MALANG POST – Setelah melalui seleksi terbuka sejak April 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat, resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, oleh Wali Kota Nurochman di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (7/7/2026). Pelantikan itu mengakhiri masa jabatan Penjabat Sekda Eko Suhartono, sekaligus menjadi langkah Pemkot Batu memperkuat koordinasi birokrasi dan mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah.
Tak ada masa adaptasi yang panjang bagi Alfi Nurhidayat. Sesaat setelah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu, mantan Kepala Dinas Pendidikan itu langsung mengarahkan fokusnya pada satu target: memastikan seluruh birokrasi bergerak dalam satu irama untuk merealisasikan program prioritas kepala daerah.
Menurut Alfi, jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Peran tersebut menjadi motor penggerak koordinasi pemerintahan agar setiap organisasi perangkat daerah mampu bekerja selaras dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali dan Wakil Wali Kota atas amanah besar yang diberikan kepada saya ini. Saya tidak pernah menganggap ini sebagai tugas yang ringan, yang gampang. Tetapi saya juga tidak menganggap ini berat ketika saya bersama dengan seluruh elemen masyarakat dan seluruh OPD Pemkot Batu,” ujarnya usai pelantikan di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Selasa (7/7/2026).
Alfi mengatakan, sejak awal dirinya memahami pesan yang disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman. Dalam birokrasi, kata dia, tidak ada visi pribadi seorang Sekda maupun kepala perangkat daerah. Seluruh aparatur hanya memiliki satu arah, yakni menjalankan visi dan misi kepala daerah.
“Sesuai pesan Pak Wali Kota, tidak ada visi misi Sekda, tidak ada visi misi kepala OPD. Yang ada hanyalah visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Itulah yang ingin kami pastikan bisa dijalankan dengan tuntas dan benar-benar berdampak kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, penguatan sinergi lintas OPD menjadi prioritas utamanya. Alfi menilai pembangunan tidak mungkin berhasil jika setiap perangkat daerah bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi internal birokrasi harus berjalan seiring dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Penantian Kota Batu memiliki Sekretaris Daerah definitif akhirnya usai. Setelah melewati rangkaian seleksi yang berlangsung sejak April lalu, Alfi Nurhidayat resmi dipercaya memegang jabatan tertinggi di kalangan aparatur sipil negara Kota Batu. Kini, tantangan berikutnya menanti: menyatukan irama birokrasi untuk mempercepat pembangunan.
Pelantikan Alfi sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu dipimpin langsung Wali Kota Batu, Nurochman, di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (7/7/2026). Hadir dalam prosesi tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat.
Pelantikan ini sekaligus mengakhiri masa tugas Penjabat Sekda Eko Suhartono, yang selama masa transisi memimpin roda birokrasi Pemerintah Kota Batu.
Dalam sambutannya, Nurochman atau yang akrab disapa Cak Nur menegaskan bahwa Sekretaris Daerah merupakan simpul utama penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Hari ini adalah momentum penting untuk memperkuat kepemimpinan birokrasi Pemkot Batu. Dari jabatan inilah koordinasi dibangun, kebijakan dikawal, pelayanan dipastikan berjalan dan seluruh perangkat daerah disinergikan menuju tujuan pembangunan yang telah kita tetapkan bersama,” ujarnya.
Cak Nur menegaskan proses seleksi jabatan Sekda dilaksanakan secara terbuka, objektif, kompetitif, dan berbasis sistem merit. Seluruh peserta dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, integritas, serta rekam jejak yang baik.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh peserta seleksi atas semangat, dedikasi dan sportivitas. Dalam sebuah proses seleksi tentu hanya ada satu orang yang menerima amanah, tetapi sesungguhnya Pemkot Batu memperoleh banyak pemimpin berkualitas yang tetap kita butuhkan untuk bersama-sama membangun daerah ini,” katanya.

Sebelum Alfi ditetapkan sebagai Sekda definitif, panitia seleksi menetapkan tiga kandidat terbaik, yakni Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, dan M. Nur Adhim. Ketiganya telah melalui tahapan seleksi administrasi, asesmen kompetensi, penulisan makalah, hingga wawancara sebelum akhirnya pemerintah pusat memberikan persetujuan atas penetapan Sekda definitif.
Menurut Cak Nur, berakhirnya proses seleksi bukan berarti kompetisi masih berlanjut. Justru seluruh peserta diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Batu.
“Pelantikan hari ini bukanlah akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari kolaborasi yang semakin kuat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Cak Nur juga menyampaikan apresiasi kepada Eko Suhartono yang dinilai berhasil menjaga stabilitas birokrasi selama masa transisi kepemimpinan.
“Di tengah masa transisi kepemimpinan birokrasi, Saudara telah memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik, menjaga stabilitas organisasi, serta mempersiapkan proses menuju hadirnya Sekretaris Daerah definitif. Atas pengabdian dan kontribusi tersebut kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ucapnya.
Kepada Alfi, Cak Nur mengingatkan bahwa jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar pencapaian karier, melainkan amanah besar untuk memastikan seluruh kebijakan pemerintah berjalan efektif hingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jabatan Sekda bukanlah puncak karier birokrasi, melainkan puncak tanggung jawab. Saudara dituntut menjadi pemimpin administratif yang mampu menjaga irama organisasi, memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Sekda baru mampu menjadi motor reformasi birokrasi melalui penguatan budaya kerja profesional, menghapus ego sektoral, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik.
Cak Nur juga mengajak seluruh aparatur sipil negara memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan Sekda yang baru.
“Mari kita bekerja dalam satu semangat, satu irama dan satu tujuan. Jadikan kolaborasi sebagai budaya kerja, integritas sebagai landasan pengabdian, serta pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama birokrasi kita,” pungkasnya.
Dengan terisinya jabatan Sekda definitif, Pemkot Batu berharap akselerasi program pembangunan dapat berjalan lebih cepat seiring terbangunnya koordinasi yang semakin solid di seluruh perangkat daerah demi mewujudkan visi mBatu SAE menuju Indonesia Emas 2045. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




