DI SINGOSARI: Bupati Malang, HM Sanusi, ketika membuka secara resmi Jauhar Muharram Singhasari IV di Lapangan Tumapel, Desa Pagentan, Kecamatan Singosari. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang, HM. Sanusi, secara maraton menghadiri rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di dua titik strategis, yakni Kecamatan Singosari dan Ngantang, sepanjang akhir pekan hingga Senin (15/6/2026) malam. Dimulai dengan pembukaan festival budaya “Jauhar Muharram Singhasari IV” yang menggerakkan ekonomi UMKM di Lapangan Tumapel, safari spiritual orang nomor satu di Kabupaten Malang ini, berlanjut dengan menyambut garis finish ribuan peserta Pawai Ta’aruf Pondok Pesantren Bahrul Ulum Ngantang guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di Bhumi Arema.
Tahun Baru Islam bukan sekadar urusan ganti kalender. Bagi Bupati Malang, HM Sanusi, ini adalah urusan “Hijrah” yang multidimensi: memperbaiki batin, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan isi dompet rakyat lewat UMKM.
Safari Muharram Bupati kali ini dimulai dari sisi timur. Di jantung sejarah, Singosari.
Sabtu malam kemarin, Lapangan Tumapel Desa Pagentan mendadak tumpah ruah. Ribuan warga menyemut. Sanusi hadir untuk membuka Jauhar Muharram Singhasari IV. Sebuah perhelatan kolosal yang rencananya digebyar selama 11 hari penuh.
Isinya lengkap. Ada pameran sejarah, pertunjukan seni, hingga deretan bazar UMKM yang menjajakan kuliner khas daerah. Bagi Sanusi, acara seperti ini adalah oase. Sarana hiburan rakyat yang sekaligus menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

DI NGANTANG: Bupati Malang, HM Sanusi, saat memberikan sambutan dalam momen Pawai Ta’aruf Ponpes Bahrul Ulum. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
“Melalui Jauhar Muharram ini, kita tidak hanya merayakan Tahun Baru Islam, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Singosari,” ujar Sanusi.
Ia ingin produk lokal Malang makin dikenal luas melalui ruang-ruang promosi seperti ini.
Dua hari berselang, Senin malam, Sanusi sudah berada di ujung barat. Di Ngantang.
Dampingi sang istri, Hj. Anis Zaida, bupati menghadiri finish Pawai Ta’aruf yang digagas Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Ngantang pecah. Ratusan santri, pelajar, hingga elemen masyarakat tumpah ke jalan. Lantunan selawat menyatu dengan atraksi kreatif yang meriah.
Bagi Sanusi, Pesantren Bahrul Ulum yang berdiri sejak 1979 ini bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia adalah pilar moral. Maka, di hadapan para santri, bupati memberikan pesan yang sangat taktis dan spiritual.
“Saya berpesan kepada seluruh santri agar selalu memperkuat ibadah, sering membaca istighfar dan shalawat, sehingga kita semua terhindar dari musibah dan senantiasa dilimpahkan rezeki,” tegasnya.
Sanusi memandang momentum 1 Muharram sebagai ajakan untuk berbenah diri. Meningkatkan kepedulian sosial. Mempererat persaudaraan. Ia ingin Kabupaten Malang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga religius dan sejahtera secara batin.
Dari Singosari hingga Ngantang, safari Muharram ini mengirimkan pesan kuat: bahwa pembangunan daerah harus dibarengi dengan pelestarian budaya dan penguatan iman. Budaya Singosari yang adiluhung dipadukan dengan syiar Islam dari pesantren di Ngantang.
Perayaan telah dimulai. Hijrah sudah dikumandangkan. Kini tinggal bagaimana masyarakat Kabupaten Malang menjawab ajakan bupati: untuk terus memperbaiki diri dan bergotong-royong membangun daerah. Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah! (PKP/Ra Indrata)




