KOLASE: Walisson Maia, kiper Syahrul Trisna dan Bayu Setiawan, saat berlatih di lapangan DFP, Pakis. Untuk sementara latihan belum didampingi Marcos Santos. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Skuad Arema FC secara resmi memulai memanaskan mesin kompetisi, dengan menggelar latihan di pusat kebugaran Strength Club Fitness, Jalan Tidar, Kota Malang dan di lapangan Dreams Football Pitch, Pakis, Kabupaten Malang. Meskipun sesi latihan yang diikuti oleh deretan pilar baru seperti Erlangga Setyo dan Robi Darwis ini, belum didampingi langsung oleh Pelatih Kepala Marcos Santos, yang masih tertahan di Brasil. Manajemen Singo Edan melalui General Manager Yusrinal Fitriandi memastikan tim tetap fokus bersiap menghadapi turnamen pramusim Piala Presiden 2026 di Bandung pada akhir Juli ini.
Genderang persiapan musim baru sudah ditabuh di Bumi Arema. Ketika kompetisi kasta tertinggi sudah membayangi di depan mata, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Libur telah usai. Keringat harus kembali diperas agar kondisi fisik para pemain tidak kaget saat intensitas taktik mulai ditingkatkan.
Mulai Kamis (2/7/2026) kemarin, jajaran penggawa Singo Edan resmi menyalakan mesin.
Pusat kebugaran Strength Club Fitness di Jalan Tidar, Kota Malang, dipilih sebagai kawah candradimuka pertama. Kemudian di lanjut seri latihan di lapangan Dreams Football Pitch, Pakis, Kabupaten Malang.
Sesi latihan awal ini, difokuskan penuh pada penguatan otot dasar dan pemulihan kebugaran. Intensitasnya masih berada di level ringan hingga menengah. Maklum, tim pelatih paham betul kondisi fisik pemain belum menyentuh angka seratus persen usai libur panjang.
Menariknya, dalam gerombolan pemain lama, sudah tampak beberapa wajah baru yang ikut bercucuran keringat. Ada penjaga gawang Erlangga Setyo dan gelandang bertahan Robi Darwis. Keduanya langsung melahap menu latihan demi mempercepat proses adaptasi sekaligus membangun kekompakan tim.
Namun, ada satu kepingan teka-teki yang luput dari pandangan mata di pinggir lapangan. Hingga Sabtu (4/7/2026), sosok Pelatih Kepala Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, belum juga menampakkan batang hidungnya.
Di lapangan, kendali latihan sementara diserahkan kepada Pelatih Fisik Carlos Airon yang bahu-membahu bersama asisten pelatih lokal, Siswantoro. Bahkan, staf kepelatihan sudah bertambah komplet sejak Jumat (3/7/2026) setelah analis taktis anyar, Matheus Lacerda, ikut bergabung. Tapi Marcos masih gaib.
Ke mana sang arsitek asal Brasil itu?
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, langsung meredam spekulasi yang mulai liar. Pria yang akrab disapa Inal itu meluruskan bahwa absennya Marcos, bukan karena urusan indisipliner. Sang pelatih justru sedang memeras keringat menjalankan misi rahasia dari manajemen di kampung halamannya.
Marcos diutus menjadi agen pemantau bakat. Dia diminta bepergian ke pelosok negeri Samba untuk berburu pemain potensial yang punya kualitas wahid. Siapa tahu ada yang cocok untuk diangkut masuk ke dalam gerbong legiun asing Arema musim ini.
“Wilayah Brasil sangat luas, mirip Indonesia. Untuk berpindah antarkota sering kali harus menggunakan pesawat,” terang Inal, Sabtu (4/7/2026).
Setelah berminggu-minggu menjelajahi kota-kota di Brasil demi urusan belanja pemain, Marcos meminta dispensasi waktu kepada manajemen. Dia ingin menghabiskan sisa hari liburnya bersama keluarga tercinta sebelum terbang jauh melintasi benua menuju Malang. Manajemen memaklumi.
Sembari menunggu kedatangan sang nakhoda, manajemen Arema FC meniupkan kabar segar lainnya. Singo Edan dipastikan bakal ambil bagian dalam turnamen pramusim paling bergengsi di tanah air: Piala Presiden.
Agenda besar ini akan menjadi menu utama Arema selama satu bulan ke depan. Sesuai rencana dari federasi, jika tidak ada perubahan struktural, kick-off turnamen pramusim ini akan digulirkan pada 25 Juli ini dan direncanakan rampung pada Agustus mendatang. Dua pekan yang padat.
Arema FC diinformasikan akan masuk ke dalam rumpun fungsional Grup A. Menariknya, seluruh laga fase grup ini rencananya akan dipusatkan di Kota Kembang, Bandung. Berada di Bandung membuka peluang lebar terjadinya duel klasik bertensi tinggi melawan Persib Bandung.
Meskipun begitu, Inal menegaskan peta kekuatan riil dan daftar utuh rival di Grup A belum bisa dibedah secara mendalam. Pihak klub masih menahan diri dan memilih menunggu kiriman surat rilis resmi dari federasi.
“Pihak federasi udah bersurat ke kita sih. Cuman rilis jadwalnya, waktunya, dan lain-lainnya itu masih belum. Hari Senin mungkin rilisnya,” pungkas Inal penuh optimisme.
Menu fisik harian sudah mulai dilahap di Jalan Tidar, misi rahasia Marcos di Brasil sedang berjalan, dan tiket kepastian Piala Presiden sudah di kantong. Sekarang tinggal skuad Arema FC ditantang: sanggupkah Carlos Airon dan Siswantoro meramu fisik pemain tetap prima sebelum pengumuman resmi jadwal tanding hari Senin besok? Kita tunggu kelanjutannya. (Ra Indrata)




