Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

UN Ditiadakan, Begini Penentuan Kelulusan Siswa di Jatim

Foto Ilustrasi

Malang – Sebagai pengganti Ujian Nasioanal, Provinsi Jawa Timur menjadikan ujian sekolah hingga evaluasi pembelajaran sebagai salah satu tolak ukur kelulusan, khususnya bagi siswa SMA Sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, penyelenggaraan Ujian Satuan Pendidikan (USP) dan Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EHB-BKS) wajib diterapkan di seluruh SMA/SMK dan sederajat di wilayah tersebut.

Baca Juga ----------------------------

“Tidak harus serentak. USP menjadi salah satu tokar ukur kelulusan. Wajib,” kata Wahid Wahyudi Selasa (9/2) mengutip CNNIndonesia.

Dalam pedoman teknis dari Disdik Jatim, USP dapat dilakukan secara tertulis dengan metode luring dan daring. Ujian diselenggarakan oleh sekolah dibawah koordinasi Disdik Jatim. Ujian ini bisa berupa praktik, penugasan, dan portofolio yang diserahkan sepenuhnya ke sekolah.

Sementara EHB-BKS adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang mengacu pada standar kompetensi lulusan. Pihak sekolah bisa melakukannya dalam bentuk ujian yang digelar sebanyak tiga sesi per hari secara daring. Selain itu pelaksanaanya bisa dilakukan di sekolah maupun di rumah. Apabila digelar di sekolah, harus mematuhi protokol kesehatan.

Hasil dari EHB-BKS bisa digunakan sekolah sebagai salah satu alternatif penilaian siswa kelas XII. Hasil tersebut juga menjadi bahan evaluasi yang  digunakan sebagai pemetaan mutu pendidikan oleh Disdik Jatim.

USP dan EHB-BKS dilakukan pada seluruh mata pelajaran umum, peminatan dan lintas minat yang diambil siswa. Pelaksanaannya dilakukan pada 15 Maret-1 April 2021.

Sebagai informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 terkait peniadaan Ujian Nasional ( UN), Ujian Kesetaraan, dan Ujian Sekolah dalam masa darurat Covid-19. Dalam SE Mendikbud tersebut tertuang beberapa hal terkait penentuan kelulusan siswa dan kenaikan kelas. Begitupun dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sistemnya akan diusahakan dengan sistem pendaftaran Online atau daring. (cnn/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Mereka sudah vaksinasi. Sudah dua kali. Tapi, sembilan anggota DPRD Surabaya itu tertular Covid-19. Itulah headline Harian Disway edisi Jumat lalu. Itu menambah kekhawatiran...

Malang Raya

Malang-Post – Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, S.E, M. Tr (Han) bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia atau KBT, Sabtu...

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, aparat gabungan Polsek Kedungkandang, Koramil Kedungkandang, Satpol PP, pihak kelurahan dan Linmas kembali menggelar operasi...

Ekobis

Malang-Post – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bumbu-bumbuan, direspon pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. “Mosok Pak, bumbu-bumbuan juga kena pajak, cek...

Opini

Mental health atau kesehatan mental terutama bagi generasi muda,saat ini para remaja seringkali menyepelekan kesehatan mental,bahkan lebih mengutamakan kesehatan fisik padahal kesehatan mental juga...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi...