Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Dentuman Langit itu Skyquake, Ada Spekulasi: Pertanda Banyak Bencana

Foto Ilustrasi Skyquake (FelixMittermeier dari Pixabay)

TENGAH malam hingga dini hari kemarin, masyarakat Malang Raya dikagetkan oleh suara dentuman. Tidak jelas sumbernya. Begitu kerasnya sampai membangunkan Walikota Malang, Sutiaji. Pukul 00.35 WIB. “Dentuman menggema. Ada yang mengatakan, seperti suara kaki di angkasa,” katanya. Beberapa kali, sampai dini hari. Lalu muncul spekulasi; pertanda bencana.

Sutiaji meminta Kepala BPBD mencari informasi sumber suara itu. Hasilnya masih misterius. Dugaan awal, erupsi gunung Semeru atau Raung.  Waktunya memang hampir bersamaan; selasa (2/2) mulai pukul 23.00 sampai  rabu dini hari. 

Baca Juga ----------------------------

Tapi diragukan. Karena antara Raung di Banyuwangi dengan Malang jaraknya ratusan kilometer. Demikian juga Semeru, kondisinya malam itu lagi tenang. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang masih belum bisa menyimpulkan. “Rekaman sensor, tidak ada anomali,” ujar Kepala BMKG Malang, Mamuri.

BPBD  Lumajang juga tidak bisa memberi jawaban. 

“Tapi seantero Malang Raya dengar. Sumber suara masih misterius,”  terang Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto.

“Maka, semua harus waspada. Jangan ada risiko bencana. Kita harus tetap siaga. Saat terjadi hujan ataupun saat terjadi gempa,” tambah Alie. 

Fenomena menjadikan hastag dentuman trending di dunia maya.

 Informasi yang dihimpun Di’s Way Malang Post dari peneliti sains atmosfer dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut, suara dentuman itu diduga merupakan fenomena skyquake. Pernah terjadi di Bandung 21 dan 22 Mei 2020. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Minggu 20 September 2020 pukul 19.30 sampai pukul 20.00 WIB. Di Bali pada 24 Januari 2021.

 BBC juga melaporkan, skyquake pernah terdengar di Inggris hingga sebagian AS pada 2 Desember 2014. Ialah fenomena suara dari langit yang tidak bisa dijelaskan mirip meriam, terompet dan bom sonik. (Tim DMP-Eka Nurcahyo)

>>>>>Selengkapnya Di Harian Di’s Way Malang Post Edisi Kamis (4/2)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Masyarakat dapat berkomunikasi dan bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Salah satu media yang digunakan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi adalah media sosial. Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Bahkan di dalam dunia pendidikan, media social menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari sumber literasi. Namun, kemudahan akses yang diberikan media...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) bersemangat melahirkan inovasi bagi masyarakat. Kali ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta. Tim...

News

Malang Post – Masker saat ini bukan sekedarnya. Namun menjadi keharusan di setiap aktivitas. Sejak pandemi Covid-19 terjadi. Lantaran berfungsi mencegah penyebaran virus. Namun, penggunaan...

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Level 4, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar.  Minggu (25/7/2021), aparat gabungan dari Polresta...

headline

Malang Post – Sampai saat ini, vaksinasi massal sudah menjadi minat masyarakat. Terbukti dari tingginya animo dan antrian yang mengular di lokasi vaksin di Kota...

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Pendidikan

Malang Post – Polybag adalah, kantong plastik berbentuk segi empat, biasanya berwarna hitam. Digunakan untuk menyemai tanaman dengan ukuran tertentu yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Bahkan...