Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Gelontorkan Rp 4 Miliar, Agar Terang Saat Petang

PERAWATAN: Petugas DPUPR Kota Batu saat melakukan perawatan PJU dan PJL. Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST

Batu – Kota Wisata Batu (KWB). Dari namanya, telah mencerminkan di kota ini banyak destinasi wisata.

Maka perlu dipercantik kawasannya, terutama di malam hari. DPUPR Kota Batu memprogramkan meluncurkan 350 lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), setiap tahunnya.

Baca Juga ----------------------------

Tak main-main mewujudkan program tersebut. Agar terlaksana tepat sasaran digelontorkan anggaran Rp 4 miliar. Pelaksanaannya dimulai setelah persetujuan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dari Pemprov Jawa Timur.

Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan: Anggaran sebesar itu akan digunakan membangun 350 titik yang dari 226 PJU dan 124 PJL. Untuk PJU anggarannya Rp 2.179 miliar. Sedangkan untuk PJL anggarannya Rp 1,9 miliar.

“Dari 350 titik itu, akan tersebar di seluruh ruas jalan protokol Kota Batu yang belum terpasang PJU dan PJL. Nantinya lampu yang akan kami gunakan adalah lampu biasa, bukan yang bertenaga surya,” paparnya.

Bertambahnya penerangan jalan, diharapkan mampu menunjang kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Selain dua hal utama tersebut, harapannya makin mempercantik Kota Batu saat matahari terbenam.

“Ketika penerangan telah terpasang. Para pengguna jalan tak perlu was-was lagi saat malam hari. Karena kondisi jalan sudah baik dan mantap. Didukung penerangan yang memadai,” tururnya.

Bukan itu saja, lampu juga merupakan salah satu perangkat penting sebagai estetika perkotaan. Apalagi kota wisata.

DPUPR tetap berupaya maksimal agar penerangan bisa merata di tiga kecamatan secara bertahap. Kota Batu masih kekurangan 3000 titik.

“Masih banyak kekurangan. Sekitar 3000 titik sejauh ini belum terpasang. Secara bertahap dipasang. Tiap tahun 300-350 titik kita pasang. Karena keterbatasan anggaran yang tersedia,” kata dia.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman mengapresiasi apa yang dilakukan DPUPR. Khususnya untuk pemasangan PJU dan PJL. Namun Nurochman juga mengingatkan karena ia sering menemui lampu yang mati.

“Untuk pemasangan infrastruktur PJU dan PJL kami anggap sudah sangat responsif,” ungkapnya. Ini penting sebagai pelengkap fasilitas umum di Kota Batu. “Jadi untuk pemasangan PJU dan PJL harus benar-benar maksimal. Apalagi fasilitas umum ini penting. Tak hanya bagi warga Kota Batu, tapi juga bagi wisatawan,” pungkasnya. (ant/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Level 4, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar.  Minggu (25/7/2021), aparat gabungan dari Polresta...

headline

Malang Post – Sampai saat ini, vaksinasi massal sudah menjadi minat masyarakat. Terbukti dari tingginya animo dan antrian yang mengular di lokasi vaksin di Kota...

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Malang Raya

Malang Post – Tren kasus Covid klaster keluarga di Kota Malang, masih menunjukkan kenaikan setiap harinya. Bahkan hingga meninggal dunia, saat dijemput ambulans menuju ke rumah...

headline

Malang Post – Kasus kematian terpapar covid-19 di Kota Malang mengalami penurunan. Sementara warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) naik. Diharapkan melapor ke puskesmas demi...

News

Malang Post – Musibah menimpa seorang pemotor lansia. Setelah menyalip, ia serempetan. Rabu (22/7/2021) pagi di Jl Raya Damean, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari. Sopir truk...

headline

Malang Post – Walikota Malang didaulat Gubernur Jawa Timur. Memaparkan progres pelaksanaan penanganan covid-19 di masa PPKM Darurat yang berganti menjadi PPKM level IV. ...