KEMBALI: Argentina berhasil membuktikan kehebatannya dengan lolos ke final Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram @fifaworldcup)
MALANG POST – Lionel Scaloni kembali menunjukkan kepiawaiannya meracik strategi saat membawa Argentina membalikkan keadaan untuk mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan tersebut mengantar Albiceleste melaju ke final sekaligus mempertemukan mereka dengan Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia.
Argentina kembali membuktikan mental juaranya di panggung Piala Dunia 2026.
Sempat tertinggal lebih dahulu, Albiceleste bangkit dan menumbangkan Inggris 2-1 dalam laga semifinal. Di balik kemenangan itu, sosok Lionel Scaloni menjadi sorotan karena dinilai memenangi duel strategi melawan pelatih Inggris, Thomas Tuchel.
Pertandingan berubah arah setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55. Saat banyak pihak memperkirakan Argentina akan mengubah pola permainan secara drastis, Scaloni justru tetap mempertahankan kerangka permainan yang telah dibangun sejak awal laga.
Pelatih berusia 48 tahun itu hanya melakukan sejumlah pergantian pemain yang terbukti efektif. Lautaro Martinez dan Nico Gonzalez dimasukkan untuk menambah daya gedor sekaligus memperkuat keseimbangan permainan, terutama di sektor kiri yang sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran serangan Inggris.
Perubahan tersebut langsung memberikan dampak.
Argentina mulai mendominasi penguasaan bola dan memaksa lini belakang Inggris bekerja lebih keras. Alexis Mac Allister hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan yang membentur tiang gawang, sementara Lautaro Martinez terus memberi tekanan kepada para bek The Three Lions.
Upaya Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Enzo Fernandez melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi penjaga gawang Inggris.
Momentum itu dimanfaatkan Albiceleste untuk menyelesaikan pertandingan. Memasuki masa injury time, Lautaro Martinez menyundul bola ke gawang Inggris dan memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Argentina ke partai final.
Sebelum kehilangan kendali permainan, Inggris sebenarnya tampil cukup efektif.
Tim asuhan Thomas Tuchel mampu mengeksploitasi sisi kiri pertahanan Argentina. Harry Kane beberapa kali turun menjemput bola untuk membuka ruang bagi Morgan Rogers dan Reece James. Skema tersebut menjadi awal terciptanya gol Anthony Gordon.
Selain itu, Jude Bellingham dan Elliot Anderson juga mampu menekan lini tengah Argentina sehingga pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi.
Namun, perbedaan keputusan kedua pelatih mulai terlihat selepas turun minum.
Scaloni cepat membaca perubahan permainan lawan. Masuknya Nico Gonzalez membuat serangan Inggris dari sisi kanan tidak lagi berkembang. Argentina pun lebih leluasa menguasai bola dan mengendalikan ritme pertandingan.
Sebaliknya, pergantian pemain yang dilakukan Thomas Tuchel dinilai terlambat memberikan pengaruh. Inggris gagal keluar dari tekanan hingga akhirnya kehilangan keunggulan pada menit-menit akhir.
Selama ini Scaloni dikenal sebagai pelatih yang lebih mengutamakan kekompakan tim daripada membangun sistem permainan yang rumit. Akan tetapi, semifinal kali ini kembali menunjukkan kemampuannya membaca pertandingan dan mengambil keputusan penting pada saat yang tepat.
Usai pertandingan, Thomas Tuchel mengaku tidak menyesali hasil yang diraih timnya. Menurut pelatih asal Jerman itu, para pemain Inggris telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang laga.
Meski demikian, banyak pengamat menilai kemenangan Argentina tidak lepas dari keberanian Scaloni melakukan penyesuaian taktik yang lebih efektif dibanding respons kubu Inggris.
Hasil tersebut membawa Lionel Messi dan rekan-rekannya melaju ke final Piala Dunia 2026. Argentina kini bersiap menghadapi Spanyol dalam duel perebutan gelar juara dunia, sementara Lionel Scaloni kembali menuai pujian atas kepiawaiannya merancang strategi pada laga-laga besar. (Disway/Ra Indrata)




