MALANG POST – Iklim investasi di Kota Batu menunjukkan geliat luar biasa. Sepanjang 2025, nilai investasi yang masuk tercatat melonjak hingga 200 persen atau dua kali lipat. Dari target Rp 1,2 triliun, nilai yang masuk tembus Rp 2,4 triliun. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap Kota Wisata ini.
Wali Kota Batu, Nurochman menyambut capaian itu dengan apresiasi. Namun, ia sekaligus memberi peringatan tegas agar pertumbuhan investasi tidak mengorbankan kepentingan masyarakat lokal maupun kelestarian lingkungan.
“Investasi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan warga. Jangan sampai tinggi di angka, tetapi dampaknya tidak dirasakan masyarakat,” tegas Nurochman, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, ada dua syarat utama yang tidak bisa ditawar dalam setiap realisasi investasi. Pertama, penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. Kedua, seluruh aktivitas usaha wajib patuh terhadap aturan lingkungan.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis memberikan pelayanan perizinan yang prima dan cepat. Namun di sisi lain, pengawasan di lapangan tetap harus ketat.
“Saya minta pelayanan perizinan dipermudah, dipercepat, tetapi pengawasan jangan kendor. Aset lingkungan kita adalah penopang utama Kota Batu. Itu harus dijaga,” ujarnya.

TRANSAKSI: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan transaksi pembelian di Pasar Induk Among Tani, sepanjang 2025 kemarin laju investasi di Kota Batu tembus 200 persen. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sebagai kota berbasis pariwisata dan pertanian, keberlanjutan lingkungan memang menjadi fondasi pembangunan Kota Batu. Karena itu, keseimbangan antara kemudahan investasi dan perlindungan sumber daya alam disebutnya sebagai kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak justru merusak masa depan.
Cak Nur, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa capaian investasi 2025 yang berhasil melampaui target hingga dua kali lipat. Menjadi bukti bahwa Kota Batu semakin dipercaya oleh investor.
“Capaian investasi tahun 2025 sudah membuktikan Kota Batu makin dipercaya. Target yang ditetapkan bisa terlampaui sampai dua kali lipat,” katanya.
Kepercayaan itu, lanjut dia, tidak datang begitu saja. Pemerintah daerah berupaya memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor, baik dari sisi waktu, biaya, maupun persyaratan administrasi.
“Investasi membutuhkan kepastian. Waktu harus jelas, biaya harus transparan, persyaratan tidak boleh berubah-ubah. Tidak boleh dipersulit,” tandasnya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa selama rencana investasi telah sesuai dengan ketentuan, termasuk peruntukan lahan dalam tata ruang, maka proses perizinan harus diproses tanpa hambatan.
“Kalau peruntukan lahannya sudah sesuai, silakan diproses. Lengkapi administrasi dan penuhi syarat. Yang penting ada kepastian,” imbuhnya.
Ia juga mengakui, pada masa sebelumnya sempat muncul persepsi di kalangan investor bahwa pengurusan izin di Kota Batu memakan waktu lama. Bahkan, ada pengalaman investor yang harus menunggu hingga bertahun-tahun untuk menuntaskan perizinan.
“Dulu ada cerita investor mengurus izin sampai bertahun-tahun. Itu menjadi catatan bagi kami. Ke depan, hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” katanya.
Dengan perbaikan sistem pelayanan dan komitmen mempercepat proses, pemerintah berharap arus investasi terus menguat. Namun, arah kebijakan tetap jelas, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengesampingkan kepentingan warga.
Pemkot menargetkan investasi yang masuk benar-benar memberikan efek ganda. Di satu sisi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di sisi lain, membuka lapangan kerja bagi warga lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pertumbuhan ekonomi harus sehat dan berkelanjutan. Investor untung, masyarakat sejahtera, lingkungan tetap terjaga. Itu prinsipnya,” pungkasnya.
Lonjakan investasi 200 persen ini menjadi momentum penting bagi Kota Batu. Tantangannya kini bukan hanya menjaga tren positif tersebut, tetapi memastikan setiap rupiah yang masuk benar-benar memberi nilai tambah bagi kota dan warganya.




