Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sarasehan FKUB Kota Malang: Tegaknya Kerukunan dan Kedamaian Negara, Karena Peran Perempuan

Prof DR Hj Diyah Sawitri MM (tengah) bersama Humas FKUB Hj Uzlifah (kanan), saat sarasehan Perempuan Kerukunan Umat Beragama. (istimewa)

Malang Post –  Perempuan itu hebat. Perempuan itu tiang kesuksesan dalam segala hal. Itu disampaikan Prof DR Hj Diyah Sawitri  MM. Dia membeberkan saat sarasehan dan pembentukan Perempuan Kerukunan Umat Beragama. 

Forum yang beranggotakan khusus perempuan ini, merupakan gagasan FKUB Kota Malang. Lantaran perempuan mempunyai peran penting dalam menanamkan kedamaian dan kerukunan pada keluarga. Sebagai basis inti masyarakat.

Baca Juga ----------------------------

Rektor Universitas Gajayana itu menuturkan. Dia sangat mengapresiasi penggunaan kata perempuan. Karena perempuan itu super. Lebih kuat dari laki- laki.

“Perempuan itu sangat kuat. Mampu melakukan tugas laki-laki. Perempuan itu, tiang kesuksesan apapun. Perempuan itu, kunci suksesnya keluarga, masyarakat dan negara“, bebernya.

“Seperti dalam forum ini. Masing-masing punya keyakinan dan agama berbeda. Maka dalam konteks ini, sebelum kita bicara lebih jauh, maka harus dicari tiangnya dulu, yaitu negara. Kita ini satu negara dan mempunyai  Pancasila juga UUD 1945”, ujar Diyah.

Mewujudkan kebersamaan dalam perbedaan agama, bisa dilakukan dengan implementasi falsafah dalam Pancasila. Saat mengamalkan harus saling menghormati, saling menghargai dan saling mengayomi. Diyah melanjutkan. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha  Esa, itu luar biasa. Tidak akan ditemukan di negara lain. Indonesia is different. Inilah yang membedakan, kita punya Pancasila dan UUD 1945.

“Kita harus bangga lahir di Indonesia. Negara yang mempunyai dasar kuat dengan sila pertamanya. Implementasi Pancasula itu saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi  dan saling mengayomi,” jelasnya.

“Kita hidup ini bersama saudara. Maka jangan sampai kita  menyakiti. Karena saudara kita juga akan tersakiti. Kepada mahasiswa saya selalu katakan silakan bicara, silakan bertanya  Tapi harus punya etika. Karena kita harus saling menghormati”, tuturnya saat di hotel Tugu akhir pekan lalu.

Perempuan kelahiran Trenggalek ini, menyampaikan. Jika ada masalah atau konflik, itu hal yang lumrah. Karena pada dasarnya, tiap manusia itu berbeda. Maka, untuk menyelesaikannya perlu dicari sumber permasalahannya darimana.

“Jangan pernah menyakiti dengan kata-kata. Karena ini bisa menghalangi kesuksesan saudara kita. Di era seperti ini, jangan sampai kita menyebarkan informasi, jika informasi itu tidak memiliki sumber yang kuat”, imbuhnya.
Keragaman itu kehendak Tuhan, kata Diyah. Bahwa, Tuhan menghendaki manusia itu beragam, terpotret di  negara Indonesia. Memiliki keragaman suku, etnis, budaya, bahasa dan agama. 

“Nah pengamalan moderasi beragama itu penting. Hakikatnya adalah mengadakan kesadaran secara kolektif. Berdasarkan prinsip agama masing-masing, Pancasila dan UUD 1945”, ulasnya.

Moderasi beragama itu, ada yang harus dicapai dan pelaksanaannya membutuhkan civil society. 

“Disinilah peran perempuan sangat besar. Karena pada hakekatnya perempuan itu selalu menjadi perhatian  keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat luas. Mulai dari kepala sampai bawah. Hingga sepatu yang kita pakai. Intinya, perempuan itu adalah teladan bagi semua“, pungkasnya. (*yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, membuka donasi bagi korban erupsi gunung Semeru. Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, open donasi...

Malang Raya

Malang Post – Vaksinasi di Kota Malang menyasar warga dari berbagai lapisan umur, mulai dari remaja sampai lansia. Contohnya, vaksinasi di Kelurahan Tanjungrejo oleh...

Olahraga

Malang Post — Kompetisi MS Glow For Men Liga 3 Zona Jatim 2021 sudah masuk fase 16 Besar. Sebanyak 16 klub lolos dari fase 32...

News

Malang Post — Seorang sopir rentalan ditemukan tewas, Minggu (5/12/2021) sore, di hutan Balekambang. Sekitar pukul 18.25 WIB, ambulan Sibat Gedangan tiba di halaman ruang...

headline

Kondisi jembatan Gladak Perak setelah diterjang lahar dingin Semeru. (istimewa) Malang Post —  Malang Post – Terang benderang siang itu mendadak gelap gulita seperti malam....

Pendidikan

Malang Post — Jurusan Ekonomi Pembangunan FE Universitas Negeri Malang menggelar Seminar Nasional bertajuk Inovasi Pembelajaran Digital, Selasa (16/11/2021). Dilakukan daring melalui platform Zoom dan terhubung dengan...

Pendidikan

Malang Post — Tax Center Universitas Negeri Malang (UM) telah menyelenggarakan event Workshop Sosialisasi Perpajakan Pada Guru SMA dan SMK di Kota Malang. Pelaksanaan kali...

Malang Raya

Malang Post – Puluhan mahasiswa Universitas Tribuana Tunggadewi dari Fakultas Administrasi Publik melaksanakan kerja bakti, Minggu (5/12). Mereka kerja bakti bersama Babinsa-Bhabinkamtibmas Tlogomas, di...