Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sumiatin ke Meja Hijau, Siapa MJ?

NASIBMU: Sumiatin saat diperiksa Bawaslu Kabupaten Malang. (Foto: Giman/HARIAN DI/S WAY MALANG POST)

Malang – Kasus money politic menyeret salah satu warga Kecamatan Gedangan, Sumiatin. Perkaranya terus berlanjut. Saat ini, masih dalam proses persidangan.

Dia dilaporkan, karena kedapatan sedang membagikan amplop berisi uang. Juga, mengajak penerima untuk memilih salah satu paslon.

Belakangan ada satu warga lagi. Berinisial MJ. Seharusnya juga ditangkap. Dalam kasus ini, MJ diduga sebagai orang yang memberi instruksi kepada Sumiatin. Agar membagikan amplop tersebut. 

“Waktu kejadian, sebenarnya ada dua orang terduga. Seharus diamankan juga. Satu bernama Sumiatin yang sudah ditahan. Satu lagi berinisial MJ. Dugaannya, MJ ini yang menyuruh Sumiatin,” ujar Ketua tim hukum Paslon SanDi, Agus Subyantoro, saat ditemui di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Menurut analisanya, jika MJ ditangkap dan diperiksa lebih jauh, kasus money politic ini bisa dikembangkan. Bisa mengetahui lebih jauh, siapa saja yang terlibat dalam perkara ini.

“Saya punya keyakinan. Ada garis instruksi dari tingkat atas tim paslon yang bersangkutan. Karena ini menyangkut uang yang tidak sedikit,” imbuh Agus. 

Dirinya memiliki keyakinan kuat, jika perkara politik uang ini, memang dilakukan oleh oknum tim paslon nomor urut 2. Itu dikuatkan dari keterangan saksi. Juga, beberapa bukti yang berhasil diamankan saat kejadian. 

“Karena pada saat tertangkap tangan, mereka kedapatan membawa APK (Alat Peraga Kampanye.red) berupa stiker bergambar paslon nomor urut 2. Kalau alat bukti tidak kuat, tidak mungkin perkara ini P21 (sempurna.red). Kalau dari kacamata kami, ini memang benar mengarah kepada dugaan aksi money politic oleh tim paslon nomor urut 2,” tegas Agus.

Dirinya berharap, perkara ini bisa menjadi efek jera. Terutama bagi pihak-pihak yang diduga terlibat. Terlebih agar tidak kembali terjadi pada gelaran pemilihan umum (pemilu) selanjutnya.

“Harapannya, ini bisa sebagai efek jera. Agar dalam kontestasi Pemilu selanjutnya, tidak ada aksi serupa. Kemudian, agar tidak ada kesan merendahkan warga Kabupaten Malang dengan uang Rp 20 ribu. Kami juga mendesak aparat yang berwenang segera menangkap MJ,” terang Agus. 

Dari catatan yang dihimpun tim hukum SanDi, ada sebanyak 19 kejadian aksi money politic.  Terjadi di sembilan kecamatan di Kabupaten Malang. Semuanya sudah dilaporkan ke Bawaslu. Tapi, baru perkara Sumiatin ini yang sedang dalam proses. 

“Ya kami menunggu Bawaslu, entah sudah memenuhi apa belum,” pungkas Agus. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Panitia Lokal UM-PTKIN Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan simulasi persiapan pelaksanaan ujian Sisitem Seleksi Elekteronik (SSE) […]

Pendidikan

AMEG – Tidak hanya aktif di dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga aktif dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia ke luar […]

Malang Raya

AMEG – Selasa (18/5/2021) pagi, aparat gabungan TNI-Polri menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, dalam rangka  PPKM Mikro Jilid […]

Malang Raya

AMEG – Perajin sekaligus pedang ketupat mulai menjajakan dagangannya di hampir setiap pasar yang ada di Kota Malang. Salah satu […]

headline

AMEG – Civitas Universitas Negeri Malang (UM) yang berdomisili di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau Kelurahan Tlogomas mengikuti swab […]

ShowBiz

Andrea Meza menjadi perempuan ketiga Meksiko yang menyabet gelar Miss Universe. Punya gelar sarjana software engineering dan berprofesi sebagai penata rias, […]

headline

AMEG – Operasi Ketupat Semeru 2021 berakhir Senin (17/5/2021). Kendati demikian, penyekatan tetap dilanjutkan hingga 24 Mei 2021. Sebagai upaya […]

Malang Raya

AMEG – Lebaran sudah berlalu. Tapi ada netizen yang usil bertanya, Cak Sodiq apa pernah nyekar? Pernah sungkeman ? Pentolan  […]

headline

AMEG – Yudha (19), korban terseret arus Pantai Sendiki, Minggu (17/5/21) malam, ditemukan sudah tak bernyawa, meski kondisi tubuhnya utuh. […]

%d bloggers like this: