Connect with us

Hi, what are you looking for?

Dahlan Iskan

Nganjuk

Kunjungan Bupati Nganjuk Ke Kantor Disway beberapa waktu lalu. (foto: disway)

SAYA kaget dan tidak kaget membaca berita ini: Bupati Nganjuk ditangkap KPK. Yang muda, yang ganteng, yang beristri hafal Quran, yang pengusaha, yang ketika jadi calon bupati mengaku tidak membayar mahar, dan seterusnya itu.

Saya kaget karena penangkapan itu kok terkait dengan pungutan jabatan di tingkat kecamatan. Begitu rendahnya. Begitu naifnya –kalau benar begitu.

Baca Juga ----------------------------

Saya tidak kaget karena ini: setelah tulisan saya itu muncul, banyak sekali tanggapan yang masuk. Yang intinya: tulisan saya itu jauh panggang dari api.

Saya memang tidak sepenuhnya percaya dengan keterangan bupati itu. Dan itu tersirat juga di tulisan saya.

Tapi, saya juga belum percaya pada tanggapan tersebut. Saya bertekad akan ke Nganjuk setahun kemudian. Setelah bupati baru itu menunjukkan kinerjanya dalam waktu yang cukup.

“Terus terang, saya kaget waktu baca tulisan beliau tentang Bupati Nganjuk. Tapi… kan sudah telanjur terbit… sehingga saya nggak bisa kasih klarifikasi yang sebenarnya,” tulis salah seorang warga Nganjuk kepada teman saya –yang meneruskan ke saya.

“Kenyataannya 360 derajat sebaliknya,” tulis warga Nganjuk lainnya. Mungkin maksudnya 180 derajat. Saking kesalnya, sampai derajat pun dilebih-lebihkan.

Sepanjang hari kemarin WA saya ikut dipenuhi soal penangkapan itu. Isinya masih begini dan begitu. Ada yang menilai penangkapan tersebut sudah tepat. Ada pula yang menyebut itu sandiwara.

Mungkin tulisan ini sebaiknya jangan dibuat dulu. Baiknya menunggu keterangan lebih lanjut. Terutama soal pungutan yang terkait jabatan itu. Apalagi, jabatan yang jadi objek hanya tingkat aparat kecamatan.

Sudah begitu mata gelapnyakah? Bukankah bisa menduga bahwa pungutan seperti itu akan dengan mudah terbongkar?

Sebodoh itu cari uang?

Bukankah ia pengusaha yang kelasnya bukan pungutan jabatan setingkat aparat di kecamatan? Atau, apa yang lagi terjadi?

Saya sulit memahaminya.

Soal uang ratusan juta rupiah yang disita, kata seorang teman bupati, itu diambil dari brankas pribadi bupati. Yakni, uang untuk persiapan hadiah Lebaran.

Tapi, kalau benar bupati Nganjuk melakukan korupsi seperti itu, ia bupati kedua yang masuk pusaran korupsi. Ia juga orang kesekian yang tiba-tiba tidak bisa Lebaran di rumah karena ditahan.

Ia juga menjadi bupati yang ditangkap KPK setelah pernah mendapat pujian tinggi di media –seperti bupati Bulukumba yang ketika ditangkap menjabat gubernur Sulsel.

Saya tidak menyesal pernah memujinya. Jangan-jangan setidaknya sudah dapat satu pahala. Banyak orang tergerak untuk menjadi lebih baik dengan cara dipuji. Meski, ada juga yang menjadikan pujian itu kesombongan –yang membuatnya lengah. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

JARANG ada pejabat baru yang  hari kerja pertamanya seperti komisaris utama Garuda Indonesia ini: Timur Sukirno. Hari ini, Senin 16 Agustus 2021, Garuda menghadapi...

Dahlan Iskan

TERNYATA yang sedang menjabat direktur utama itu yang benar: Garuda baik-baik saja. Sampai sekarang. Masih bisa terbang. Ketika terjadi perombakan dewan direksi dan dewan...

Dahlan Iskan

“Maaf, saya lagi semedi, Pak.” “Tidak mau menjawab kesimpulan diskusi itu?” tanya saya lagi. “Saya lagi semedi.” Baca Juga ---------------------------- Balita Korban Kekerasan Berangsur...

Dahlan Iskan

MUNGKIN Anda juga penasaran: berapa banyak pembaca Disway kita ini. Saya sulit menjawab. Saya juga tidak tahu. Mungkin Anda juga merasa: saya tidak terlalu...

Dahlan Iskan

“Jangan sampai bertemu insinyur. Bisa mimpi buruk.” Itulah guyon di kalangan orang keuangan. Yang segala sesuatunya harus direncanakan baik-baik, harus disesuaikan dengan kemampuan, tidak...

Dahlan Iskan

BARU sekarang saya tahu: mengapa di sekitar Lebaran lalu PSPB dilonggarkan selonggar-longgarnya. Sampai tempat rekreasi seperti Ancol kebanjiran turis lokal. Sampai beredar foto viral di...

Dahlan Iskan

SAYA tidak kenal Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri–sampai kemarin siang. Tapi saya melihat ia telah menjalankan model komunikasi modern –di saat tertimpa...

Dahlan Iskan

Sejak Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri minta maaf, heboh sumbangan Rp 2 triliun reda. Tidak ada lagi suara yang menyalah-nyalahkan polisi: kok...