TANGGUH: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi. (Foto: Humas BI Malang)
MALANG POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, merilis laporan ketahanan pertumbuhan ekonomi Kota Malang periode Juni 2026, yang tercatat berada dalam kondisi tangguh dan memiliki ketahanan yang baik di Malang, Senin (29/6/2026). Siasat taktis yang dipaparkan langsung oleh Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, ini menunjukkan bahwa stabilitas harga domestik serta masifnya roda aktivitas pada sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata sukses menjadi bantalan utama penahan dampak dinamika eksternal global.
Menilai sehat atau tidaknya ekonomi sebuah kota itu jangan hanya melihat deretan angka makro di atas kertas. Terlalu abstrak. Kaku. Lihatlah langsung ke pasar-pasar, pusat perbelanjaan, hingga warung kopi. Jika transaksi masih padat dan dompet warga masih tebal, berarti ekonomi berjalan aman.
Indikator riil itulah yang kini sedang dinikmati di Bhumi Arema.
Sepanjang bulan Juni 2026, urat nadi perekonomian Kota Malang menunjukkan performa yang kokoh. Tangguh. Bahkan, kota ini terbukti memiliki ketahanan yang sangat baik dalam menghadapi badai dinamika eksternal global yang tidak menentu.
Modal utamanya ada dua: stabilitas harga barang yang terkendali dengan baik, serta berlanjutnya putaran roda aktivitas ekonomi lokal secara masif.
Jika dibedah lebih dalam, lokomotif penarik ekonomi Malang Juni ini bergerak serempak. Sektor perdagangan, jasa, industri pendidikan, hingga geliat pariwisata terus menjadi mesin pencetak uang yang produktif. Geliat mahasiswa baru dan kunjungan pelancong akhir pekan menjadi bensin pembakar konsumsi domestik.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, menegaskan bahwa hawa positif di tingkat lokal ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah buah dari sinkronisasi gerak dengan ekonomi nasional yang juga sedang solid-solidnya.
Sebagai bukti, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia secara agregat nasional tercatat sukses tumbuh di angka 5,61 persen (year-on-year) pada triwulan I 2026.
“Kombinasi dari tingginya optimisme konsumen, daya beli masyarakat yang tetap terjaga kuat, serta aktivitas ekonomi riil yang menunjukkan tren positif, mengindikasikan bahwa ekonomi Kota Malang pada Juni 2026 ini berada dalam kondisi yang sangat terjaga,” tegas Indra Kuspriyadi.
Dari kacamata perbankan dan moneter, situasi ini adalah kemewahan. Mengapa? Karena saat inflasi berhasil dijinakkan dan stabilitas harga merayap tenang, masyarakat tidak ragu untuk membelanjakan uangnya. Konsumen menjadi sangat optimistis menatap masa depan.
Sektor perbankan di Malang pun bisa bernapas lega karena sirkulasi likuiditas di pasar tetap cair dan bergerak produktif dari tangan ke tangan.
Secara umum, potret ekonomi Malang di penutup semester pertama tahun ini adalah cerita tentang ketangguhan. Sektor jasa dan pendidikan kembali membuktikan diri sebagai benteng pertahanan yang andal bagi kota ini.
Mesin pertumbuhan sudah diisi bahan bakar yang pas, stabilitas makro dan mikro sudah dikunci oleh otoritas moneter, sekarang tinggal seluruh pelaku usaha di Malang ditantang: sanggupkah memanfaatkan momentum emas Juni ini untuk melompat lebih tinggi lagi pada paruh kedua tahun ini? Kita lihat saja pergerakan berikutnya. (Ra Indrata)




