Delegasi FEBI UIN Palangka Raya Mengnjungi Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kembali menjadi rujukan studi banding perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia. Kali ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya, memboyong jajaran pimpinannya untuk mempelajari secara mendalam, implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan pengukurannya di FE UIN Malang, Selasa (21/7/2026).
Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi rujukan studi banding bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia. Kali ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya melakukan kunjungan akademik pada Selasa (21/7/2026) guna mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan FE UIN Malang.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan (Meeting Room) FE UIN Malang tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FEBI UIN Palangka Raya, Dr. Hj. Tri Hidayati, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan fakultas serta ketua program studi.
Dalam sambutannya, Dr. Tri Hidayati menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas tata kelola akademik, khususnya dalam penyelarasan kurikulum berbasis OBE yang kini menjadi standar standar pendidikan tinggi nasional.
“Kami ingin belajar langsung dari Fakultas Ekonomi UIN Malang, terutama terkait efektivitas implementasi Outcome-Based Education. Selama ini, pengukuran ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) di kampus kami masih kekurangan instrumen (tools) yang memadai, sehingga tingkat validitas pengukurannya belum optimal,” ungkapnya, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, FEBI UIN Palangka Raya saat ini tengah melakukan restrukturisasi kurikulum agar tetap relevan dengan dinamika kebijakan pendidikan tinggi dan kebutuhan industri modern.
“Perubahan kurikulum di kampus kami harus merespons perkembangan zaman. Oleh karena itu, kami merasa perlu menimba pengalaman dari UIN Malang yang telah lebih dahulu berhasil mengembangkan dan menerapkan sistem OBE,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FE UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Misbahul Munir, M.E.I., menjelaskan bahwa esensi mendasar dari OBE adalah mengubah paradigma pembelajaran dari yang semula berfokus pada proses (process-oriented) menjadi berorientasi pada hasil lulusan (learning outcomes).
“Paradigma yang harus kita bangun saat ini adalah menyusun kurikulum OBE dengan memfokuskan pertanyaan: mahasiswa mampu melakukan apa setelah lulus? Bukan lagi sekadar mahasiswa belajar apa. Seluruh proses pembelajaran harus dirancang presisi agar menghasilkan kompensasi lulusan yang terukur dan sesuai kebutuhan dunia kerja maupun masyarakat,” tegasnya.
Menurut Dr. Misbahul, penerapan OBE tidak berhenti pada perumusan dokumen kurikulum semata, tetapi mencakup penyediaan sistem evaluasi yang mampu mengukur ketercapaian CPL secara valid, berkelanjutan, dan berbasis data (data-driven). Oleh sebab itu, pengembangan perangkat penilaian menjadi kunci keberhasilan penerapan kurikulum ini.
Usai sesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi teknis yang melibatkan para ketua dan sekretaris program studi di lingkungan FE UIN Malang. Kedua pihak berdiskusi intensif mengenai penyusunan pemetaan CPL, mekanisme asesmen pembelajaran, pengembangan instrumen pengukuran, hingga strategi evaluasi mutu secara berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung interaktif dan dipenuhi semangat kolaborasi. Melalui kunjungan ini, kedua lembaga berharap dapat menjalin kemitraan strategis yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi. (*/Eka Nurcahyo)




