Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Ada Prostitusi Online Anak di Malang!!!

Gelar Perkara : Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.(jay)

MALANG – Satreskrim Polres Malang mengungkap praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Pelaku yang berinisial RPR (16) ini ditangkap di salah satu penginapan di Kepanjen Kabupaten Malang, Kamis (28/1/2021) saat sedang bertransaksi. 

Sementara korban, AEA (15) juga turut diamankan untuk dimintai keterangan beserta salah seorang rekannya F sebagai saksi. Di hadapan polisi, RPR mengaku bahwa dalam praktik ini, dia memanfaatkan jejaring sosial media facebook. 

Baca Juga ----------------------------

“Yakni dengan mengikuti grup yang beranggotakan lelaki hidung belang,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. 

Praktik ini bermula saat rekan korban yang berinisia F mengenalan AEA kepada pelaku. Setelah sebelumnya, AEA curhat ke F bahwa dirinya sedang membutuhkan sejumlah uang. F akhirnya mnegenalkan korban kepada RPR. 

“Setelah mereka (AEA dan RPR) saling kenal dan berbalas pesan, pelaku ini menawari korban untuk di open BO. Si korban pun mengiyakan. Dari situ, RPR berusaha mencari pelanggan melalui grup Facebook tersebut. Hingga akhirnya pelaku menemukan seorang pelanggan, dan janjian untuk transaksi,” jelas AKBP Hendri Umar. 

Dalam transaksi tersebut, RPR memberi tarif kepada pelanggan sebesar Rp 700 ribu. Dan dia mengambil keuntungan sebesar Rp 300 ribu, sementara sisanya, ia berikan kepada si korban. 

Sementara itu, setelah mendapat informasi, pada Kamis (28/1/2021) petugas langsung bergerak cepat. Dan langsung melakukan penyelidikan. Di lokasi kejadian, petugas mendapati pelaku saat sedang bertransaksi dengan pelanggan. Saat kejadian, petugas berhasil mengamankan uang sebesar Rp 400 ribu dari tangan pelaku. Yang didapat dari hasil transaksi dengan pelanggan. 

Atas terjadinya hal ini, AKBP Hendri Umar mengaku prihatin. Pasalnya, baik korban maupun pelaku sama-sama masih di bawah umur. Dan masih sama-sama di usia sekolah. Untuk itu, dirinya mengimbau, kepada semua masyarakat, khususnya kepada orang tua yang memiliki anak di bawah umur, untuk bisa mengawasi putra putrinya dalam menggunaan gadget. 

“Ini kan murni menggunakan media sosial. Jadi harapannya, orang tua tidak bisa melepasan putra putrinya begitu saja untuk mengakses sosial media dan internet,” pungkas AKBP Hendri Umar. 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Masjid Khoirul Huda dengan kawalan Babinsa-Bhabinkamtibmas Sukun, menghelat sunatan gratis. Panitia sunatan gratis memusatkan acara di Jalan Simpang Sukun, RW 04...

Malang Raya

Malang Post  РPendampingan dan pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM sangat penting. Demi kemajuan usahanya, agar tetap stabil dan produktif. Karena itulah, PT Permodalan...

headline

Malang Post – Terbukti sudah, jika pinjol (pinjaman online) apalagi ilegal, bisa bikin stres hingga nekat bunuh diri. Ini akibat tak kuat dikejar-kejar debkolektor...

Malang Raya

Malang Post – Koramil 0833/ 02 Kedungkandang bersama Muspika menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan covid-19. Ini juga sekaligus melaksanakan PPKM level 2...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berupaya terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai imunitas terhadap penyakit dan virus....

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post —¬†Semakin melandainya angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19, membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful...

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...