Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Suka Sesama Jenis Trauma Masa Lalu

PERS RELEASE: Kapolres Malang AKBP Hendri Umar didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo saat menjelaskan ungkap ke jurnalis. (Foto: GIMAN/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Seorang pria penyuka sesama jenis (gay) diamankan Polres Malang. Pasalnya, melakukan tindakan asusila kepada anak dibawah umur. Tersangkanya MAR (19) asal Sumberpucung.  Korbannya GWC (15). Geram dengan perbuatan MAR, orang tua korban lapor ke Polsek Sumberpucung dan diteruskan ke Unit PPA Polres Malang. 

MAR mengaku, penyimpangan orientasi seksual ini sejak kelas 4 SD. Saat kecil ia pernah jadi korban asusila tetangganya sendiri. Itu membuat MAR trauma. “Tersangka mengaku sejak kelas 4 SD punya kelainan seksual. Tersangka suka sesama jenis,” ujar Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Kamis (28/1). 

Baca Juga ----------------------------

AKBP Hendri menjelaskan. Modus pelaku, memberikan barang yang diminta korban. Pelaku juga melakukan berbagai upaya pendekatan, bulan November 2020. Puncaknya, saat pelaku memberikan Kamus Bahasa Korea. Sesuai keinginan korban. 

“Tersangka sempat mendekati beberapa orang. Terakhir November. Kenal korban. Mulai mendekati. Ia melakukan upaya-upaya pendekatan. Saat korban minta dibelikan apa, tersangka menyanggupi. Terakhir korban minta dibelikan kamus Korea. Kemudian korban diminta datang ke rumah tersangka. Korban diajak ke kamar. Saat itu tersangka berupaya melakukan perbuatan asusila. Korban sempat menolak. Akhirnya dipaksa tersangka,” terang AKBP Hendri Umar. 

MAR mengaku melakukan di rumahnya empat kali. “Setelah lama, akhirnya tercium orang tua korban. Maka dilaporkan ke perangkat dan Polsek Sumberpucung. Hingga kita amankan. Tersangka ini memiliki trauma saat kecil, diperlukan seperti itu. Sehingga mempengaruhi psikologis,” pungkasnya. 

Dirinya berharap, kasus menjadi pelajaran masyarakat. Terutama orang tua agar meningkatkan pendampingan ke anaknya. Unit PPA dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, saat ini memberi pendampingan terhadap korban dan orang tuanya. Harapannya mengurangi dampak psikologis korban.

Tersangka dijerat pasal 82 juncto 76 E UU no 23 tahun 2002 tentang Perubahan UU 35 tahun 2014 dan pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post– Jabatan dan nama Kasat Pol PP Kota Batu, M Nur Adhim, dimanfaatkan untuk meminta dana ke pengembang di Kota Batu. Kasus ini...

Malang Raya

Malang Pos – Menyambut HUT ke 75 Bhayangkara  pada 1 Juli mendatang, Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) bersama Kapusdokkes Polri dan Karumkit Polda...

News

Malang Post – Satgas Covid-19 Kecamatan Sumbermanjing Wetan bersama sejumlah relawan mendirikan dapur umum. Untuk memenuhi kebutuhan makan warga Dusun Rowoterate Desa Sitiarjo selama...

Malang Raya

Malang Post – Dusun Rowoterate, Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang dinyatakan zona merah Covid-19. Pasalnya, 5 warganya, teridentifikasi positif Covid-19 pada Sabtu...

News

Malang Post – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Sumbermanjing Wetan benar-benar membatasi akses keluar masuk Dusun Rowoterate Desa Sitiarjo, sejak Minggu (20/6/2021). Langkah ini...

Malang Raya

Malang-Post – Pemerintah terus kebut vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).  Kali ini warga RW 03 Kelurahan Sumbersari menjalani vaksinasi Covid-19 pada...

Pendidikan

Malang-Post – Selain pendidikan, pengajaran dan penelitian, pengabdian pada masyarakat juga bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi. Itu juga dilaksanakan  tim dosen Universitas Muhammadiyah...

Malang Raya

Malang-Post – Empat bakal calon Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu harus bersaing keras memperebutkan posisi puncak. Sebelum melakukan uji kompetensi...