Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

RPS Mata Kuliah Implementatif Selaraskan Kurikulum dan Okupasi Indonesia

Proses pendampingan penyusunan RPS Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Berbasis Peta Okupasi Program Studi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya.

Malang Post – Program Studi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya menyelenggarakan Pendampingan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Merdeka Belajar – Kampus Merdeka Berbasis Peta Okupasi, Selasa (12/10/2021). 

Disampaikan Koordinator Aktivitas 4 PKKM Prof Ir Arifin Noor Sugiharto M.Sc., Ph.D, bahwa RPS yang dibuat di kegiatan ini untuk Mata Kuliah Implementatif.

Baca Juga ----------------------------

Mata Kuliah Implementatif ini merupakan pengembangan dari Mata kuliah Reguler yang diselaraskan dengan jabatan di Peta Okupasi. 

Mata kuliah ini, memiliki kurikulum yang akan digunakan mahasiswa untuk magang di pabrik atau intituisi lainnya. Sehingga perlu disesuaikan dengan okupasi- okupasi yang ada di Indonesia. Sebagaimana tercantum di Peta Okupasi yang mencantumkan 441 okupasi di bidang Pertanian. 

Menurut Prof Arifin, mata kuliah implementatif ini, memiliki fungsi mengevalusi mata kuliah reguler. Namun sebaliknya, dengan ada penyelarasan RPS Mata Kuliah Implementatif, bisa melihat ada jabatan-jabatan tertentu yang belum tercantum di peta okupasi.

Sebagai contoh pekerjaan di bidang riset. Menurut Prof Arifin belum dicantumkan secara rinci walau keahlian secara umum seperti berpikir secara analitik sudah ada. 

Narasumber materi pertama, Nur Baladina SP MP mengatakan. Mata kuliah ini sebagai pengontrol mahasiswa selama magang apakah berhasil mencapai kompetensi yang diharapkan kampus.

Mata kuliah ini bisa diambil mahasiswa setelah mahasiswa mengambil mata kuliah reguler. RPS mata kuliah yang saat ini dikerjakan peserta akan dikonversikan ke kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). 

Kurikulum MBKM lebih fokus pada kemampuan kerja yang bisa dicapai dari sebuah mata kuliah.

RPS ini nanti akan disampaikan ke mitra (industri). Agar tempat magang bisa memberikan kesempatan belajar sesuai dengan target mata kuliah.

“Sehingga RPS ini menjadi jembatan kami. Tapi bukan RPS versi kami. Makanya kami adopsi peta okupasi,” ungkapnya. 

Monitoring akan dilakukan dosen pembimbing. Mahasiswa yang tidak mendapatkan kemampuan kerja sebagaimana ditargetkan di RPS bisa melaporkan ke pihak kampus. Sehingga bisa menjadi masukan untuk kedepannya terkait kelanjutan kerjasama dengan mitra terkait. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Penyebab tewasnya Eko Tri Manto (34) warga RT 3 RW 2, Dusun Keliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji yang ditemukan tak bernyawa...

Malang Raya

Malang Post —  Hujan deras Senin (25/10/2021) sore di wilayah Sukun tidak hanya disertai angin kencang. Tapi gemuruh petir dan sambaran kilat. Sekali sambar,...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang, TNI-Polri, SAR Kota Malang, dan instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam. Ini dalam rangka penanggulangan...

Malang Raya

Malang Post –  Warna-warni jembatan Kalilanang di Desa Pandanrejo, Kota Batu mendadak muram pada Senin (25/10/2021). Lantaran di bawah jembatan setinggi 19 meter itu...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Malang, H Sutiaji beserta Istri, Hj Widayati Sutiaji memberikan apresiasi senam Dahlan’s Style. Lantaran Senin (25/10/2021) sehari setelah melakukan senam...

Malang Raya

Malang Post — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Malang mengajak masyarakat agar kembali ke koperasi dan menjauhi pinjaman online, karena membahayakan, Sedangkan koperasi adalah soko...

Pendidikan

Malang Post — Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memberikan Pelatihan HACCP untuk Ahli Gizi Rumah Sakit dan Katering....

Malang Raya

Malang Post –  Efek Bocil (Bocah Cilik). Kata itu sangat tepat menggambarkan situasi pariwisata di Kota Batu saat ini. Pasalnya setelah turun level Pemberlakuan Pembatasan...