MALANG POST – Kebijakan sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026 di Jawa Timur, dengan tes kemampuan akademik (TKA), akan menjadi lebih adil dan kompetitif, dibandingkan kebijakan sebelumnya.
Hal itu disampaikan Dewan Pendidikan Jawa Timur – Dr. RM. Armaya Mangkunegara, SH., MH., saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan Radio City Guide 911 FM, Jumat (17/4/2026).
Katanya, pada kebijakan sebelumnya, yakni dengan penilaian indeks sekolah, justru membuat kesan tidak adil.
“Dengan adanya TKA maka ini, sebagai panggung untuk anak anak merasakan kompetisi itu,” tambahnya.
Meski demikian, Armaya menambahkan, bukan berarti dengan sistem ini konsistensi anak di sekolah sia-sia. Karena sistem penilaiannya untuk TKA 40 persen dan bobot rapot 40 persen.
Sedangkan jalur domisili untuk SPMB 2026 saat ini, masih sebutnya, tetap ada dan masuk pada tahap 1.
“Jalur Domisili tahun 2026 lebih berkualitas. Karena masyarakat yang rumahnya dekat dengan sekolah negeri, punya peluang dengan kuota tertentu. Tapi ada filter disini, untuk murid yang punyai nilai akademik bagus (Raport dan TKA),” papar Armaya.
Dengan begitu, imbuhnya, di sekolah negeri tetap dengan warga sekitar, tapi juga punya komitmen dengan nilai akademik tinggi. Sehingga selaras dengan tema pendidikan Jawa Timur 2026: “Pendidikan Berdampak Untuk menciptakan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global”.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati menyebut, berhubung TKA ini sebagai hal yang baru, pihak sekolah melakukan sosialisasi.
Bahkan sebelumnya, kata Eny, dengan adanya even sekolah, pihaknya sempat mengumpulkan lebih dari seratus siswa siswi SMP/MTS bersama orang tuanya. Serta terbuka bagi siapapun, jika ada yang mau tanya soal SPMB tahun ini.
“Banyak hal baru dalam SPMB tahun ini, termasuk juga tahapan juga tidak seperti 2025. Tahun ini tahap 1 domisili, tahap 2 afirmasi dan tahap 3 nilai akademik,” katanya.
Eny menambahkan, kebijakan tahun ini jauh lebih adil, mengingat tidak seperti sebelumnya ada pertimbangan indeks sekolah yang mempengaruhi point . (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




