MALANG POST – Rawon tetap menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke Malang. Melihat tingginya minat tersebut, Atria Hotel Malang menghadirkan sajian Rawon Iga Bakar sekaligus mengajak tamu menjelajahi sejumlah warung rawon legendaris yang berada tidak jauh dari hotel.
Berkunjung ke Malang belum terasa lengkap tanpa menikmati semangkuk rawon.
Kuliner khas Jawa Timur ini masih menjadi salah satu menu yang paling dicari wisatawan. Kuah hitam yang kaya rempah, potongan daging sapi yang empuk, tauge pendek, telur asin, sambal, dan kerupuk menghadirkan perpaduan rasa yang sudah lama menjadi identitas kuliner Malang.
Melihat tingginya minat wisatawan terhadap hidangan tradisional tersebut, Atria Hotel Malang menghadirkan Rawon Iga Bakar sebagai salah satu menu andalan di Legen Restaurant.
Menu ini memadukan kuah rawon khas Jawa Timur dengan iga sapi bakar yang empuk. Sentuhan aroma bakaran memberi karakter berbeda dibandingkan rawon pada umumnya, tanpa menghilangkan cita rasa rempah yang menjadi ciri utama hidangan tersebut.
Food and Beverage Manager Atria Hotel Malang, Suhendri Syawaludin, mengatakan kuliner menjadi bagian penting dari pengalaman tamu selama berada di Malang.
“Rawon merupakan salah satu kuliner khas Jawa Timur yang memiliki karakter rasa kuat dan selalu dicari pecinta kuliner. Melalui Rawon Iga Bakar di Legen Restaurant, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan kuah rawon yang kaya rempah dan iga bakar yang empuk. Dengan begitu, tamu dapat menikmati cita rasa khas Malang tanpa harus meninggalkan hotel,” ujarnya.
Rawon Iga Bakar dapat dinikmati sebagai menu makan siang maupun makan malam. Hingga 30 September 2026, Legen Restaurant juga memberikan potongan harga 25 persen untuk seluruh menu makanan.
Selain menikmati sajian di dalam hotel, tamu juga dapat menjelajahi sejumlah rumah makan rawon yang telah lama menjadi tujuan wisata kuliner di Kota Malang.
Salah satunya adalah Rawon Rampal yang dikenal dengan kuah pekat, potongan daging sapi melimpah, serta pilihan lauk seperti empal, paru, dan babat. Lokasinya hanya sekitar 10 menit dari Atria Hotel Malang.
Pilihan lainnya adalah Rawon Nguling yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki cita rasa yang konsisten. Kuah gurih dengan bumbu yang meresap membuat rumah makan ini tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan maupun warga lokal.
Bagi pencinta masakan rumahan, Warung Soto dan Rawon Kiroman atau Mak Cem juga menawarkan pengalaman berbeda. Meski tampil sederhana, warung ini dikenal mempertahankan cita rasa rawon tradisional dengan kuah kaya rempah dan beragam lauk pendamping.
Sementara itu, Rawon Djenggot menjadi alternatif lain bagi wisatawan yang ingin menikmati rawon dengan sajian klasik berupa daging sapi empuk, tauge pendek, sambal, dan kerupuk sebagai pelengkap.
Didukung lokasi yang berada di Jalan Letjen S. Parman, Atria Hotel Malang memberikan akses yang mudah menuju berbagai destinasi kuliner tersebut. Posisi hotel yang strategis memudahkan tamu menjelajahi berbagai sudut Kota Malang tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Setelah menikmati wisata kuliner, tamu dapat kembali beristirahat dengan memanfaatkan berbagai fasilitas hotel, mulai dari kamar, restoran, kolam renang luar ruang berlatar pegunungan, pusat kebugaran, hingga layanan spa.
Melalui kombinasi lokasi yang strategis serta ragam pilihan kuliner di dalam maupun di sekitar hotel, Atria Hotel Malang ingin menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cita rasa khas Malang kepada setiap tamunya. (Ra Indrata)




