Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sumiatin ke Meja Hijau, Siapa MJ?

NASIBMU: Sumiatin saat diperiksa Bawaslu Kabupaten Malang. (Foto: Giman/HARIAN DI/S WAY MALANG POST)

Malang – Kasus money politic menyeret salah satu warga Kecamatan Gedangan, Sumiatin. Perkaranya terus berlanjut. Saat ini, masih dalam proses persidangan.

Dia dilaporkan, karena kedapatan sedang membagikan amplop berisi uang. Juga, mengajak penerima untuk memilih salah satu paslon.

Baca Juga ----------------------------

Belakangan ada satu warga lagi. Berinisial MJ. Seharusnya juga ditangkap. Dalam kasus ini, MJ diduga sebagai orang yang memberi instruksi kepada Sumiatin. Agar membagikan amplop tersebut. 

“Waktu kejadian, sebenarnya ada dua orang terduga. Seharus diamankan juga. Satu bernama Sumiatin yang sudah ditahan. Satu lagi berinisial MJ. Dugaannya, MJ ini yang menyuruh Sumiatin,” ujar Ketua tim hukum Paslon SanDi, Agus Subyantoro, saat ditemui di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Menurut analisanya, jika MJ ditangkap dan diperiksa lebih jauh, kasus money politic ini bisa dikembangkan. Bisa mengetahui lebih jauh, siapa saja yang terlibat dalam perkara ini.

“Saya punya keyakinan. Ada garis instruksi dari tingkat atas tim paslon yang bersangkutan. Karena ini menyangkut uang yang tidak sedikit,” imbuh Agus. 

Dirinya memiliki keyakinan kuat, jika perkara politik uang ini, memang dilakukan oleh oknum tim paslon nomor urut 2. Itu dikuatkan dari keterangan saksi. Juga, beberapa bukti yang berhasil diamankan saat kejadian. 

“Karena pada saat tertangkap tangan, mereka kedapatan membawa APK (Alat Peraga Kampanye.red) berupa stiker bergambar paslon nomor urut 2. Kalau alat bukti tidak kuat, tidak mungkin perkara ini P21 (sempurna.red). Kalau dari kacamata kami, ini memang benar mengarah kepada dugaan aksi money politic oleh tim paslon nomor urut 2,” tegas Agus.

Dirinya berharap, perkara ini bisa menjadi efek jera. Terutama bagi pihak-pihak yang diduga terlibat. Terlebih agar tidak kembali terjadi pada gelaran pemilihan umum (pemilu) selanjutnya.

“Harapannya, ini bisa sebagai efek jera. Agar dalam kontestasi Pemilu selanjutnya, tidak ada aksi serupa. Kemudian, agar tidak ada kesan merendahkan warga Kabupaten Malang dengan uang Rp 20 ribu. Kami juga mendesak aparat yang berwenang segera menangkap MJ,” terang Agus. 

Dari catatan yang dihimpun tim hukum SanDi, ada sebanyak 19 kejadian aksi money politic.  Terjadi di sembilan kecamatan di Kabupaten Malang. Semuanya sudah dilaporkan ke Bawaslu. Tapi, baru perkara Sumiatin ini yang sedang dalam proses. 

“Ya kami menunggu Bawaslu, entah sudah memenuhi apa belum,” pungkas Agus. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Wisata

Malang Post – Butuh refreshing di tengah pandemi? Cari tempat menginap sekaligus piknik atau camping? Bisa mencoba di HARRIS Hotel & Conventions Malang. Hotel dengan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa memberikan kontribusi dan perhatiannya bagi masyarakat luas. Kampus Putih juga terus memberikan manfaat bagi siapapun yang membutuhkan....

Malang Raya

Malang Post – Polresta Malang Kota kembali melakukan serbuan vaksinasi dosis pertama di Lapas Kelas I Malang, Selasa (28/9/2021). Dalam kegiatan ini, Polresta Malang Kota...

Kriminal

Malang Post – Upaya Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap pembunuh di Jalan Emprit, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pelakunya, tidak lain, suami siri korban...

Malang Raya

Malang Post – Forum lalu lintas Kota Batu mulai merumuskan penerapan pembatasan kendaraan dengan sistim ganjil genap. Rumusan tersebut sesuai dengan Inmendagri Nomor 43 tentang...

Malang Raya

Malang Post – Kota Batu jadi kota ke-9 di Jatim yang mencapai herd immunity vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, delapan daerah di Jatim telah mencapai herd immunity...

News

Malang Post — Bau busuk menyengat terjepit bebatuan karang pantai Jonggring Saloka, masuk Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Selasa (28/9/2021) pagi, warga pencari rumput...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara II Kompetisi Debat Hukum Online Nasional Dies Natalis 26th of Sharia Economic...