Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Potensi Kelor untuk Redam Covid-19.

PKM: Mahasisa Universitas Negeri Malang (UM) yang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Wagir Kabupaten Malang.

Malang – Potensi daun kelor, ternyata sangat besar sekali. Tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Hingga mampu mengatasi kekurangan nutrisi dan berbagai masalah kesehatan.

Kelor juga berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan, industri kosmetik dan perbaikan lingkungan, dari pencemaran dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 ini, daun kelor bisa menjadi bahan suplemen bernutrisi tinggi bagi masyarakat.

Faktor itulah yang mendasari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM), untuk menjalin kemitraan guna memanfaatkan peluang bisnis yang tersedia, dari pemanfaatan daun kelor.

‘’Pelaksanaan hilirisasi pemanfaatan produk daun kelor, berupa tepung, kapsul dan teh kelor, dilaksanakan di Dusun Bunder Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir, Kab. Malang. Ada sekitar 50 warga yang ikut dalam penyuluhan tersebut,’’ ujar Ketua Tim PKM UM, Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D.

Tidak hanya sekadar penyuluhan, Tim PKM UM juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Termasuk pemasaran produk daun kelor. Karena memang bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

‘’Selain itu, juga bisa meningkatkan sinergi dengan pemerintah, dalam rangka membangun ketahanan pangan dalam negeri, selama masa pandemic wabah corona di Indonesia,’’ tegas Staf Ahli WR 3 UM ini.

Disebutkan pula, permintaan dari negara-negara lain, terhadap produk dari daun kelor, sangat besar sekali. Sementara UMKM yang ada dan sudah mulai memproduksi bahan dari daun kelor, belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

‘’Padahal ekstrak daun kelor itu bisa menjadi probiotik. Bahkan sudah ada produk probiotik, yang memanfaatkan daun kelor sebagai bahannya. Jadi ini bisa menjadi alternatif untuk pengobatan virus Covid-19,’’ sebut dia sembari menjelaskan, ada 59 mahasiswa yang terlibat aktif dalam pengabdian kepada masyarakat ini.

Apalagi, katanya, pohon kelor merupakan jenis tanaman yang sangat mudah dikembangbiakan. Tumbuh dan dibudidayakan di lahan masyarakat. Baik tegalan, kebun, pinggiran sawah dan pekarangan rumah penduduk.

Tanaman kelor, juga memiliki banyak manfaat yang tersebar disetiap bagiannya. Mulai dari daun, biji, batang, maupun akar.

‘’Kami berharap, dari hasil kegiatan pengabdian ini, bisa menjadikan tanaman kelor sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat. Termasuk membantu warga masyarakat yang memerlukan bahan suplemen bernutrisi tinggi, selama masa wabah virus corona,’’ demikian ujar Hendra. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Di's way

PLASMA Konvalense untuk Walikota Sutiaji Dkk bisa saja diberikan sebagai alternatif perlawanan terhadap covid-19 yang tengah diderita. Darah itu hasil donor para penyitas (sembuh...

Di's way

Batu – Kota Batu kembali zona merah. Setelah sekian lama mandek di zona oranye. Faktor utama yang menyebabkan kota wisata ini ke zona merah...

Di's way

Lembata – Rabu (2/11) pagi, Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, sudah tiba di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak Pusat Vulkanologi dan...

Di's way

Malang – Jumlah kasus aktif di Indonesia, per 1 Desember 2020, berada di angka 72.015 kasus atau 13,2 persen. Angka ini masih lebih rendah,...