Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Paling Layak untuk Arema FC, Antara Edson Tavares dan Sergio Farias

Malang – Manajemen Arema FC, hingga saat ini belum memastikan. Siapa sosok pelatih barunya. Setelah tak memperbarui kontrak Carlos Carvalho de Oliveira, asal Brasil. Sejak 5 Februari 2021 lalu.

Seperti biasanya, manajemen tim Singo Edan pun masih menutup rapat-rapat, asal negara kandidat pelatih baru. Apalagi jatidiri calon head coach tersebut. Hanya memberikan clue. Tim berlogo kepala Singa tersebut, tetap berkiblat ke gaya sepak bola Latin. Atau yang berasal dari kawasan Amerika Selatan. Berafiliasi ke konfederasi Conmebol (Confederacion Sudamericana de Futbol/The South American Football Confederation).

Baca Juga ----------------------------

Meski Conmebol sendiri, dihuni 10 federasi sepak bola. Yang ada kawasan anak benua Amerika itu. Yakni Argentina, Brasil, Bolivia, Chile, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela.

‘’Jika kompetisi Liga 1 2021, tetap ingin menggunakan tenaga pelatih asing dan itu dari Amerika Latin, saya mendukung dan aprisiatif. Apakah pelatih baru nantinya dari Brasil, atau Argentina. Atau negera lainnya. Itu tak penting. Saran saya, utamanya pelatih yang memiliki kapasitas lisensi yang sudah jelas. Diakui atau masuk standarisasi AFC. Seperti A UEFA atau Pro UEFA,’’ ungkap mantan libero Arema era 2004-2006, Claudio Barcelos de Jesus.

Owner Academy Brazil Style Football Malang (ABSF) tersebut juga berharap, manajemen Singo Edan mengutamakan sosok pelatih, yang minimal pernah berkiprah dan mengenal karakter sepak bola Indonesia. Terutama sekali kompetisi di Indonesia dan Asia.

Tak sungkan-sungkan, Claudio de Jesus menyarankan sosok pelatih asal negerinya, Brasil. Yang dianggap cocok dengan gaya permainan Arema.

Berkaca pada Arema, ketika pertama kali ditukangi pelatih Roberto Mario Carlos Gomez, dari Argentina. Tak hanya kental aroma Tango, Gomez juga sarat prestasi. Kualitas track record klub yang pernah dia besut, juga mumpuni. Pun dengan karakter sepak bola ala tiki-taka, lewat skema 4-3-3.

Namun kini Gomez  telah menjadi milik Borneo FC. Setelah mundur dari Arema, 3 Agustus 2020. Gegara tak sepakat digaji sebesar 25 persen. Selama 11 bulan berikutnya pada masa pandemi Covid-19.

Begitu satu sosok pelatih asal Argentina lainnya, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues. Yang sukses membawa Persija Jakarta, juarai Liga 1 2018. Kemudian membawa Bali United kampiun Liga 1 2019. Hanya saja, dia masih dipertahankan tim asal Pulau Dewata tersebut.

‘’Kalau Arema tetap ingin pelatih dari Amerika Latin, saya pikir juga tidak ada yang salah. Dalam banyak musim kompetisi sebelumnya, gaya bermain Arema, identik dengan sepak bola latin.’’

‘’Banyak pemain-pemain dari Brasil, Chile dan Uruguay. Semuanya menjadi warna tersendiri bagi Arema. Sepak bola Arema, identik dengan sepak bola khas Malang, Latin dan Papua. Sebaiknya sosok pelatih itu, harus punya pengalaman dan tahu atmofter sepak bola di Asia dan Indonesia,’’ timpal mantan gelandang Arema era 1987-1995, Effendy Aziz.

Jika merujuk pada kesesuaian kebutuhan pelatih asing, Arema FC sepertinya bisa menilai pelatih asal Amerika Latin. Dengan kapasitas lisensi dan pengalaman mumpuni. Dua nama sama-sama memiliki rekam jejak cukup ekselen, asal Brasil. Edson Araujo Tavares dan Sergio Ricardo de Paiva Farias.

Meski manajemen Arema tak menyebut, klasifikasi kandidat pelatih barunya, apakah sudah pernah merasakan atmosfer kompetisi di Tanah Air. Atau sebaliknya baru sama-sekali. Baik Edson Tavares maupun Sergio Farias, sama-sama sarat pengalaman. Juga pernah merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia dan Asia.

Edson Araujo Tavares, pelatih kelahiran Rio de Janeiro (Brasil), 10 Juni 1956. Dimodali lisensi kepelatihan nomor wahid di dunia. Yakni UEFA Pro Licence (1999).

Kental dengan pola 4-3-3 dan 3-4-2-1, karir kepelatihan Edson sangat mumpuni. Dia pernah menukangi Timnas Haiti (2010-2011), Timnas Vietnam (2004 dan 1994-1995), Timnas Oman (2008), dan tahun 1989 asisten pelatih Timnas Chile. Serta pelatih kepala Timnas Yordania (1986-1987).

Selain Borneo FC (Liga 1 2020) dan Persija Jakarta (Liga 1 2019), Edson Tavares pernah malang melintang melatih Yokohama FC (J1 League, Jepang), Shenzhen FC (Chinese Super League), Sepahan SC (Persian Gulf Pro League, Iran) dan Chongqing Dangdai Lifan FC (Chinese Super League).

Kemudian Guangzhou Matsunichi FC (Chinese Super League), Khaitan SC (Kuwaiti Premier League), Al Hilal SFC (Saudi Professional League) dan FC Fribourg (1. Liga Swiss).

Figur lainnya adalah Sergio Ricardo de Paiva Farias. Pelatih ini pernah melatih Persija Jakarta, pada tiga laga awal Liga 1 2020, sebelum terhenti pandemi Covid-19. Pelatih dengan pembawaan cool dan tenang ini, juga dibekali lisensi tertinggi di dunia. UEFA Pro Licence (1997).

Arsitek kelahiran Rio de Janeiro (Brasil), 9 Juni 1967 yang familiar dengan formasi 4-3-3 cenderung 4-2-3-1 tersebut, juga berpengalaman malang melintan di kompetisi benua Asia. Suphanburi FC (Thai League 1), NorthEast United FC (Indian Super League), Guangzhou City FC (Chinese Super League) dan Al-Wasl FC (UAE Pro League).

Pernah juga menukangi Al Ahli Saudi FC (Saudi Professional League), Pohang Steelers (K League 1, Korea Selatan), dan Dahra FC (Ligue 1, Senegal). Termasuk dua kali menajdi manager-coach Timnas Brasil U-20 tahun 2001 dan 1998-1999.

Baik Edson Tavares maupun Sergio Farias, gaya permainannya sama-sama kental dengan Jogo Bonito. Identik dengan permainan cantik. Penuh trik dan impresif. Tak ubahnya seniman di atas lapangan hijau.

Jogo Bonito tak hanya menari-nari indah di lapangan dengan si kulit bundar. Namun juga permainan agresif atau menyerang, dengan skema 4-3-3.

‘’Arema dengan gaya bermain Jogo Bonito Brasil. Kenapa tidak? Karena karakter yang saya kenal di tahun 2004-2006, seperti itu. Tentu ada sejumlah hal yang menjadi penentu kesuksesan permainan khas jogo bonito di Arema nantinya.’’

‘’Salah satunya, membutuhkan komposisi pemain yang tepat dan dibekali materi pemain yang memiliki kemampuan skill individual di atas rata-rata. Kalau nama-nama Edson Tavares atau Sergio Farias, mereka pelatih punya nama dan kelas tersendiri,’’ imbuh Claudio de Jesus.  (act/rdt)

BIODATA

Nama              : Edson Araujo Tavares

Lahir                : Rio de Janeiro (Brasil) 10 Juni 1956

Lisensi             : UEFA Pro Licence (1996)

Formasi           : 3-4-2-1 dan 4-3-3

Karir kepelatihan

2020 Borneo FC (Liga 1, Indonesia)

2019 Persija Jakarta (Liga 1, Indonesia)

2017-2019 Yokohama FC (J1 League, Jepang)

2010-2011 Timnas Haiti

2009 Shenzhen FC (Chinese Super League)

2005-2006 Sepahan SC (Persian Gulf Pro League, Iran)

2005 Americano (direktur teknis/ Campeonato Carioca, Brasil)

2004 Timnas Vietnam

2001-2003 Chongqing Dangdai Lifan FC (Chinese Super League)

2000 Shenzhen FC (Chinese Super League)

1999 Sichuan FC (Chinese Super League)

2008 Timnas Oman

2007 Americano (direktur teknis/       Campeonato Carioca, Brasil)

1998 Guangzhou Matsunichi FC (Chinese Super League)

1996-1997 Khaitan SC (Kuwaiti Premier League)

1994-1995 Timnas Vietnam

1991-1993Al-Salmiya SC (Kuwaiti Premier League)

1990-1991 Al Hilal SFC (Saudi Professional League)

1989 Timnas Chile (asisten)

1988-1989 Signal FC Bernex-Confignon  (2.Liga Interregional Swiss)

1986-1987 Timnas Yordania

1984-1985 Stade Soussien FC (Tunisie de Ligue III)

1982-1983  FC Fribourg (1. Liga Swiss)

BIODATA

Nama                          : Sergio Ricardo de Paiva Farias

Lahir                : Rio de Janeiro (Brasil), 9 Juni 1967

Lisensi                         : UEFA Pro Licence (1997)

Formasi           : 4-2-3-1 dan 4-3-3

Karir kepelatihan

2020-2020 Persija Jakarta (Liga 1, Indonesia)

2018 Al Hilal Omdurman Club (Sudan Premier League)

2016-2017 Suphanburi FC (Thai League 1)

2016 NorthEast United FC (Indian Super League)

2014-2015 Suphanburi FC (Thai League 1)

2014 Duque de Caxias FC (Carioca B1)

2012-2013  Guangzhou City FC (Chinese Super League)

2010-2011 Al-Wasl FC (UAE Pro League)

2010 Al Ahli Saudi FC (Saudi Professional League)

2005-2009 Pohang Steelers (K League 1,Korea Selatan)

2003-2004  Uniao Agrícola Barbarense FC (Paulista B, Brasil)

2002 Santos FC U-20 (CBF Brasileiro U-20)

2001 Timnas Brasil U-20

2000-2001 Timnas Brasil U-17 (CBF Brasileiro U-17)

2000 Santos FC U-20 (CBF Brasileiro U-20)

1999-2000 Clube Atletico Juventus (Paulista A2, Brasil)

1998-1999 Timnas Brasil U-20

1995-1998 Serrano FC (Carioca, Brasil)

1994-1995 Dahra FC (Ligue 1, Senegal)

1993-1994 CERA Atletica Sao Mateus (Serie D, Brasil)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana, akhirnya memperkenalkan secara resmi pemain anyarnya untuk kompetisi LiIga 1-2021/2022. Diego Michiels pada Rabu (16/6/2021)...

Arema

Malang Post – Arema FC hingga kemarin, masih belum memiliki pemain asing. Dari empat slot yang diperbolehkan, belum satupun dikenalkan. Tapi bukan lantas skuat Singo...

Arema

Malang Post – Selang 10 hari, sejak resmi ditetapkan sebagai Presiden Klub Arema yang baru, Gilang Widya Pramana kembali mencuatkan gebrakan baru. Utamanya terkait salah...

Pendidikan

Malang Post – Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng I. Abraham Lomi MSEE bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr F Yudi Limpraptono ST MT...

Pendidikan

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona mengawal langsung vaksinasi Covid-19 bagi relawan, mahasiswa dan aktivis. Kamis (17/6/2021), Dandim menyambangi tempat...

Malang Raya

Malang Post – Saling lempar bola panas kini terjadi dalam dunia perparkiran Kota Batu. Antara Dishub Kota Batu dengan juru parkirnya. Lantaran keduanya, saling lempar...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang pada Kamis (17/6/2021) siang....

Malang Raya

Malang Post – Kamis (16/6/2021), sebanyak 227 warga Kelurahan Pandanwangi, menjalani vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Pandanwangi.  Vaksinasi dilakukan di Aula...