MALANG POST – Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya (Fakultas STeM UB) melalui Kompartemen Biokimia menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Implementasi dan Pengembangan Eco Enzim Berbasis Limbah Organik sebagai Produk Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomis dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Departemen Kimia dalam mengimplementasikan hasil riset dan inovasi kepada masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, ramah lingkungan, dan memiliki potensi ekonomi.
Sebanyak 12 mahasiswa Departemen Kimia UB turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbobot 4 SKS yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Selama program tersebut, mahasiswa terus mendampingi masyarakat selama tiga minggu melalui monitoring, evaluasi, serta pengembangan produk berbasis eco enzim agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Koordinator mahasiswa KKN Achmad Ali Imron Rahmatulloh menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga.
“Melalui kegiatan KKN ini, kami tidak hanya menerapkan ilmu kimia yang telah dipelajari di kelas, tetapi juga belajar berinteraksi dengan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan lingkungan.”

“Kami berharap pendampingan yang akan kami lakukan selama tiga minggu ke depan dapat membantu masyarakat mengembangkan produk-produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” ungkap Achmad.
Pada kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan tiga produk inovatif yang dikembangkan dari pemanfaatan eco enzim dan limbah organik, yaitu sabun cair ramah lingkungan, telur asin, dan tepache, minuman fermentasi berbahan dasar limbah kulit buah.
Ketiga produk tersebut menjadi contoh nyata bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai tambah, dan berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan produk serta diskusi interaktif mengenai teknik fermentasi, manfaat eco enzim, hingga peluang pengembangan usaha berbasis produk ramah lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua kegiatan Dr. Arie Srihardyastutie menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan yang berkelanjutan.
“Keberhasilan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari keberlanjutan implementasinya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN akan terus melakukan pendampingan selama tiga minggu ke depan agar masyarakat semakin percaya diri dalam memproduksi dan memanfaatkan eco enzim serta mengembangkan produk turunannya secara mandiri.”
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi embrio terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Dr. Arie Srihardyastutie.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Pandanwangi Dewi Cítra Larasati, S.AP., M.Si mengapresiasi kegiatan ini. Saat membuka acara, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara UB dan masyarakat Kelurahan Pandanwangi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para ibu PKK. Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzim dan berbagai produk turunannya merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan di rumah tangga untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang usaha. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dewi Cítra Larasati.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong pengembangan produk yang berpotensi menjadi usaha masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Kimia Universitas Brawijaya, Pemerintah Kelurahan Pandanwangi, Tim Penggerak PKK, mahasiswa KKN, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, Departemen Kimia Fakultas STeM Universitas Brawijaya terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pendampingan yang akan berlangsung hingga pertengahan Juli 2026 diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk ramah lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi berbasis kimia hijau. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




