MALANG POST – Pemilik nama lengkap Gabriel Silva Costa ini, memang hanya punya dua kali shoot on target. Saat laga Arema vs Persis Solo, di pekan ke-28 Super League musim 2025/2026. Tapi dari dua kesempatan tersebut, semuanya berbuah gol.
Pada akhirnya di laga yang berlangsung Sabtu (18/4/2026) kemarin, pemain yang akrab disapa Gabi ini, menjadi penentu kemenangan 2-0 yang didapat Arema FC.
Tak heran jika di akhir laga, Gabi dinobatkan sebagai man of the match. Karena dua gol yang dicetak menit ke-17 dan ke-53, menjadi pembeda dalam pertandingan yang disaksikan 2.096 penonton tersebut.
Itu adalah ‘tahta’ pemain terbaik kedua yang didapatkan sepanjang 11 kali pertandingan bersama Arema FC. Sebelumnya di pekan ke-21, saat Arema FC mengalahkan Persija, 2-0, pemain kelahiran Rio de Janeiro itu, terpilih sebagai man of the match.
“Pertama saya ingin bersyukur kepada Tuhan, atas dua gol kemenangan tersebut.”
“Saya pikir yang paling penting adalah kemenangan. Dan (dua gol) itu adalah hasil dari pekerjaan saya. Dari komitmen saya untuk memberikan kemenangan bagi klub,” sebut winger berpostur 170 cm tersebut.
Didatangkan dari Terengganu FC Malaysia pada 13 Januari 2026, Gabi sudah terlibat dalam 11 pertanding di putaran kedua. Alias selalu turun sejak pekan ke-18 dengan total 956 menit waktu bermain.
Pemain yang tujuh kali bermain penuh dari 11 kali laga tersebut, sudah mengoleksi empat gol dan satu asis. Serta hanya memperoleh satu kartu kuning.
“Kemenangan di kandang sangat penting. Kami telah mencari kemenangan beruntun dan saya pikir itu sangat penting bagi kami.”
“Apalagi saat ini tim terus berjuang. Terus berkembang, untuk meraih kemenangan lebih banyak,” beber pemain yang punya nilai pasar Rp3,91 miliar tersebut.
Bagi pemain yang punya kemampuan sama hebat untuk dipasang sebagai winger kanan atau kiri tersebut, terus memberikan yang terbaik bagi Arema, sudah menjadi komitmennya.
Gabi juga tidak mempermasalahkan siapa yang bisa mencetak gol. Terpenting adalah, kemenangan tim yang ditentukan dari gol tersebut.
Pemain 29 tahun ini, juga melihat lini pertahanan Arema mulai tertata dengan baik. Terbukti dalam dua laga terakhir, selalu berakhir dengan clean sheet.
“Kami telah berjuang secara defensif yang makin bagus. Komitmen masing-masing (lini) juga sangat penting.”
“Setiap pertandingan, biasanya kami akan mendapat tekanan. Lalu berubah menjadi menekan lewat serangan balik. Kemudian kami kembali bertahan.” “Pola itu bisa kami jaga dengan baik dan kami bisa melakukan sesuai keinginan pelatih. Kami pasti akan melakukan yang lebih baik lagi ke depannya,” tandas pemain kelahiran 8 April 1997 ini. (Ra Indrata)




