MALANG POST – Menjelang peringatan hari ulang tahun ke-39 pada 11 Agustus mendatang, Arema FC memperkenalkan tema TH39REATNESS sebagai arah perjalanan klub. Tema tersebut diterjemahkan ke dalam delapan komitmen yang menjadi fokus pembenahan Singo Edan, mulai dari menjaga sejarah hingga pengembangan talenta muda.
Tiga puluh sembilan tahun bukan garis akhir bagi Arema FC.
Justru sebaliknya.
Usia yang akan genap pada 11 Agustus mendatang dijadikan momentum untuk melihat kembali perjalanan klub sekaligus menyiapkan langkah berikutnya.
Melalui tema TH39REATNESS, manajemen Arema FC menegaskan bahwa kebesaran sebuah klub tidak lahir dari klaim, melainkan dari kemauan untuk terus berbenah.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan tema tersebut bukan dimaksudkan sebagai pernyataan bahwa Singo Edan telah mencapai titik sempurna.
“Kami memahami betul bahwa jalan yang kami tempuh tidak pernah mudah. Di usia ke-39 ini, tema TH39REATNESS hadir bukan sebagai pernyataan bahwa kami sudah sempurna, melainkan sebagai komitmen untuk terus berproses dan berupaya memberikan yang terbaik bagi sepak bola Indonesia serta Bhumi Arema,” ujar Yusrinal.
Semangat itu kemudian diterjemahkan ke dalam delapan pilar yang menjadi arah pengembangan klub.
Pilar pertama adalah menjaga jejak sejarah. Arema menegaskan komitmennya untuk menghormati perjalanan klub sejak berdiri pada 11 Agustus 1987, sekaligus menjaga amanah yang dibangun oleh generasi sebelumnya.
Pilar kedua berkaitan dengan prestasi olahraga. Arema ingin mempertahankan daya saing agar tetap berada di kasta tertinggi sepak bola nasional di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Selanjutnya, manajemen juga menempatkan penguatan tata kelola organisasi sebagai prioritas. Klub berupaya membangun sistem yang sehat dan berkelanjutan agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Aspek persaudaraan juga menjadi bagian dari arah kebijakan klub. Arema ingin menjadikan sepak bola sebagai ruang yang memperkuat nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan harmoni dengan berbagai pihak.
Hubungan dengan Aremania dan Aremanita turut menjadi perhatian utama. Manajemen menyebut dukungan suporter sebagai fondasi yang membuat klub terus bertahan hingga saat ini.
Komitmen berikutnya adalah menjaga identitas Malang Raya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Arema. Klub ingin terus membawa citra positif daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di bidang pengelolaan klub, Arema juga menargetkan pengembangan inovasi melalui pemanfaatan teknologi serta penerapan manajemen modern agar mampu mengikuti perkembangan industri sepak bola.
Sementara itu, pembinaan pemain muda menjadi pilar terakhir yang dipandang penting untuk menjaga masa depan klub. Regenerasi talenta diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain yang memiliki karakter kuat sekaligus memahami nilai-nilai yang menjadi identitas Singo Edan.
Bagi Arema FC, TH39REATNESS bukan sekadar tema ulang tahun.
Lebih dari itu, tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah klub tidak pernah berhenti pada pencapaian hari ini, melainkan terus dibangun melalui proses, evaluasi, dan upaya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. (Ra Indrata)




