TONTON PERMAINAN: Kapolres Batu, AKBP Dr Aris Purwanto saat menonton langsung para pesert bertanding E-sport. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Polres Batu bersama E-sports Indonesia (ESI) Kota Batu, menggelar turnamen game Mobile Legends bertajuk E-Sport Competition Kapolres Cup 2026 Road to E-Sport Kapolri Cup, di Gedung Panderman, Markas Polres Batu. Kompetisi gratis khusus remaja usia 16 hingga 22 tahun ini, diikuti oleh 19 tim se-Kota Batu demi memperebutkan total hadiah Rp3,5 juta sekaligus menjadi benteng sosial untuk menjauhkan generasi muda dari ancaman judi online dan narkoba.
Ada cara baru untuk menjauhkan anak muda dari judi online dan narkoba. Caranya: beri mereka panggung untuk main game. Tapi, game yang terarah. Yang kompetitif. Yang punya jenjang prestasi jelas.
Itulah yang dilakukan Polres Batu dalam merayakan Hari Bhayangkara ke-80.
Gedung Panderman di markas Polres Batu mendadak berubah fungsi. Bukan untuk urusan kriminal, melainkan jadi arena tempur digital. Di sana digelar E-Sport Competition Kapolres Cup 2026. Kompetisi ini merupakan bagian dari rantai besar Road to E-Sport Kapolri Cup 2026.
Antusiasmenya? Luar biasa. Sebanyak 19 tim mendaftar. Isinya anak-anak muda asli Kota Batu. Tiap tim diperkuat lima pemain baku. Berarti ada hampir seratus pemuda yang berkumpul, beradu strategi di layar ponsel.
Menariknya, panitia menggratiskan biaya pendaftaran. Syaratnya cuma satu: usia peserta harus di antara 16 sampai 22 tahun. Usia yang produktif, tapi juga usia yang paling rawan terseret arus kenakalan remaja. Ditambah lagi, ada total hadiah Rp3,5 juta yang disiapkan.
Bagi Kapolres Batu, Dr Aries Purwanto, turnamen ini bukan urusan menang-kalah belaka. Lebih dalam dari itu. Ini soal pembinaan karakter.
Aries menegaskan, pandangan dunia terhadap e-sport sudah berubah total. Ini bukan lagi sekadar mainan pengisi waktu luang. E-sport adalah cabang olahraga resmi yang menuntut disiplin tinggi, kerja sama tim, strategi matang, dan sportivitas.
Melalui turnamen ini, Polres Batu ingin menyediakan wadah positif. Aries ingin energi melimpah dari para remaja ini disalurkan ke jalur yang benar. Menang harus tetap rendah hati, kalah pun wajib berlapang dada. Itu mentalitas yang ingin dibentuk.
Polisi rupanya risau melihat ancaman sosial hari ini. Mulai dari jeratan narkoba, kenakalan remaja, pergaulan bebas, hingga yang paling marak: judi online. Penyakit-penyakit sosial itu mengintai setiap saat melalui ponsel pintar mereka.
Maka, ponsel pintar itu harus diisi dengan kegiatan yang produktif. “Kami hadirkan wadah untuk mereka berprestasi,” tegas Aries.
Hebatnya lagi, turnamen di tingkat Polres ini bukan akhir perjalanan. Ini baru gerbang pembuka. Sistem kompetisinya berjenjang. Tim terbaik dari level Polres Batu akan dikirim ke tingkat Polda Jatim. Jika menang lagi di Surabaya, mereka akan melaju ke tingkat nasional dalam ajang E-Sport Kapolri Cup 2026.
Langkah taktis Polres Batu ini langsung mendapat acungan jempol dari E-sports Indonesia (ESI) Kota Batu. Ketua Umum ESI Kota Batu, Azariel, sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Hubungan kepolisian dan komunitas game ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa olahraga elektronik semakin mendapat tempat yang bermartabat.
Menurut Azariel, talenta muda di Kota Batu ini melimpah. Bakat mereka besar. Masalahnya selama ini klasik: mereka kekurangan ruang kompetisi yang konsisten. Lewat Kapolres Cup inilah bakat-bakat itu tersaring.
Setelah pertarungan sengit di Gedung Panderman, pemenangnya akhirnya keluar.
Tim bernama SDES RAPTZY sukses mengamankan posisi teratas sebagai Juara 1. Menyusul di belakangnya ada tim dracin yang harus puas menjadi Juara 2. Sedangkan posisi Juara 3 diraih oleh tim ETVIRTUS.
Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo.
Gedung Panderman kini sudah sepi dari sorak-sorai para gamer. Tapi, misi menyelamatkan jempol generasi muda dari judi online baru saja dimulai. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




