Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

OJK: Waspadailah Investasi Bodong

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri.

Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengajak masyarakat lebih kritis dalam menentukan produk investasi. Sebab, ada beberapa konsekwensi buruk yang mungkin datang, jika masyarakat begitu saja dengan mudah percaya produk investasi ilegal. 

Bukan untung, malah buntung. Hal itu seperti terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Setidaknya sudah ada 67 korban yang melapor, dengan kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar. 

Baca Juga ----------------------------

Konsekwensi yang dimaksud adalah hilangnya uang yang telah disetor untuk investasi. Terlebih kepada lembaga yang tidak legal. Ataupun investasi dengan lembaga yang tidak ada hubungannya dengan perbankan. Dan kesempatan korban untuk dapat meraih pengembalian uang juga terbilang kecil.

“Kalau dalam kasus investasi bodong yang tak ada kaitannya dengan lembaga perbankan, sulit kembali karena dananya tidak masuk dalam sistem perbankan. Itu merupakan risiko yang harus ditanggung masyarakat yang melakukan investasi kepada lembaga yang tidak legal,” ujar Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri.

Untuk itulah, agar tidak tertipu, OJK Malang mengajak masyarakat berpikir kritis saat menentukan produk investasi. Menurut Sugiarto, lembaga investasi ilegal yang menjanjikan hasil investasi tinggi dan tidak masuk akal, sudah dapat digolongkan sebagai investasi bodong. “Investasi yang menjanjikan hasil yang tinggi dan tidak masuk akal patut diwaspadai,” imbuh Sugiarto.

Sugiarto menyerukan kepada masyarakat agar memahami prinsip-prinsip investasi yang digaungkan OJK. Misal, seperti legal dan logis. Termasuk legalitas lembaga penyelenggara investasi. “Legal dan logis harus dikedepankan sebelum masyarakat melakukan investasi.Letakkan dana investasi pada lembaga yang legal,” tegas Sugiarto.

Dia menyebut, ada cara mudah untuk mengetahui lembaga investasi yang legal dan juga berada dalam pengawasan OJK. Legalitasnya, juga dapat dilihat di website ojk.co.id. Guna memberantas buta pengetahuan tentang produk investasi, Sugiarto menyatakan OJK Malang akan lebih menggiatkan sosialiasi dan edukasi.

“Kami akan meningkatkan kegiatan literasi dan sosialisasi mengenai produk perbankan, investasi dan pembiayaan,” pungkas Sugiarto.(riz/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...

Malang Raya

Malang Post – Warga Kabupaten Malang menyambut antusias gelaran Vaksinasi Gotong Royong. Giat ini diselenggarakan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) dan Keluarga Besar UB (Universitas Brawijaya),...

Pendidikan

Malang Post – Program akselerasi vaksinasi terus dilakukan pemerintah. Mulai dari tingkat pusat maupun di daerah. Tak ketinggalan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ikut andil melakukan...

headline

Malang Post – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang...