Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Ibadah Natal di Masa Pandemi, Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Jemaat

PERSIAPAN: Umat Nasrani saat mempersiapkan ibadah Natal. Nantinya akan ada aturan khusus terkait ibadah Natal yang disesuaikan dengan SE Kemenag.( Joffa Safik/DI’s Way Malang Post)

Jakarta – Aktivitas ibadah perayaan Natal tahun ini, harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan para jemaat. Sebagai langkah antisipasi, Kementerian Agama telah mengeluarkan edaran Menteri Agama No. 23 Tahun 2020. Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.

‘’Surat edaran ini diharapkan dapat meminimalkan risiko. Tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas umat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Natal,’’ jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca Juga ----------------------------

Para pemuka agama Kristiani, kata dia, diminta untuk dapat mematuhi surat edaran tersebut. Agar ibadah Natal dapat dijalankan dengan aman dan bebas dari Covid-19, tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah.

Untuk para jemaat, juga diminta sebisa mungkin merayakan ibadah Natal dan tahun baru, dengan damai dan khidmat di rumah saja. Guna menghindari penularan Covid-19 yang semakin tinggi akhir-akhir ini.

‘’Karena jangan sampai muncul klaster baru di tengah momen bahagia, yang seharusnya menjadi selebrasi seluruh umat Nasrani di Indonesia,’’ pesan Wiku. 

Untuk diketahui, dalam surat edaran Menteri Agama No. 23 Tahun 2020, mengatur kewajiban umat dan rumah ibadah. Untuk umat, harus dalam kondisi sehat, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, menghindari bersalaman atau berpelukan, menjaga jarak antar jemaat atau umat, menghindari berdiam lama di rumah ibadah. Bagi jemaat jemaat anak-anak dan lanjut usia, diimbau untuk beribadah secara daring. Dan jemaat ikut peduli terhadap penerapan protokol kesehatan. 

Lalu, kewajiban bagi pengelola rumah ibadah harus membentuk Satgas Covid-19 tingkat rumah ibadah, di-disinfeksi secara berkala, membatasi pintu atau jalur keluar masuk rumah ibadah, menyediakan fasilitas cuci tangan, menyediakan alat pengecekan suhu dan menerapkan pembatasan jarak.

Juga melakukan pengaturan jumlah jemaat yang berkumpul dalam waktu bersamaan, mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah, memasang imbauan penerapan protokol kesehatan dan memberlakukan kewajiban untuk menunjukkan hasil tes COVID-19 bagi jemaat atau umat tamu dari luar kota. 

Sementara itu, terkait perkembangan peta zonasi risiko pada pekan ini, menunjukkan adanya perubahan pada zona merah (risiko tinggi) dan oranye (risiko sedang). Hal ini terlihat dari jumlah penurunan daerah, yang masuk zona merah dan oranye secara mingguan. Namun Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan, hal ini bukan berarti penanganan harus dikendurkan.

‘’Dan ini tentunya berbahaya. Apabila sedikit saja kelengahan dalam penanganan kasus pada periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, maka terbuka kemungkinan daerah pada zona risiko sedang berpindah ke zona risiko tinggi,’’ tegasnya.

Secara rincinya, daerah yang masuk zona merah, jumlahnya mengalami penurunan. Dari 64 kabupaten/kota pada Minggu sebelumnnya, menjadi 60 kabupaten/kota. Pada zona oranye, juga terlihat menurun. Dari 380 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya, menjadi 378 kabupaten/kota pekan ini. 

Namun untuk daerah yang berada di zona kuning atau risiko rendah, jumlahnya sedikit meningkat. Dari 59 kabupaten/kota pekan sebelumnya, menjadi 64 kabupaten/kota. Meski demikian, pada zona hijau tidak ada kasus baru, jumlahnya meningkat dari tujuh menjadi delapan kabupaten/kota. Pada zona hijau, tidak terdampak jumlahnya masih sama dengan pekan lalu, sebanyak empat kabupaten/kota. 

Wiku juga mengimbau semua pihak terkait, untuk melakukan upaya 3T (testing, tracing dan treatment) secara masif. Penegakan disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan. ‘’Sehingga risiko Covid-19 di daerah dapat dikendalikan,’’ tandasnya. (* rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...

Pendidikan

Malang Post — Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) makin giat membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya. Meski masih dalam...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...