Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Soal Liga, Kalah dengan Timor Leste

Malang – Dua musim kompetisi beruntun. 2020 dan 2021. Kembali Indonesia kalah start dengan sembilan negara ASEAN (Association South East Asian) lainnya. Dalam memastikan gelaran liga reguler domestiknya.

Jika pada tahun 2020 bersama Brunei Darussalam, tak mampu melanjutkan kompetisi, musim 2021 inipun kompetisi di Indonesia, kembali tak ada kepastian. Berbeda 180 derajat dengan sembilan negara di kawasan atau Asia Tenggara lainnya. Yakni Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Myanmar, Laos dan Timor-Leste.

Baca Juga ----------------------------

Mereka telah menuntaskan kompetisi musim 2020. Kecuali Thailand, yang menggunakan format tahun berbeda. Usai menyelesaikan musim 2019/2020. Bahkan kini tengah menggelar musim 2020/2021.   

‘’Negara ASEAN lainnya, kompetisi mereka tetap bisa berlangsung musim 2020 dan kini 2021. Karena federasi mereka, mampu meyakinkan pihak berwenang. Selain menaati protokol kesehatan. Seluruh komponen penyelenggara sepak bola atau yang terkait dengan sepak bola di negera-negara itu, benar-benar sangat patuh dalam penerapan protokol kesehatan. Mulai dari pengelola kompetisi, hingga peserta kompetisi.’’

‘’Kenapa Indonesia tidak? Itu semuanya kembali kepada PSSI. Bagaimana agar kompetisi bisa berjalan lagi di tengah pandemi Covid-19. Tetapi saya juga sepakat. Semua harus patuh kepada imbauan atau keputusan pemerintah. Termasuk kepolisian. Sama-sama bekerja meredam pesebaran pandemi. Demi kesehatan bersama,’’ ujar pemerhati sepak bola, Timo Scheunemann.

Liga 1 2020 dibubarkan, setelah hanya menyelesaikan 26 dari total 306 laga. Hanya berlangsung tiga pekan dari 34 pekan. Nasib kelanjutan musim baru Liga 1 2021, masih belum ada tanda-tanda bakal digelar. 

Kondisi force majeure pandemi Covid-19, yang mewabah sejak Maret 2020, menjadi faktor utama pihak kepolisian, tak menurunkan izin hingga saat ini.

Berbeda dengan Brunei Super League 2020 (BSL 2020). Yang diikuti 16 klub. Dihentikan karena tak mendapat izin langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah. Per tanggal 10 Maret 2020. Juga karena wabah Covid-19. Mereka baru menyelesaikan pekan kedua. Atau baru menuntaskan 16 dari total 240 laga.

Padahal kurva angka kasus positif Covid-19 di Brunei, relatif kecil. Hanya 180 orang. Angka kematian hanya tiga orang dan kesembuhan 170 orang. Berada di peringkat ke-198 dunia. Artinya masih layak untuk melanjutkan sisa 224 laga musim 2020.

Bandingkan dengan Indonesia. Kini berada pada posisi ke-19 dunia. Dengan kasus terinfeksi 1.099.687 orang. Angka kematian 30.581 orang, dengan angka kesembuhan 896.530 jiwa.

Bahkan di tangan Kapolri yang baru, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, yang menggantikan Jenderal Pol (Purn) Idham Aziz, izin penyelengaraan Liga 1 2021/2022 pun tak kunjung turun.

‘’Kami PT LIB masih menggodok dan menyusun proposal. Nantinya akan diajukan kepada Polri. Dalam proposal itu, juga berisikan simulasi pertandingan Liga 1 2021/2022. Simulasi pertandingan tersebut, nantinya juga akan digelar dihadapan petinggi Polri. Dengan protokol kesehatan Covid-19.’’

‘’Intinya pada saat mengajukan itu, sudah jadi proposalnya. Kami menyakinkan petinggi di Polri, bahwa kami lakukan seperti ini. Bahwa target meyakinkan itu, mendapatkan gambaran kalau pertandingan itu aman,’’ ungkap Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita.

Tak hanya Liga 1 2020 lalu, yang bermasalah. Bahkan jelang Liga 1 2021/2022, izin keramaian dari kepolisian, masih menjadi permasalahan bagi PSSI dan PT LIB. Setelah sebelumnya dua kali rencana melanjutkan 31 pekan laga Liga 1 2020, tak diamini pihak kepolisian. Pada bulan Oktober dan November 2020.

Pada akhirnya PSSI patah arang dan hasil rapat Exco PSSI (executive committee) tanggal  20 Januari 2021, memutuskan membubarkan lanjutan kompetisi Liga 1 2020.

Di saat PSSI dan PT LIB yang belum mampu menentukan kapan jadwal kick-off Liga 1 2021/2022 digelar, federasi sepak bola dan operator liga sembilan negara ASEAN lainnya, tinggal menghitung hari. Memulai kompetisi musim baru 2021.

Thailand masih menggelar Thai League 1 2020/2021. Tapi sudah memasuki pekan ke-17. Sejak tanggal 14 Februari 2020 hingga 28 Maret 2021 nanti. 

Vietnam dengan V.League 1 2021, telah dimulai sejak tanggal  15 Januari 2021 lalu. Sampai dengan 19 September 2021. Diikuti 14 klub.

Kemudian Singapura menggelar S-League 2021 bulan Februari-Oktober 2021. Diikuti sembilan tim. Malaysia Super League 2021, bergulir 28 Februari hingga 31 Oktober 2021dengan peserta 12 klub.

Begitu juga federasi sepak bola Kamboja. Memulai C-League 2021 pada tanggal 6 Maret hingga 17 Oktober 2021. Menyertakan 13 klub dan 10 klub dalam Myanmar National League 2021, akan berlangsung pada bulan April-September 2021.

Laos menggelar Laos Premier League 2021 sepanjang bulan Juli-Oktober 2021. Dengan kontestan tujuh klub  dan Timor-Leste dengan Primeira Divisao 2021, berlangsung 27 April-29 September 2021, yang diikuti delapan klub. Serta Philippines Football League 2021 diikuti enam klub, pada bulan Juni-Desember 2021.

‘’Harapan saya, semoga Liga 1 2021 di Indonesia tetap bisa berputar tahun ini. Vakum setahun 2020, tentu sangat merugikan banyak pihak. Mulai dari klub hingga pemain dan pelatih. Sumber nafkah keluarga mereka, dari sepak bola. Semua tergantung PSSI, bagaimana mereka bisa melobi kepolisian. Termasuk jaminan protokol kesehatan.’’

‘’Di Timor-Leste, untuk Primeira Divisao 2021 mulai 27 April nanti. Tapi saya tak bisa membandingkan dengan Indonesia. Karena di Timor-Leste, luas wilayah, jumlah penduduk dan angka terinfeksi Covid-19, jauh di bawah Indonesia,’’ ujar pelatih kiper Lalenok United Timor Leste. Yang juga mantan kiper Arema Malang, saat juara Galatama 1992/1993, Nanang Hidayat.  (act/rdt)

Kondisi Liga Domestik di ASEAN musim 2021

1.   Indonesia  : Liga 1 2021 (18 klub) ?           

2.   Brunei Darussalam : Brunei Super League (16 klub) ?

3.   Thailand   : Thai League 1 2020/2021 : 14 Februari 2020-28 Maret 2021 (16 klub)

4.   Vietnam    : V.League 1 2021 : 15 Januari-19 September 2021 (14 klub)

5.   Singapura : S-League 2021: Februari-Oktober 2021

6.   Malaysia   : Malaysia Super League 2021 : 28 Februari-31 Oktober 2021  (12 klub)

7.   Kamboja   : C-League 2021:  6 Maret-17 Oktober  2021 (13 klub)

8.   Myanmar  : Myanmar National League 2021 : April-September 2021 (10 klub)

9.   Laos          : Lao Premier League 2021 : Juli-Oktober 2021 (7 klub)

10. Timor-Leste : Primeira Divisao 2021 : 27 April-29 September 2021 (8 klub)

11. Filipina     : Philippines Football League 2021 : Juni-Desember 2021 (6 klub) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Mereka sudah vaksinasi. Sudah dua kali. Tapi, sembilan anggota DPRD Surabaya itu tertular Covid-19. Itulah headline Harian Disway edisi Jumat lalu. Itu menambah kekhawatiran...

Malang Raya

Malang-Post – Komandan Kodim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, S.E, M. Tr (Han) bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia atau KBT, Sabtu...

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang-Post – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, aparat gabungan Polsek Kedungkandang, Koramil Kedungkandang, Satpol PP, pihak kelurahan dan Linmas kembali menggelar operasi...

Ekobis

Malang-Post – Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk bumbu-bumbuan, direspon pedagang di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. “Mosok Pak, bumbu-bumbuan juga kena pajak, cek...

Opini

Mental health atau kesehatan mental terutama bagi generasi muda,saat ini para remaja seringkali menyepelekan kesehatan mental,bahkan lebih mengutamakan kesehatan fisik padahal kesehatan mental juga...

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi...