Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Empat Daerah di Jatim Belum Gelar PTM

BELUM PTM: Wali Kota Malang saat melakukan sidak terkait ujicoba pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang. Hanya saja secara resmi PTM belum digelar.( DI’s Way Malang Post)

AMEG – Ada empat daerah di Jawa Timur, yang sampai sekarang masih belum menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Khususnya jenjang SMA, SMK dan SLB. Yakni Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Surabaya dan Kota Malang. 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, keempat daerah tersebut belum melaksanakan PTM, karena belum ada rekomendasi dari kepala daerahnya.

‘’Syaratnya, harus ada rekomendasi dari bupati/ wali kota termasuk rekomendasi dari satuan tugas penanganan Covid-19 kabupaten/ kota,’’ ujar Wahid, Rabu (7/4/2021)

Wahid menjabarkan beberapa aturan, utamanya dalam menerapkan protokol kesehatan, saat pembelajaran tatap muka digelar. Di antaranya adalah pembatasan jumlah siswa yang mengikuti belajar di kelas dengan kuota 25 hingga 50 persen.

Kemudian, pembelajaran tatap muka hanya digelar tiga jam. Artinya, setelah selesai proses belajar mengajar, siswa harus langsung pulang. Selain itu, kantin sekolah harus tetap tutup dan siswa diharapkan membawa bekal makanan dari rumah.

‘’Jadi di kelas itu hanya boleh ada 9 sampai 18 siswa. Normalnya kan 36 siswa. Guru tidak boleh keliling saat mengajar. Jadi hanya boleh di tempat dan tetap menjaga jarak dengan siswa,’’ ujar Wahid.

Dikatakan, uji coba sebagai kesiapan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022, tepatnya pada Juli 2021. Terlebih, Jawa Timur telah memulai uji coba pembelajaran tatap muka sejak Agustus 2020, yang diakuinya berjalan lancar.

‘’Kapasitas dari bulan ke bulan sudah kami tingkatkan. Maka pada Juli 2021 kami harapkan pembelajaran tatap muka di Indonesia, termasuk di Jatim, sudah siap sejak sekarang,’’ kata Wahid.

Ia juga mengungkapkan sejumlah perbedaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/ SMK antara tahun 2020 dengan tahun ini. Wahid mengungkapkan, tahun ini ada lima jalur PPDB.

Pertama, jalur afirmasi. Jalur ini diperuntukan bagi siswa keluarga kurang mampu termasuk anak buruh dan disabilitas ringan. ‘’Kalau disabilitas tahun kemarin masuk zonasi, sekarang afirmasi. Kuotanya 15 persen,’’ ujar Wahid.

Kedua adalah jalur perpindahan tugas orang tua. Di samping perpindahan tugas orang tua, juga menampung anak tenaga pendidik atau pengajar. Termasuk juga tenaga kesehatan khusus yang menangani Covid-19, dengan kuota sekitar 5 persen.

Ketiga adalah jalur prestasi lomba. Jalur ini juga menampung kuota 5 persen. Jalur prestasi lomba berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu lombanya berjenjang dan dilaksanakan oleh pemerintah atau organisasi lembaga yang kerja sama dengan pemerintah.

‘’Tahun 2021 ini jalur prestasi bisa berjenjang bisa tidak. Bisa dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga secara mandiri. Kami rumuskan, masing-masing ada skornya,’’ ujar Wahid.

Dicontohkan, siswa penghafal Al-Quran, yang menurutnya bisa masuk dalam jalur prestasi lomba. Termasuk juga siswa delegasi. ‘’Maksudnya itu begini, contohnya Italia mengundang kejuaraan paduan suara setiap tahun. Bagi siswa yang diundang, kami beri skor,’’ kata wahid.

Kemudian ada jalur prestasi akademik yang kuotanya sebesar 25 persen. Jalur ini mengambil nilai rapor pada semester I hingga V, yang nilainya adalah 70 persen. ‘’Ada indeks yang diambil dari akreditasi sekolah. Bobotnya 30 persen,’’ katanya.

Terakhir adalah zonasi yang kuotanya 50 persen. Untuk SMA, sistemnya tidak berubah, sama seperti tahun lalu. Hal baru terjadi untuk SMK. 

Jika tahun lalu tidak ada zonasi di SMK maka tahun ini diberlakukan zonasi yang kuotanya sebanyak 10 persen. Hal itu termaktub dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB.

Wahid juga menjelaskan tentang surat keterangan domisili pada 2021 yang diperketat. Surat hanya diberikan pada kondisi tertentu, yakni apabila terkena bencana alam lalu bencana sosial seperti pengungsi dari Sampang. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) direncanakan Pemerintah RI bulan Juli 2021, mulai disiapkan di daerah. Termasuk Kota Malang. Simulasi […]

headline

AMEG – Laju vaksinasi Covid-19 mendatang, tidak secepat sebelumnya. Pasalnya telah terjadi embargo di beberapa negara produsen vaksin. Banyak negara-negara […]

News

AMEG – Pemkot Batu menargetkan Pembelajaran Tatap Muka dilakukan bulan Juli 2021. Tepat memasuki tahun ajaran baru. Agar target terwujud, […]

headline

AMEG – Vaksinasi untuk kalangan guru dan tenaga kepedidikan, terus digencarkan di Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto […]

Nasional

AMEG – MUI telah mengeluarkan fatwa. Nomor 13 Tahun 2021. Tentang hukum vaksinasi Covid-19 pada saat berpuasa. Fatwa tersebut menyatakan, […]

Nasional

AMEG – Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menteri […]

Nasional

AMEG – Sebanyak 15 provinsi, yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro), telah melaporkan pembentukan […]

Malang Raya

Penulis : Rizky Wijaya AMEG – Penanganan pandemi Covid-19, terus dilakukan hingga saat ini. Salah satunya, tetap mengoptimalkan pemberlakukan pembatasan […]

headline

Malang – Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Berlaku bagi seluruh masyarakat. Mulai 6 hingga 17 Mei. Sebelum dan sesudah […]

headline

Jakarta – Pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2021. Bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN dan pegawai swasta. Berlaku mulai 6 […]

headline

Malang – Pendakian ke gunung Semeru kembali dibuka. Hal itu setelah diterbitkannya kebijakan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger […]

headline

Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyambut baik kebijakan pelarangan mudik. Yang dikeluarkan pemerintah pusat. Langkah ini penting, untuk menghentikan […]

%d bloggers like this: