MALANG POST – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai menghangat. Meski proses Seleksi Terbuka (Selter) baru saja berlangsung, sejumlah nama sudah ramai diperbincangkan di internal birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.
Persaingan semakin mengerucut setelah sejumlah pejabat senior dipastikan tidak dapat ikut dalam kontestasi tersebut. Penyebabnya, mereka terbentur batas usia yang ditetapkan dalam aturan seleksi.
Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi menegaskan, bahwa ketentuan usia dalam seleksi Sekda tidak bisa ditawar. Dalam aturan yang berlaku, pelamar tidak boleh berusia lebih dari 58 tahun saat pelantikan dilakukan.
“Aturannya jelas. Bahkan yang saat ini berusia 58 tahun saat mendaftar pun tidak diperbolehkan, karena yang dihitung adalah usia saat pelantikan nanti,” tegas Santi, Selasa (14/4/2026).
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan Sekda terpilih memiliki masa kerja yang cukup panjang guna menjaga kesinambungan kebijakan dan stabilitas birokrasi daerah.
Akibat aturan ini, sejumlah pejabat senior yang selama ini dikenal berpengalaman di lingkungan Pemkot Batu dipastikan gugur lebih awal. Di antaranya Zadim Efisiensi, Eko Suhartono, Agoes Machmoedi, Susetya Herawan, Santi Restuningsasi, Eny Rachyuningsih, Heru Yulianto, Ririk Mashuri, hingga Wiwik Nuryati.
Selain batas usia, persyaratan lain yang harus dipenuhi pelamar adalah pengalaman minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setara eselon II B. Persyaratan ini membuat kandidat yang berpeluang maju diperkirakan berasal dari pejabat yang relatif lebih muda namun memiliki rekam jejak di dinas strategis.
Meski pendaftaran seleksi masih dibuka hingga 21 April 2026, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat potensial. Diantaranya seperti Alfi Nurhidayat yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Mohammad Nur Adhim selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah, Dyah Lies Tina yang memimpin DPMPTSP, serta Aditya Prasaja yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan.

PELANTIKAN: Wali Kota Batu, Nurochman saat melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah janji pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Batu beberapa waktu lalu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Nama-nama tersebut dinilai memiliki kombinasi usia yang masih produktif serta pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah (OPD).
Situasi bursa Sekda ini juga mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menilai sosok Sekda yang terpilih nantinya harus memiliki karakter kerja yang cepat dan responsif. Menurutnya, birokrasi Kota Batu membutuhkan pemimpin yang mampu mempercepat pelayanan publik.
“Masyarakat sering mengeluhkan lambatnya urusan administratif di masa lalu. Karena itu Sekda baru harus punya kecepatan dalam menjalankan regulasi agar pelayanan publik bisa maksimal,” ujarnya.
Politisi PKS ini juga mengingatkan agar proses seleksi dijalankan secara independen dan transparan. Tim Panitia Seleksi (Pansel) diharapkan menggunakan indikator penilaian yang jelas dan terukur.
Langkah itu penting untuk menghindari munculnya persepsi negatif maupun dugaan konflik kepentingan di tengah masyarakat.
Meski seleksi ini terbuka bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Jawa Timur, Ludi tidak menampik adanya harapan agar jabatan Sekda tetap diisi oleh pejabat internal Pemkot Batu.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter birokrasi dan kondisi sosial masyarakat Kota Batu menjadi nilai tambah yang sulit dimiliki oleh kandidat dari luar daerah.
“Pemahaman kondisi lokal itu penting. Kami berharap muncul kandidat internal yang benar-benar mumpuni untuk memimpin birokrasi Kota Batu ke depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pj Sekda Kota Batu, Eko Suhartono membeberkan, hingga Jumat (10/4/2026) sore lalu terdapat tiga orang yang sudah login dalam Seleksi Terbuka (Selter) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Kota Batu. Diketahui tiga orang tersebut berasal dari luar Jawa Timur.
“Sampai Jumat (10/4) Pukul 16.00 sore lalu yang dari internal Pemkot Batu belum ada yang mendaftar, yang dari luar Provinsi Jatim hanya login saja tiga orang,” ujar Eko.
Untuk nama-nama tiga pendaftar dari luar Provinsi Jatim tersebut, Eko belum memberikan keterangan secara detail. Sebab mereka baru login saja atau belum mendaftar. (Ananto Wibowo)




