MALANG POST – Program Seribu Sarjana yang digagas Pemkot Batu akhirnya menetapkan 271 mahasiswa sebagai penerima beasiswa penuh tahun ini. Mereka yang lolos akan mendapat pembiayaan penuh uang kuliah tunggal (UKT) di berbagai perguruan tinggi, lengkap dengan skema pendanaan yang telah diatur Pemkot Batu. Tahun ini, proses seleksi dilakukan dalam dua tahap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori menjelaskan, tahap pertama diikuti 284 pelamar dan menghasilkan 213 mahasiswa lolos verifikasi. Tahap kedua dilakukan terhadap 82 pelamar tambahan dan 58 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat.
“Total 175 mahasiswa berprestasi dan 96 mahasiswa masuk kategori kurang mampu,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Bagi penerima dari keluarga kurang mampu, Pemkot Batu juga mengalokasikan uang saku tambahan sebesar Rp250 ribu per bulan. Sementara pembiayaan UKT rata-rata berada di kisaran Rp5–6 juta per semester, dibayarkan maksimal delapan semester. Untuk jurusan tertentu yang membutuhkan biaya lebih besar, Pemkot juga memberi ruang lebih luas.
Contohnya program studi Pendidikan Dokter yang mendapatkan alokasi maksimal Rp10 juta per semester. Dari total penerima, empat mahasiswa tercatat sedang menempuh pendidikan kedokteran. Selebihnya berasal dari jurusan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Batu, seperti pariwisata, perhotelan, akuntansi, hingga pertanian.
Selain mengumumkan jumlah penerima bantuan program tersebut, juga telah dilakukam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Batu dan sejumlah perguruan tinggi. Termasuk perjanjian kerja sama antara Dinas Pendidikan dan fakultas-fakultas terkait.

MoU: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa perguruan tinggi, guna mensukseskan program seribu sarjana. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Wali Kota Batu, Nurochman menambahkan, saat ini sudah ada 14 perguruan tinggi yang resmi bergabung dalam program tersebut. Empat di antaranya merupakan mitra sejak awal, yakni Universitas Terbuka (UT), Universitas Islam Malang (Unisma), Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan Universitas Merdeka Malang (Unmer).
“Hari ini ada tambahan 10 perguruan tinggi yang resmi bermitra dengan kami,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur itu. Daftar kampus mitra baru tersebut antara lain Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), serta Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Menurutnya, kolaborasi itu diharapkan mampu membuka jalan baru bagi lahirnya generasi sarjana Kota Batu yang lebih kompetitif. “Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga agar alumni nanti bisa memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” imbuhnya.
Program Seribu Sarjana tahun ini didanai dari dua sumber. Dari APBD 2026 sebesar Rp1,1 miliar dan dukungan corporate social responsibility (CSR) Bank Jatim senilai Rp200 juta. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1,3 miliar.
Para penerima akan segera menerima SK resmi bulan ini, sehingga seluruh pembiayaan sudah bisa langsung berjalan pada semester baru mendatang. Cak Nur menegaskan tahun depan anggaran program ini akan kembali ditingkatkan.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh penerima untuk menjaga komitmen dan menyelesaikan studi tepat waktu. “Supaya kuota penerima bisa terus bergulir dan semakin banyak warga Kota Batu yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




