Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Best Eleven Tim Nasional Ala Timo Scheunemann Era 1975 – 2020

Timo Scheunemann

Malang – Timo Scheunemann, memang berkewarganegraaan Jerman. Hingga saat ini. Namun rasa nasionalis hingga  kecintaan dan kepeduliannya, pada dunia persepakbolaan Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Bule Jowo kelahiran Pare (Kabupaten Kediri), 29 November 1973 tersebut, bahkan masih aktif menjadi pendamping tim belia, Garuda Select, seasons kedua. Selama menggelar training camp di Inggris.

Diakui sejak usia 10 tahun, Timo intens mengikuti perkembangan Timnas Indonesia. Dari tahun ke tahun. Termasuk menyimak pasang surut supremasi dan sejarah timnas. Sejak masih mengusung nama Timnas Hindia Belanda (Piala Dunia Prancis 1938), hinggi kini. Di bawah kendali pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Guru pada Wesley International School Malang tersebut, juga memiliki gambaran atau    skema pilihan Timnas Indonesia, versinya. Terutama era 1975-2020.

Pemegang lisensi kepelatihan A UEFA, sejak Januari 2000 itu menyebut, 22 nama pesepakbola yang pernah membela Timnas Merah Putih. Di era 1975-2020 yang masuk dalam skema Best XI Timnas Indonesia. Dengan pola andalan 4-3-2-1. Baik 11 pemain yang masuk starting lineup. Juga komposisi 11 pemain cadangan.

Khusus untuk kursi pelatih kepala, pria yang fasih berbahasa Jawa itu, menempatkan nama Bartje Matulapelwa.

‘’Skema Best XI Timnas Indonesia pilihan saya, memang agak subyektif. Begitu banyak pemain-pemain yang pernah bermain untuk Timnas Indonesia. Antara tahun 1975 hingga 2020. Dengan segala plus minusnya.’’

‘’Saya mencoba menganalisa dari beberapa sisi, mental psikis, teknis dan impresif dalam bermain. Ukuran sudah berapa caps dan berapa tahun, pernah membela timnas, bukan ukuran bagi saya.  Jika melihat dari sisi kua-teknis dan lain-lain pemain, untuk Timnas Indonesia versi saya, cenderung lebih pas menggunakan formasi 4-3-2-1,’’ ujar mantan pelatih kepala Timnas Indonesia Putri tahun 2008 tersebut, kepada DI’s Way Malang Post

Berikut komposisi terbaik starting lineup Best XI Timnas Indonesia, dengan pola 4-3-2-1, versi pelatih yang kini berdomisili di kawasan Jalan Karangwidoro 12, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut. 

Panjaga gawang milik Ronny Pasla (Timnas Indonesia 1966-1985). Disokong bek kiri Aji Santoso (Timnas Indonesia 1990-2000) dan pemain serba bisa, baik center back maupun kini bek kanan Aples Gideon Tecuari (Timnas Indonesia 1996-2004).

Duet bek tengah ada Robby Darwis (Timnas Indonesia 1987-1997) dan Herry Kiswanto (Timnas Indonesia 1981-1996).

Lini tengah dengan gelandang serang, diisi Zulkarnain Lubis (Timnas Indonesia 1983-1986). Diapit dua gelandang bertahan, Bima Sakti Tukiman (Timnas Indonesia 1995-2001) dan Puji Purnawan (Timnas Indonesia 1991-1992) asal Kota Batu (Malang).

Gelandang sayap  penyerang kiri, ada Rochy Melkiano Putiray (Timnas Indonesia 1991-2004) dan sebelah kanan, ditempati Boaz Theofilius Erwin Solossa (Timnas Indonesia 2004-2018). Penyerang tengah atau utama, Timo memberikan kepercayaan kepada Kurniawan Dwi Yulianto (Timnas Indonesia 1995–2005).

‘’Ingat pola 4-3-2-1 ini sudah sesuai dengan kebutuhan posisi. Bukan asal siapa yang saya suka. Contohnya saja, saya suka sekali pola main Firman Utina. Tapi kalau sepanjang masa, menurut saya dia masih di bawah Zulkarnain Lubis dan Rony Pattinasarany.’’

‘’Demikian juga saya suka Bambang Pamungkas. Namun  Kurniawan Dwi Yulianto dan Ajat Sudrajat masih di atas dia. Di bench juga bukan masalah like or dislike. Saya masukkan nama Kim Jeffrey Kurniawan dan Irfan Bachdim. Mereka mempunyai kecerdasannya dalam bermain,’’ imbuh mantan pelatih Persema Malang (2010-2011) dan Los Angeles Soccer Club (1999) itu.

Barisan 11 pemain cadangan, Timo memasukkan nama-nama, kiper Hermansyah (Timnas Indonesia 1983-1990), bek kiri Johanes Auri (Timnas Indonesia 1975-1980) dan bek kanan Simson Rumahpasal (Timnas Indonesia 1975-1980).

Dua center back Sudirman (Timnas Indonesia 1991-1996) dan Nur’alim (Timnas Indonesia 1996-2003). Trio gelandang ada Iswadi Idris (Timnas Indonesia 1968-1980), Ronald Hermanus ‘Rony’ Pattinasarany (Timnas Indonesia 1973-1981) dan Kim Jeffrey Kurniawan (Timnas Indonesia 2012 dan 2015).

Gelandang sayap penyerang kiri Mecky Tata  (Timnas Indonesia 1992) dan Irfan Haarys Bachdim (Timnas Indonesia 2010-sekarang) di kanan. Penyerang tengah Ajat Sudrajat (Timnas Indonesia 1981-1987). (act/rdt)

Best XI Timnas Indonesia

Starter  4-3-2-1

Panjaga gawang         : Ronny Pasla (Timnas Indonesia 1966-1985)

Bek kiri    : Aji Santoso (Timnas Indonesia 1990-2000)

Bek kanan : Aples Gideon Tecuari (Timnas Indonesia 1996-2004)

Bek tengah : Robby Darwis (Timnas Indonesia 1987-1997)

Bek tengah : Herry Kiswanto (Timnas Indonesia 1981-1996)

Gelandang serang : Zulkarnain Lubis (Timnas Indonesia 1983-1986)

Gelandang bertahan : Bima Sakti Tukiman (Timnas Indonesia 1995-2001)

Gelandang bertahan : Puji Purnawan (Timnas Indonesia 1991-1992)

Sayap kiri : Rochy Melkiano Putiray (Timnas Indonesia 1991-2004)

Sayap kanan : Boaz Theofilius Erwin Solossa (Timnas Indonesia 2004-2018)

Penyerang tengah : Kurniawan Dwi Yulianto (Timnas Indonesia 1995–2005)

Cadangan :

Panjaga gawang         : Hermansyah (Timnas Indonesia 1983-1990)

Bek kiri    : Johanes Auri (Timnas Indonesia 1975-1980)

Bek kanan : Simson Rumahpasal (Timnas Indonesia 1975-1980)

Bek tengah : Sudirman (Timnas Indonesia 1991-1996)

Bek tengah : Nur’alim (Timnas Indonesia 1996-2003)

Gelandang : Iswadi Idris (Timnas Indonesia 1968-1980)

Gelandang : Ronald Hermanus Pattinasarany (Timnas Indonesia 1973-1981)

Gelandang : Kim Jeffrey Kurniawan (Timnas Indonesia 2012, 2015)

Sayap kiri : Mecky Tata  (Timnas Indonesia 1992)

Sayap kanan : Irfan Haarys Bachdim (Timnas Indonesia 2010-sekarang)

Penyerang tengah : Ajat Sudrajat (Timnas Indonesia 1981-1987)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

ShowBiz

SEPERTINYA, semua yang dilakukan Kim Seon-ho didesain Tuhan untuk membuat kita semakin jatuh cinta kepadanya. Kemarin, pukul 18.00 waktu Korea, […]

ShowBiz

MENGURUSKAN atau menggemukkan badan sebelum membintangi film, itu sangat biasa buat seorang aktor. Namun, yang harus dilakukan Mark Wahlberg ini agak […]

Malang Raya

AMEG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang, melakukan kunjungan ke Gereja Betlehem Indonesia (GBI) di Jl Panglima Sudirman […]

Malang Raya

AMEG – Aksi Nyata Kemenag bersama Wali Kota Malang dan Forkopimda di Kampung Qoryah Sakinah digelar Kamis (6/5/2021). Bertempat di […]

Pendidikan

AMEG – Wisata Kopi Taji merupakan salah satu destinasi wisata yang berlokasi di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Menawarkan hamparan alam […]

headline

AMEG – Penyekatan pemudik yang akan masuk Rayon 2 (Malang Raya plus Kota/Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo) dimulai sejak dini hari […]

Advertorial

AMEG – Kabar membanggakan kembali diraih Universitas Negeri Malang (UM)  yang masuk 10 besar perguruan tinggi yang didanai pemerintah dalam […]

headline

AMEG – Ajakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada mahasiswa agar berpikir kritis dan kreatif berbuah manis. Perguruan tinggi Islam terkemuka […]

headline

AMEG – Sembilan startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) berhasil mendapatkan dana hibah dari Program Startup […]

%d bloggers like this: