Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Lupa Rapid Ditest di Lokasi

Malang – Di Kota Malang dalam kurun waktu sepekan terakhir terjadi lonjakan penambahan pasien konfirmasi positif Covid-19 yang cukup tinggi. Tercatat, mulai periode 11-18 Desember 2020 ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 674 kasus.  Demikian juga di Kota Batu dan Kabupaten Malang. Kota Malang jadi zona merah.  Kota Batu dan Kabupaten Malang oranye.

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan terjadi lonjakan wisatawan di Malang Raya. Karena itu, menindaklanjuti kebijakan Satgas Covid-19 Nasional tentang Protokol Kesehatan (Prokes) Perjalanan Orang selama Nataru, para kepala daerah di Malang Raya mengeluarkan kebiajakan wisatawan menginap wajib bawa surat rapid antigen negatif. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Baca Juga ----------------------------

Menyikapi ini Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, akan menggandeng Dinas Kesehatan (Dineks), untuk menyediakan obat-obatan, dan alat rapid test, di setiap pos pengamanan, dan pos pelayanan. Alat rapid test itu berguna jika seseorang dari luar kota yang akan berkunjung ke Kota Malang tidak bisa menyertakan hasil rapidnya. “Secara otomatis mereka akan diwajibkan rapid di lokasi itu,” ujar Leo Simarmata, kemarin. 

Para wisatawan yang lupa tidak rapid di daerahnya, lanjut Leo, bisa rapid di masing masing Pos Pelayanan. “Kami sediakan rapid test itu dengan gratis dan unlimited bagi siapa saja yang akan berkunjung di Kota Malang,” jelasnya. 

Hasilnya bisa di tunggu. Kalau memang non-reaktif mereka akan bisa melanjutkan  perjalanan. Kalau hasilnya reaktif, papar Leo, mereka akan dikembalikan atau direkomendasikan ke RS rujukan. 

Di wilayah Kota Malang, pihaknya menyiapkan tiga pos pengamanan dan dua pos pelayanan. Lokasinya di batas-batas kota, semisal di pintu keluar Tol Madyopuro, dan Graha Kencana. “Selain menyiapkan tes cepat Covid-19, kami juga tetap menggelar Operasi Yustisi,” jelas Leo. 

Pencegahan Covid-19 saat Nataru juga dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang. Satgas tidak akan mentolerir wisatawan yang bakal berkunjung ke Kabupaten Malang saat libur Nataru. Artinya, pemeriksaan terhadap wisatawan akan diperketat. 

Salah satu syaratnya, wisatawan harus bawa surat rapid antigen nonreaktif. Tidak ingin kecolongan, Pemkab Malang juga menyediakan 3.600 rapid antigen, khusus untuk momen Nataru bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang tetapi tidak membawa hasil rapid antigen. “Ini akan dilakukan secara acak di seluruh Kabupaten Malang,” ujar Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol (Inf) Yusub Dodi Sandra.

Pendatang atau wisatawan yang dinyatakan positif, lanjut dia, akan diarahkan untuk kembali. Hal itu juga berlaku bagi pendatang yang kedapatan tidak membawa surat keterangan dan enggan dilakukan rapid antigen di tempat. Untuk lokasinya, difokuskan di titik-titik yang berpotensi ada peningkatan aktivitas. Seperti tempat wisata atau titik-titik yang menjadi pintu masuk menuju Kabupaten Malang. Informasinya, operasi rapid antigen akan dibarengkan dengan Operasi Yustisi oleh Polres Malang dalam rangka penerapan prokes.

Terpisah Kapolres Batu, AKBP Catur C Wibowo menjelaskan, pemeriksaan bagi wisatawan yang akan ke Batu saat libur Nataru dan harus bawa rapid antigen negatif, akan dilakukan personel gabungan. Terdiri TNI/Polri, Ormas, dinas terkait. Mereka disiagakan pada pos-pos yang telah tersedia sesuai dengan Operasi Lilin. 

“Pos-pos itu tersebar di lima pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Mulai dari Pendem, Alun-alun, Songgokerto, Pujon, dan Batos. Sedang pos pelayanan berada di Kasembon,” tutur Catur. 

Untuk penindakan, secara selektif prioritas. “Tidak semua kendaraan kami berhentikan. Karena jika semua kendaraan diberhentikan dan dilakuan tes rapid, maka macetnya bisa sampai Kota Malang,” kata Catur C Wibowo.(roz/ant/ekn) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...