Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Patriot Perjuangan Pangan dari Papua

PENGUATAN: Peserta pelatihan saat membedah menejemen pengelolaan pertanian dan peternakan

Malang – Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi pangan. Karakter geografisnya beragam. Menjadikan hasil pangan beragam pula. Jika digarap optimal, akan menjadi kekuatan pangan. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini.

Ketahanan pangan menjadi kebutuhan survive. Maka tiap daerah patut meningkatkan potensi diri. Salah satunya Papua. Kaya potensi. Sudah dikelola. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Tapi belum optimal.  

Baca Juga ----------------------------

Salah satu mitra pemerintah adalah perguruan tinggi. Melalui tri dharma, sudah menjadi kewajiban ikut berperan. Meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya. Baik alam atau manusianya.

Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua perlu ditingkatkan. Mengikuti dinamika perkembangan masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan pertanian dan peternakan harus menjadi lebih baik.

Salah satu perguruan tinggi yang mempunyai kepedulian ini, adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui Pelatihan Patriot Perjuangan Pangan: dari Papua untuk Bangsa.

Putra daerah asal Papua digembleng. Peserta program ini mendapatkan materi, pelatihan serta keterampilan bidang pertanian dan peternakan. Langkah ini sangat strategis. Bahkan mendapat perhatian dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Ia bersedia hadir dalam pelatihan tersebut. Memberikan motivasi dan harapan besar pada peserta. Muhajir nampak didampingi Rektor UMM Dr M Fauzan M.Pd, memberikan arahan saat pembukaan kegiatan, belum lama ini.

Mengawali sambutannya, Muhadjir menyatakan jika Papua memiliki kekayaan yang berlimpah. Keanekaragaman flora dan faunanya banyak. Menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, tingkat kecerdasan dan fisik manusianya tergolong bagus.

“Papua memang memiliki banyak sekali kelebihan. Baik dari sumber daya alamnya, maupun sumber daya manusianya,” terangnya lebih lanjut.

Namun demikian, ia menilai. Mental dan motivasi kerja masih harus ditingkatkan lagi. Berangkat dari hal itu, ia berharap. Agar agenda pelatihan ini, bisa menjadi salah satu langkah meningkatkan kemampuan mental kerja putra dan putri terbaik Papua.

Tak lupa, ia juga menginginkan agar para peserta bisa menjadi pionir dalam usaha memajukan Papua di masa depan.

Fauzan, rektor UMM berharap, agar pelatihan patriot Papua ini, bisa memberikan dampak yang lebih luas. Utamanya bagi para peserta yang sudah hadir dan serius mengikutinya.

“Tentu saja saya ingin melihat mereka menjadi petani yang tangguh. Tidak hanya paham teori tapi juga bisa menjadi petani yang profesional,” harapnya.

Pelatihan pangan ini, akan dilaksanakan secara periodik. Sejumlah putra putri Papua akan menjalani dua sesi.

Sesi pertama, mereka diberi pembekalan materi selama dua  hari. Kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua. Yakni praktek lapangan yang dilakukan selama dua bulan penuh.

“Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen UMM. Dalam rangka merealisasikan satu tekad dan visi UMM. Yakni, dari Muhammadiyah untuk bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, Arie Ferdinand. Salah satu peserta mengatakan: Sumber daya alam Papua memang kaya akan potensi. Sayangnya, belum dibarengi dengan pengelolaan secara baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Ia pun berharap. Melalui pelatihan patriot pangan ini, ia dan rekan-rekannya bisa memperoleh banyak keterampilan. Lebih-lebih bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Papua di bidang pertanian dan peternakan.

“Visi dan misi kami menjadi bagian dari agenda ini adalah, agar rakyat Papua dapat mengembangkan sumber daya yang dimiliki secara mandiri,” kata koordinator peserta ini. (roz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Pria berinisial WK (26) yang tega menyiksa calon anak tirinya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Batu. Ketetapan itu diutarakan langsung oleh...

News

Malang Post — Panik bercampur syok dan bersyukur sempat selamatkan diri, Rabu (27/10/2021) siang, saat mesin mobil padam tepat di jalur perlintasan kereta api. Brakkk!!...

News

Malang Post – Apa yang sesungguhnya terjadi di rumah Farm Flower Losari Singosari masih misteri. Apa sebab Fitri meninggal dan Agung mengalami luka tusuk...

Kesehatan

Malang Post – Penyakit nyeri dan kanker sangat menyeramkan dan bisa diderita ke siapa saja. Tanpa mengenal usia hingga jenis kelamin seseorang.  Bahkan hampir...

Malang Raya

Malang Post – Dishub Kota Malang dan Polresta Malang Kota sedang menggodok aturan sepeda motor melintas di jalan fly over. Namun, masih dalam tahap...

Malang Raya

Malang Post – Karyawan Ramayana mengikuti simulasi pemadaman kebakaran di Jalan Merdeka Timur nomor 1 Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Klojen Kota Malang. Rabu, 27...

Pendidikan

Malang Post –  Dalam rangka menyambut Dies Maulidiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang ke-60, dan berdekatan dengan Hari Santri Nasional 2021, UIN Maulana...

Malang Raya

Malang Post –  Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Setda Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis Metode Cara Cepat Baca Kitab Kuning Bagi Guru Madrasah Diniyah...