Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pelayanan RSUD Tak Profesional

Suasana Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdoer Rahem Situbondo.

Situbondo – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdoer Rahem Situbondo dinilai tak profesional. Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan pelayanan petugas poli bedah yang menolak pasien yang periksa.

Bahkan, mereka mengaku kerap dipermainkan hingga harus bolak-balik ke rumah sakit milik Pemkab Situbondo itu. Salah satunya disampaikan Syamsuri. Dia mengaku saat itu mengantar istrinya untuk periksa di poli bedah. Ketika itu istrinya tak bisa berjalan. Dia ke rumah sakit bermaksud mendaftar dan mengambil nomor antrean.

Baca Juga ----------------------------

“Sekitar jam 07.00 pagi, saya ke layanan poli bedah. Sampai disana petugas bilang, kalau mau periksa harus dibawa langsung pasiennya. Sehingga saya pulang lagi menjemput istri, alasan petugas katanya harus diperiksa dulu. Saya diberi waktu sampai jam 11.00 siang,” jelas Syamsuri.

Akhirnya, Syamsuri membawa istrinya langsung kembali ke rumah sakit. Namun ia terpukul saat sampai di layanan poli bedah, petugas mengatakan bahwa sudah tutup karena pasien sudah penuh. Padahal, saat itu ia datang sesuai petunjuk petugas sebelum pukul 11.00 WIB.

Karena sudah susah payah bawa istrinya untuk periksa, Syamsuri lalu memaksakan diri menerobos di bagian loket pendaftaran pasien. Kagetnya, ternyata layanan poli bedah masih dibuka. Namun oleh petugas loket, ia disuruh langsung di bagian administrasi.

“Saya kecewa lagi, sampai di bagian administrasi, malah disana bilang layanan poli bedah sudah tutup. Saya diminta kembali lagi besok. Saya merasa dipermainkan, apalagi tahu kondisi istri saya tidak bisa berjalan karena kecelakaan. Saya bolak-balik dua kali, tetapi tetap tidak terlayani. Padahal sudah sesuai petunjuk petugas,” ketunya, penuh kecewa.

Ia berharap kepada Bupati Situbondo, Karna Suswandi dan Direktur RSUD Abdoer Rahem, agar memantau langsung kinerja bawahannya. Jangan sampai apa yang dialaminya, menimpa pasien lainnya. Pihak RSUD dr Abdoer Rahem belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan itu. Petugas di ruangan Direktur RSUD mengatakan drg Ninov sedang tidak di kantor. (zai/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post –  Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, melakukan pembenahan dinding penahan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung....

Malang Raya

Malang Post – Tim penanganan covid-19 Kota Malang kembali menghelat vaksinasi covid-19 khusus lansia, Kamis (21/10) hari ini.Sasaran vaksinasi lansia kali ini adalah warga...

Kuliner

Malang Post —  Pasar Numplek masuk Atria Hotel Malang. Masyarakat bisa melihat dan mendapatkan mulai Oktober hingga November 2021. Beragam makanan dan jajanan pasar...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Sutiaji meminta guru ASN meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait jabatan fungsional, secara lebih rinci.    “Saat ini ASN menerapkan merit...

Malang Raya

Malang Post – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator XL Kodim 0833 Cabang IV Brawijaya Ny Tari Ferdian Primadhona memantau vaksinasi untuk pelajar SMP. Tari,...

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...