MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, memprakirakan sebagian besar wilayah provinsi ini akan menikmati cuaca cerah pada Sabtu (25/7/2026). Di balik kondisi yang mendukung aktivitas luar ruangan tersebut, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak musim kemarau. Mulai dari suhu udara yang semakin panas pada siang hari, fenomena udara kabur, hingga penurunan suhu ekstrem atau bediding yang masih terjadi di Malang Raya.
Cuaca cerah diprakirakan mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Sabtu (25/7/2026). Kondisi tersebut diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, namun BMKG mengingatkan agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang mulai terasa, terutama risiko dehidrasi akibat paparan sinar matahari serta perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam.
Berdasarkan prakiraan BMKG Jawa Timur, sejumlah kabupaten diprediksi mengalami cuaca cerah sepanjang hari, di antaranya Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Probolinggo, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sejumlah kota, seperti Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kota Surabaya. Langit diprakirakan cerah dengan tutupan awan yang minim sehingga intensitas penyinaran matahari akan terasa lebih kuat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Di sisi lain, fenomena udara kabur masih berpotensi muncul di sejumlah daerah. BMKG memprakirakan kondisi tersebut terjadi di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Pasuruan.
Udara kabur juga diperkirakan menyelimuti Jombang, Nganjuk, Madiun, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, hingga Kota Batu.
Fenomena udara kabur umumnya disebabkan oleh partikel-partikel kering seperti debu dan polutan yang melayang di atmosfer sehingga mengurangi jarak pandang hingga sekitar 1–5 kilometer. Kondisi ini lazim terjadi pada musim kemarau ketika curah hujan rendah dan kelembapan udara menurun.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala maupun tabir surya, serta membatasi aktivitas fisik berat saat matahari berada pada puncak penyinaran.
Bediding Masih Terasa di Malang Raya
Sementara itu, wilayah Malang Raya masih dipengaruhi fenomena bediding, yaitu penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hingga dini hari akibat dominasi angin kering dari Benua Australia serta minimnya tutupan awan.
Di Kota Malang, suhu udara minimum diprakirakan berada pada kisaran 15–17 derajat Celsius pada dini hari. Memasuki siang, suhu meningkat hingga sekitar 27 derajat Celsius sebelum kembali turun pada malam hari.
Kondisi lebih dingin diperkirakan terjadi di Kota Batu. Kabut tebal masih berpotensi muncul pada dini hari hingga pagi hari dengan suhu udara berkisar 14–15 derajat Celsius.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan wisatawan, agar menggunakan pakaian hangat ketika beraktivitas pada pagi maupun malam hari untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat udara dingin.
Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Laut Selatan
Selain suhu dingin, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di wilayah Malang Raya yang dipengaruhi penguatan Monsun Australia.
Di kawasan pesisir selatan, angin diperkirakan bertiup dengan kecepatan 15–18 knot dan berpotensi meningkat secara tiba-tiba hingga mencapai 28 knot. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tinggi gelombang laut yang diprakirakan berada pada kisaran 1,25–2,5 meter atau masuk kategori sedang.
Nelayan, operator perahu wisata, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melaut maupun melakukan aktivitas wisata bahari.
Pendaki Diminta Siapkan Perlengkapan Thermal
Suhu udara yang lebih ekstrem diperkirakan terjadi di kawasan pegunungan, terutama Gunung Bromo dan Semeru. Pada malam hingga dini hari, suhu udara dapat turun hingga di bawah 8–10 derajat Celsius.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko hipotermia bagi pendaki yang tidak menyiapkan perlengkapan memadai. Karena itu, BMKG mengimbau wisatawan dan pendaki membawa jaket tebal, pakaian berlapis, sarung tangan, penutup kepala, serta perlengkapan thermal untuk menjaga suhu tubuh selama berada di kawasan pegunungan.
Secara umum, BMKG menilai cuaca di Jawa Timur pada Sabtu ini relatif kondusif untuk berbagai aktivitas masyarakat. Namun, warga tetap diminta memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Ra Indrata)




