MALANG POST – Manajemen Arema FC, resmi mendatangkan bek kiri Timnas, Alfeandra Dewangga, dari Persib Bandung melalui skema transfer tebus kontrak. Keputusan profesional ini diambil oleh kedua klub, setelah bek berusia 24 tahun tersebut sepakat mengakhiri kerja sama lebih awal dengan Pangeran Biru, demi mendapatkan menit bermain reguler. Serta mengembalikan performa terbaiknya bersama Singo Edan di musim kompetisi Super League 2026/2027.
Dinamika bursa transfer sepak bola kita kembali menyuguhkan kejutan menarik. Kali ini melibatkan dua raksasa yang punya sejarah rivalitas panjang: Persib Bandung dan Arema FC.
Aktor utamanya adalah Alfeandra Dewangga.
Bek kiri kelahiran Semarang, 28 Juni 2001 itu resmi berganti baju. Dewangga dipastikan merapat ke Bumi Arema untuk musim kompetisi 2026/2027.
Proses perpindahannya menggunakan skema transfer. Mengapa transfer? Karena sejatinya, ikatan kontrak Dewangga di Bandung masih tersisa panjang. Jatahnya sampai tahun 2027.
Artinya, manajemen Arema FC harus mengeluarkan uang tebusan untuk memboyong pemain berusia 24 tahun ini ke Malang. Nilai investasi yang berani dari Arema.

Dari kubu Bandung, keputusan melepas asetnya ini murni kalkulasi bisnis dan teknis yang profesional. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi masa depan karier sang pemain dan kebutuhan strategi tim.
“Ketika terdapat peluang yang dinilai baik bagi semua pihak serta sejalan dengan kebutuhan klub, kami akan mempertimbangkannya secara profesional,” ujar Adhitia, Selasa (23/6/2026).
Jika menengok ke belakang, durasi kebersamaan Dewangga bersama Maung Bandung memang terhitung singkat. Dia baru didatangkan dari PSIS Semarang pada awal musim 2025/2026 kemarin.
Di sana, Dewangga agak kesulitan menembus skuad utama yang super ketat. Sepanjang musim, dia hanya mengoleksi sembilan penampilan di Super League—enam di antaranya sebagai starter. Meski begitu, dia sempat mencicipi atmosfer Asia dalam tiga laga AFC Champions League Two 2025/2026.
Walau singkat dan sering duduk di bangku cadangan, Dewangga tetap menjadi bagian dari sejarah besar Pangeran Biru saat merengkuh gelar juara ketiga secara beruntun (three-peat).
Manajemen Persib pun tetap memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan loyalitas yang dia tunjukkan selama di Bandung.
Bagi Dewangga pribadi, tawaran dari Arema FC seperti oase di tengah gurun. Dia butuh panggung. Sesuatu yang sulit dia dapatkan di Bandung musim lalu.
“Saya memutuskan pergi untuk memperbaiki performa saya dan semoga bisa bertemu pada lain kesempatan,” aku Dewangga, Selasa (23/6/2026).
Pemain bertinggi 179 cm ini mengaku bangga sempat mencicipi gelar juara bersama Persib. Perjuangan meraih hattrick juara menurutnya tidak mudah.
Beruntung ada suntikan energi dari Bobotoh yang membuat animo stadion selalu meledak, hingga Persib mencatatkan rekor tak terkalahkan di kandang sendiri.
Kini, lembaran cerita di Bandung sudah ditutup. Dewangga memilih bersikap realistis sebagai pesepak bola profesional. Dia sangat mencintai Persib, Bobotoh, dan Kota Bandung, tapi kariernya harus terus berjalan.
Bursa transfer sudah mengetuk palu. Dewangga kini resmi menanggalkan seragam Pangeran Biru untuk mengenakan jersi kebanggaan Singo Edan.
Di Malang, publik sepak bola menanti pembuktiannya: apakah tebusan uang dari manajemen Arema sebanding dengan performa magisnya di lapangan hijau nanti? Kita lihat saja. (Ra Indrata)




