Rektor UM (tiga dari kiri) bersama lulusan terbaik bidang akademik dan nonakademik. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dalam gelaran Wisuda Periode 138 Tahun 2026 yang digelar di Graha Cakrawala UM, Minggu (5/7/2026), UM meluluskan 1.201 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.
Mengusung tema “Dari Reputasi Global Menuju Dampak Nyata bagi Masyarakat”, wisuda kali ini menegaskan komitmen UM untuk mengubah capaian akademik dan pengakuan internasional menjadi kontribusi yang berdampak bagi bangsa.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengatakan bahwa reputasi global yang diraih universitas harus menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan yang mampu menjawab berbagai tantangan masyarakat.
Pada 2026, UM menempati peringkat pertama di Indonesia dan keempat di Asia pada AD Scientific Index bidang pendidikan, serta berada di peringkat 201–250 dunia pada QS World University Rankings bidang Education and Training.
“Peringkat internasional, akreditasi global, dan indeks sitasi yang tinggi bukanlah tujuan akhir. Semua itu adalah legitimasi bahwa ilmu yang Saudara pelajari di UM adalah ilmu yang berkualitas standar dunia,” ujar Prof. Hariyono.

Dalam kesempatan tersebut, UM juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik di bidang akademik dan nonakademik.
Di antaranya adalah Dr. Marlina dari Program Studi S3 Pendidikan Geografi dengan IPK 4,00; Lu’lu’il Maknun, M.Pd., dari Program Studi S2 Pendidikan Kejuruan dengan IPK 4,00; serta Alvalen Shafelbilyunazra, S.Kom., dari Program Studi S1 Teknik Informatika dengan IPK 4,00.
Penghargaan juga diberikan kepada Shefira Salvabila Safitri, S.Pd., dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika. Ia tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga meraih capaian internasional di bidang matematika dan inovasi.
Ketua Senat Akademik UM, Prof. Dr. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd., mengingatkan bahwa wisuda merupakan awal dari tanggung jawab baru sebagai insan terdidik.
“Wisuda selalu memiliki dua wajah: wajah perayaan dan wajah perenungan. Setelah gelar diterima, pertanyaan terpenting adalah ‘lalu apa?’ karena ijazah bukan akhir, melainkan mandat,” tuturnya.
Hingga Periode 138, UM telah meluluskan 173.574 alumni dari berbagai jenjang pendidikan. Melalui momentum ini, UM menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat sebagai kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lulusan yang kompeten, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan reputasi global yang berdampak bagi pembangunan masyarakat. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




