Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Embargo Vaksin, Kemenkes Ubah Skala Prioritas Vaksinasi

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan. (Foto: istimewa)

AMEG – Imbas embargo yang dikeluarkan sejumlah negara, salah satunya India, menjadikan perubahan strategi untuk vaksinasi. Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengaku bakal mengubah skala prioritas sasaran vaksin Covid-19, di tengah kondisi keterbatasan vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, upaya itu dilakukan agar laju vaksinasi di Indonesia, tetap berjalan secara normal. Serta golongan kelompok rentan Covid-19, dapat segera selesai menerima suntikan vaksin.

‘’Sesuai juga rekomendasi WHO, dengan jumlah vaksin yang terbatas. Maka vaksinasi ditujukan pada kelompok yang paling rentan, yaitu lansia. Dan kita akan fokuskan kepada guru dan tenaga pendidik,’’ kata Nadia, Kamis (8/4/21).

Itu artinya, vaksinasi tahap dua yang menyasar petugas pelayanan publik akan fokus. Yakni banyak dialokasikan kepada tenaga pendidik.

Sedangkan sebelumnya, vaksinasi pada petugas pelayanan publik diketahui juga menyasar pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian petugas keamanan; petugas pariwisata, hotel, dan restoran; pelayan publik yang termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan kepala perangkat desa. Selanjutnya, pekerja transportasi publik, atlet, hingga wartawan atau pekerja media.

Nadia juga mengaku, target-target peningkatan jumlah penyuntikan vaksin akan tertunda. Seperti misalnya April yang ditargetkan mampu menghabiskan 750 ribu dosis vaksin dalam sehari jadi urung.

‘’Jadi kalau vaksin habis tidak, tetapi terbatas. Dan rencana awal untuk terus melakukan peningkatan jumlah dosis penyuntikan menjadi tertunda,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengakui terdapat potensi kendala dalam laju vaksinasi Indonesia, usai muncul embargo vaksin Covid-19 di sejumlah negara. Hal itu menurutnya terjadi karena adanya lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Budi juga mengatakan, Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).

Dari 11,7 juta vaksin AstraZeneca yang dijanjikan GAVI, Indonesia kemungkinan besar hanya mendapatkan 1,3 juta-1,4 juta dosis vaksin gratis, imbas embargo itu. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ikut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi. Yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten […]

Kriminal

AMEG – Pelaku jambret kalung emas 20 gram di Karangwidoro Dau, Minggu (11/4/2021) sempat terekam CCTV salah satu toko. Pelaku […]

Malang Raya

AMEG – Kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Mamuri mengungkap, telah terjadi 11 kali gempa susulan, setelah gempa besar 6,1 SR, Sabtu […]

headline

AMEG – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan tingkat kesembuhan warga yang terinveksi Covid 19 menunjukkan grafik yang sangat bagus.  […]

Arema

AMEG – Pelatih caretaker Arema FC, Kuncoro berencana mengalihkan jam latihan para pemainnya. Selama bulan puasa, 15 April – 10 […]

headline

AMEG – Kawanan maling hewan beraksi di Buluawang, Selasa (13/4/2021) dini hari,  membawa jarahan 3 ekor sapi. “Benar ada laporan […]

Arema

AMEG – Meski sudah memiliki duet penyerang lokal mumpuni, seperti Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo, General Manager Arema FC, […]

Malang Raya

AMEG – Dibulan penuh berkah Ramadan 1442 hijriah, Polres Batu melakukan bantuan sosial kepada masyarakat di  Kota Batu, Selasa (13/4/2021). […]

headline

AMEG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang menyebut, aplikasi kawal dan jaga dana desa atau disingkat Si […]

Socialnet

AMEG – Di setiap kekurangan, pasti ada kelebihan. Pepatah itu benar adanya. Salah satunya, dimiliki oAhmad Syihab Athaillah (13). Warga […]

Malang Raya

AMEG – Pasca gempa berskala 6,1 SR, yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021).  Jajaran TNI, khususnya Korem […]

%d bloggers like this: