Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Cabut Bendera Zonasi Bisa di BAP

RAMBU: Forpimda Kab Malang serahkan bendera zona kuning kepada Camat Kepanjen, Abai Saleh.

Malang – Pemasangan bendera, sebagai penanda zonanisasi penyebaran Covid-19, di setiap RT/RW di Kabupaten Malang, sudah dilakukan. Bendera itu berfungsi menandai seberapa parah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Upaya dilakukan, untuk menekan penyebaran Covid-19, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Baca Juga ----------------------------

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan mengakui, pemasangan bendera di setiap sudut RT/RW tersebut, rawan untuk dirusak. Pun bisa jadi dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

‘’Memang tidak ada aturan, soal sanksi bagi masyarakat yang menurunkan bendara zona Covid-19. Tapi kalau terjadi, kami akan koordinasi dengan Kapolsek terkait pencabutan bendera tersebut. Apalagi Bupati Malang telah memasang  bendera zonasi Covid-19 secara simbolis kemarin. Kami harus jaga bendera itu,’’ kata Nazaruddin.

Bukan itu saja, pihaknya secara terus menerus, akan memantau keberadaan bendera tersebut. Jika ditemukan ada yang mencabut bendera tersebut, akan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP).

Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP juga berkoordinasi dengan Linmas dan Muspika Kecamatan di wilayah tersebut.

‘’Pengamanan kita serahkan kepada perangkat desa dan kecamatan. Jadi di situ peran Linmas dan Muspika akan terlihat,’’ ujarnya.

Namun demikian, dia berharap, selama PPKM Mikro ini, tidak ada lagi pelanggaran dari masyarakat. Termasuk yang terkait bendera zonanisasi tersebut.

Diungkapkannya, sejak PPKM jilid pertama sampai jilid kedua, total ada 13 ribu  pelanggaran yang ditemukan Satpol PP Kabupaten Malang. Total denda yang dikumpulkan oleh Satpol PP Kabupaten Malang, selama pelaksanaan PPKM jilid pertama dan kedua juga cukup banyak. ‘’Mencapai Rp 8 juta,’’ bebernya.

Sedangkan dalam pelaksanaan PPKM Mikro ini, pihaknya akan lebih memaksimalkan kepada sanksi sosial.

‘’Karena memang tidak ada denda rupiahnya. Jadi kita upayakan ada sanksi sosial. Untuk itu, yang berperan nanti pihak desa dan Muspika setempat,’’ katanya.

Sementara itu hingga kemarin, ada 11.126 RT di wilayah Kabupaten Malang, yang berada dalam zona hijau. Sedangkan 197 RT, berada pada zona kuning penularan Covid-19. (kik/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post — Brakkk!!!! Mobil Box N 9187 TI, Senin (18/10/2021) pukul 14.45 WIB menabrak teras rumah warga di Jl Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Teras...

News

Malang Post — Dua korban luka parah akibat tabrakan, Minggu (17/10/2021) siang di Jl Raya Wendit Timur Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tabrakan ini melibatkan...

News

Malang Post — Diduga depresi masalah ekonomi, seorang penjual bakso Bareng, mengakhiri hidupnya. Senin (18/10/2021) siang, korban ditemukan tidak bernyawa di belakang gedung Kartini atau...

Malang Raya

Malang Post – Hari ini, Senin (18/10), ada ratusan warga di sejumlah lokasi yang menerima suntikan vaksin. Pertama, vaksinasi di balai RW 02 Kel...

Malang Raya

Malang Post – Tim gabungan penanganan covid-19 di Kota Malang tidak henti-hentinya menggelar operasi yustisi untuk mengingatkan adanya PPKM level II. Minggu, 17 Oktober...

headline

Wujudkan Harapan Warga, Dorong Indonesia Bangkit Malang Post – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meraskan sendiri menginap di home stay Desa...

Malang Raya

Malang Post – Letak geografis dan topografi Desa Oro-oro Ombo yang berada di sebelah selatan lereng Gunung Panderman, menawarkan panorama Kota Batu nan indah...

Pendidikan

Malang Post – Tax Innovation (Tax-i) Competition 2021 merupakan event tingkat nasional terbaru yang diselenggarakan oleh Tax Center Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM)....