mengapa? Karena mengurus keamanan di Kota Batu itu beda dibanding daerah lain di Jawa Timur.
Batu adalah kota wisata. Magnetnya luar biasa. Setiap tahun, jutaan wisatawan datang menumpuk di sini.

SERTIJAB: Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto saat memimpin sertijab sejumlah PJU di lingkungan Polres Batu, ia meminta pejabat baru cepat beradaptasi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Jalanannya padat. Tempat hiburannya penuh. Maka, urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak boleh ada jeda kosong.
Pejabat baru tidak boleh beralasan butuh waktu untuk beradaptasi. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai.
“Pesan saya kepada pejabat baru, segera lakukan adaptasi dan akselerasi pelaksanaan tugas. Wilayah Kota Batu menuntut kesigapan yang tinggi,” pinta Aris.
Sinergi dengan Pemkot, TNI, dan tokoh masyarakat harus langsung klik di hari pertama kerja.
Dari Urusan Jantung Polres hingga Modus Siber
Mari kita bedah siapa saja yang bergeser dalam gerbong kali ini.
Posisi penjaga “jantung” SDM Polres Batu kini beralih. Kompol Mustakim menyerahkan jabatannya kepada Kompol Suwarno. Mustakim bergeser menjadi Kapolsek Bululawang di Polres Malang. Sementara Suwarno datang dari Polsek Gadingrejo, Pasuruan Kota.
Lalu di sektor jalan raya. Kasatlantas AKP Kevin Ibrahim, kini mendapat promosi menjadi Kapolsek Dampit, Polres Malang. Penggantinya adalah AKP Matheus Jaka Iswantara. Jaka bukan orang sembarangan urusan jalanan, dia sebelumnya mengawal tol di Kanit VIII Tol Suramadu dan Madura Sat PJR Ditlantas Polda Jatim.
Nah, ini yang paling seru: posisi pemburu kriminal. Tongkat komando Satreskrim Polres Batu berpindah tangan.
AKP Joko Suprianto resmi pamit. Dia mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Solokuro di Polres Lamongan. Penggantinya adalah AKP Zaenal Arifin, mantan Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota.
Sebelum mengemas barang-barangnya dari Batu, Joko sempat berbincang. Wajahnya semringah. Ada rasa bangga yang tidak bisa dia sembunyikan setelah setahun menjaga Batu.
Selama setahun ini, angka kriminalitas di Batu relatif minim. Adem ayem. Tapi Joko emoh jemawa. Dia tidak mau menepuk dada.
“Bukan karena Polres Batu hebat,” kata Joko, rendah hati. “Tetapi karena seluruh lini bekerja sama dengan baik. Mulai dari pemerintah desa, bhabinkamtibmas, sampai polsek jajaran.”
Namun, Joko tidak ingin penerusnya masuk ke ruang kerja yang tanpa tantangan. Ada pekerjaan rumah (PR) besar yang ditinggalkannya di meja kerja Satreskrim.
Batu memang aman dari maling motor atau rampok konvensional. Tapi Batu sedang diintai musuh tak terlihat: penipuan daring. Online scam. Modusnya berkembang biak setiap hari. Mengikuti kecanggihan teknologi.
Celahnya ada pada literasi digital masyarakat. Pelaku siber bergerak cepat memakai modus baru, sementara korban sering kali telat memperbarui informasi.
“Ini tugas masa depan. Saya yakin di bawah kepemimpinan Kasatreskrim yang baru, AKP Zaenal Arifin, edukasi dan penindakan kejahatan digital ini akan semakin maksimal,” tandas Joko, penuh optimisme.
Bukan cuma itu. Di tingkat polsek, pergeseran juga terjadi. Kapolsek Kasembon kini dijabat AKP Sugihartono, menggantikan AKP Daguk Lasetiyo Budi yang naik pangkat menjadi Kasiwas Polres Batu.
Sementara kursi yang ditinggalkan Sugihartono di Polsek Pujon, kini diisi oleh AKP Rudy Hidajanto, mantan jagoan Ditreskrimsus Polda Jatim.
Matahari makin tinggi di atas langit Batu. Upacara selesai. Jabat tangan dilakukan bergantian. Wajah-wajah baru kini resmi memegang kemudi.
Tantangannya jelas: menjaga jutaan wisatawan tetap tersenyum aman, dan memastikan masyarakat Batu tidur nyenyak tanpa takut tertipu di dunia maya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




