Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Ekspektasi Orang Tua Terlalu Tinggi, Ini Dampaknya Pada Anak

Ilustrasi. (Thinkstock/BrianAJackson)

Jakarta – Setiap orang tua  tentunya menggantungkan harapan besar pada putra-putri yang dilahirkannya.  Orang tua berharap,  kelak anak-anaknya bisa berhasil, sukses dan menjadi yang terbaik, sehingga bisa membanggakan orang tua.

Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi harapan tersebut. Memberikan kasih sayang. Mencukupi kebutuhan fisik dan mental buah hati. Dan memberikan pendidikan terbaik agar sang anak bisa sukses.

Baca Juga ----------------------------

Namun terkadang, orang tua justru memiliki harapan yang terlalu tinggi pada anaknya. Bahkan cenderung memaksakan kehendak. Ketika anak gagal, beberapa orang tua juga menunjukan kekecewaan yang berlebih pada anaknya.  Hal ini ternyata memiliki dampak negatif loh bund.

Berikut ini adalah dampak yang terjadi ketika berharap terlalu tinggi pada anak.

Merasa terbebani

Ketika ekspektasi atau harapan orangtua kepada anak terlalu tinggi, tentu sang anak akan merasa memiliki tanggung jawab besar untuk mewujudkannya. Namun terkadang hal itu justru membebani hati dan pikiran anak.

Bisa saja anak sebenarnya merasa cemas dan takut kalau ia mengecewakan orangtuanya. Anda sebagai orang tua tentunya tidak ingin khan kalau anak anda merasa terbebani.

Risiko Gangguan Mental

Jika seseorang mendapatkan tekanan yang besar, tentulah meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental. Begitupula pada anak. Keinginan orang tua yang terlalu membebaninya bisa memicu stress. anak juga rentan mengalami gangguan kecemasan hingga depresi.  Mungkin saja si anak berpikir kalau kegagalannya akan membuat kasih sayang dari orangtuanya berkurang.

Gangguan Kesehatan Hingga Cedera

Selain berdampak pada mental, anak yang memiliki tekanan yang besar akibat harapan orang tua yang  terlalu tinggi juga rentan mengalami gangguan kesehatan bahkan cedera. Mengutip IDNTimes, biasanya anak dengan tekanan akan mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan agar harapan dan tujuan yang diinginkan tercapai. 

“Sejumlah dokter melaporkan bahwa anak-anak sering menderita sakit maag dan sakit kepala akibat kelelahan dan stres,” kata pakar anak-anak, William Doherty dari University of Minnesota, seperti ditulis tirto.

Berperilaku Buruk

Alih-alih membanggakan orang tua. Saat anak mendapatkan tekanan untuk hasil yang baik, terkadang anak akan melupakan proses yang harus dilalui. Kondisi ini membuat anak memikirkan “jalan pintas” sehingga membuat anak rentan berperilaku buruk. Misalnya, mencontek agar nilai memuaskan.

Bakat Minat Terpendam

Setiap anak memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Terkadang keinginan orang tua yang tidak sesuai dengan bakat anak, bisa membuat bakat dan minat anak terus terpendam. Karena ia tidak memiliki ruang untuk berekspresi.

Misalnya, anak yang memiliki bakat seni, lalu dipaksa untuk pintar sains. Tekanan orang tua akan memaksa anak untuk menyukai sains, agar nilainya sesuai keinginan orang tua. Perlahan  bakat dan minat anak dalam bidang musik tidak terasah dengan baik. Pada akhirnya ia tidak sepenuh hati mencintai sains, dan bakat seninya juga tidak berkembang.

Sebagai orang tua, anda boleh punya harapan pada anak. Namun ada harus menyesuaikannys dengan kemampuan anak. Komunikasi yang baik dengan anak akan  membantu anda mencari jalan terbaik untuk kesuksesan putra putri anda.

Jangan sampai pengaruh lingkungan atau gengsimembuat anda memaksa anak menjadi sempurna sesuai apa yang anda, atau bahkan tetangga inginkan. Padahal anak memiliki keinginan yang lain. (hlc/idn/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Dalam rangka percepatan Herd Immunity, Universitas Negeri Malang (UM) kembali sukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac dosis pertama dan kedua yang ditujukan...

Pendidikan

Malang Post — SMAN 1 Sumberpucung berkomitmen mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19 yang belum mereda. Salah satunya melalui program vaksinasi remaja. Menggandeng Puskesmas Sumberpucung, vaksinasi dosis...

Malang Raya

Malang Post – Hutan Kota Malabar menjadi pusat kegiatan aksi bersih-bersih yang diinisiasi jajaran Kodim 0833 dalam hal ini Koramil Klojen pemangku wilayah. Tidak...

Malang Raya

Malang Post – Bank Sahabat Sampoerna (BSS) Malang bersama mitra bisnisnya, KSP Sahabat Mitra Sejati, kembali menggelontorkan ratusan paket sembako bagi masyarakat yang terdampak...

Malang Raya

Malang Post – Kodim 0833 Kota Malang melakukan berbagai upaya untuk tingkatkan imun di masa pandemi covid-19. Jumat (17/9), Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol...

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang gelar Vaksinasi Massal untuk pelajar bertajuk”Indonesia Sehat, Indonesia Hebat”. Bersinergi bersama Badan Intelijen Negara (BIN). Dihadiri Bupati Malang HM...

Pendidikan

Malang Post — Ikatan Guru Taman Kanak -Kanak (IGTKI) Kecamatan Donomulyo melalui Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar workshop....

Pendidikan

Malang Post – Ratusan murid SMP KHA Thohir Pulungdowo Tumpang Kabupaten Malang menjalani vaksinasi di lingkungan sekolah. Ini untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan menjadi...