Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Kasus Gratifikasi di Kab Malang, Pembelaan Rendra Soroti Perlakuan Tidak Adil

PEMBELAAN: Sidang kasus gratifikasi di Kab Malang kembali digelar Selasa (30/3). Agendanya pembacaan pembelaan terdakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla. (Foto: Aziz Tri P/DI’S WAY MALANG POST)

Surabaya – Berkas pembelaan terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) dibacakan pada sidang kasus gratifikasi di Kab Malang, Selasa (30/3) pagi. Isinya menyangkut dakwaan, fakta persidangan, fakta hukum, analisa yuridis dan kesimpulan serta permohonan.

Pembacaan pembelaan itu disampaikan oleh tim penasihat hukum Rendra Kresna, yaitu Haris Fajar Kustaryo SH, Meftahurrohman SH dan Dian Aminudin SH. Sedangkan terdakwa Rendra Kresna yang tengah menjalani hukuman pidana di kasus yang pertama, kasus suap, mengikuti jalannya sidang dari Lapas Porong, Sidoarjo.

Sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta SH MH, yang menggantikan Dr Johanis Hehamony SH MH. Johanis berhalangan hadir memimpin sidang karena sakit. Sedangkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK yang hadir di ruang sidang adalah Arif Suhermanto SH.

Di awal pembelaan, disinggung soal cara pendakwaan yang berbeda terhadap terdakwa Rendra Kresna dan terdakwa Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby). Disebutkan, dalam rangkaian perkara ini terdapat empat dakwaan. Rinciannya, dua dakwaan untuk Rendra dan dua  dakwaan untuk Eryk.

Namun dua dakwaan untuk Rendra Kresna disidangkan dalam dua  perkara, yaitu Nomor Perkara 37/Pid.Sus-TPK/2019/PN Sby yang telah diputus pada tanggal 9 Mei 2019. Saat itu Rendra Kesna didakwa bersama-sama dengan Eryk Armando Talla menerima suap dari Ali Murtopo dan Ubaidillah. Tapi hanya Rendra Kresna yang didudukkan sebagai terdakwa.

“Sedangkan perkara kedua, yaitu Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby yang saat ini dalam proses persidangan, yang mana Saudara Rendra Kresna didakwa menerima gratifikasi dari Mashud Yunasa, Suhardjito dan Romdhoni,” kata Haris Fajar.

Sedangkan dua dakwaan untuk Eryk Armando Talla disidangkan dalam satu perkara, yaitu Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby yang saat ini dalam proses persidangan dengan dua dakwaan. Pertama, Eryk Armando Talla bersama-sama dengan Rendra Kresna menerima gratifikasi dari Mashud Yunasa dan Suhardjito. Kedua, Eryk bersama-sama dengan Rendra menerima suap dari Ali Murtopo dan Ubaidillah.

Walaupun Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla masing-masing didakwa dengan dua dakwaan, lanjut Hari, namun dua dakwaan untuk Rendra Kresna dibagi menjadi dua perkara dan dua kali persidangan. Sedangkan dua dakwaan untuk Eryk Armando Talla digabung dalam satu perkara.

Akibatnya. Rendra Kresna harus menjalani dua persidangan dan menjalani dua putusan pemidanaan, sedangkan Eryk Armando Tala hanya menjalani satu persidangan dan satu putusan pemidanaan. Sehingga sudah barang tentu lamanya pidana yang dijalani oleh Rendra Kresna akan lebih lama dari yang dijalani oleh Eryk Armando Talla.

“Ini tentu menimbulkan pertanyaan. Dengan cara pendakwaan seperti itu, sangat jelas Rendra Kresna harus menerima perlakuan yang tidak adil dan tidak proporsional. Maka kami mohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo dapat melakukan koreksi atas perbedaan perlakukan tersebut dan memberikan keadilan kepada terdakwa Rendra Kresna,” kata penasihat hukum Rendra Kresna, Haris Fajar.

Seusai sidang, JPU KPK Arif Suhermanto yang dimintai komentar mengatakan, hal itu hanya karena masalah teknis penyidikan yang belum selesai saja. “Banyak kok kasus di KPK ketika dua perkara sekaligus selesai dalam waktu bersama-sama, maka tentu akan digabungkan. Ini bukan karena milah-milih.Tidak ada itu,” kata Arif.

Selanjutnya dikatakan Arif Suhermanto bahwa perlakuan tidak adil dan tidak proporsional itu hanya persepsi dari penasihat hukum Rendra Kresna saja.

“Ini terkait tekns penangan perkara penuntutan. Karena kebetulan perkara yang kedua terdakwa Rendra Kresna ini baru selesai di tahun 2020. Maka baru bisa dinaikkan ke proses penuntutan. Jika waktu itu sama-sama selesai dengan perkara yang pertama, maka tentu akan diajukan bersama dua perkara sekaligus. Seperti halnya tedakwa Eryk Armando Talla,” kata Arif Suhermanto.

Seperti diketahui, dalam sidang Selasa (16/3) lalu, JPU KPK sudah membacakan tuntutan untuk dua terdakwa kasus gratifikasi di Kab Malang Terdakwa Rendra Kresna dan Eryk Armando Talla  dituntut hukuman pidana masing-masing 4 tahun penjara.

Rendra Kresna selain tuntutan pidana 4 tahun juga dituntut denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 6.075.000.000 subsider pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Untuk UP, pihak Rendra sudah menitipkan uang Rp 2 miliar. Berarti masih kurang Rp 4.075.000.000 yang akan dilunasi lewat lima rekening Rendra yang diblokir KPK dan isinya sekitar Rp 8,1 miliar.

Sedangkan Eryk Armando Talla yang notebene seorang pengusaha dan orang kepercayaan Rendra Kresna, selain dituntut hukuman pidana 4 tahun penjara, juga dituntut denda Rp 265 juta subsider 6 bulan kurungan dan diharuskan membayar uang pengganti (UP) sejumlah Rp 895.000.000 subsider pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Pihak Eryk sudah mentitipkan uang Rp 500 juta. Jadi masih kurang Rp 395 juta. (azt/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

News

AMEG-Tim penasihat hukum terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) tetap mempersoalkan perlakuan yang tidak adil dan tidak proporsional terhadap klien […]

Pendidikan

AMEG – Banyak mahasiswa tertarik melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat tapi terkendala sulitnya mendapat informasi. Selain itu istilah pendidikan dan […]

Olahraga

AMEG – Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memborong gelar juara di Kejuaran Online Indonesia International Biho President Cup 2021. Delegasi […]

Pendidikan

AMEG – Pelaksanaan pembelajaran tatap muda di SMPN 6 dan SMPN 3 Malang mendapat perhatian dari Wali Kota Malang, Drs […]

headline

AMEG – Kasus dugaan korupsi yang menyeret FP, perangkat Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Batu, menyisakan cerita panjang. Seperti diketahui, FP […]

News

AMEG – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar diskusi tematik ‘Puasa dan penguatan Nasionalisme’. Bertempat di Loby Gedung Dr (HC) […]

Malang Raya

AMEG – Mengurangi kendala dan permasalahan layanan BPJS, Pemkot Batu menggelar Rakor bersama forum kemitraan dan Forum Komunikasi Kota Batu […]

Malang Raya

AMEG – Dalam upaya mencegah penularan virus Covid-19 di lingkungan sekolah, yang telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Dinas […]

Malang Raya

AMEG –  Sekitar 10 hari, tim BPBD Kota Batu beserta relawan, turun membantu dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Malang. […]

%d bloggers like this: