MALANG POST – Sayap muda Timnas Indonesia U-23, Victor Dethan, menjadi komoditas panas di bursa transfer Super League 2026-2027, setelah resmi berpamitan dengan PSM Makassar dan dikabarkan batal bergabung dengan Persija Jakarta. Situasi ini langsung memicu rumor hangat di Malang, lantaran Arema FC kini membidik peluang emas untuk mendatangkan winger berusia 21 tahun tersebut secara gratis, demi membangun skuad yang lebih efisien dan bertenaga.
Bursa transfer sepak bola itu mirip pasar saham. Dinamikanya cepat sekali. Hari ini dikabarkan ke tim A, besoknya bisa jadi milik tim B.
Itulah yang kini terjadi pada Victor Dethan.
Winger muda Timnas Indonesia U-23 ini mendadak jadi perbincangan hangat. Ceritanya, pemain kelahiran 11 Juli 2004 itu sudah berpamitan dengan PSM Makassar. Kabar burung menyebut dia akan ke Persija Jakarta. Tapi, batal.
Gagalnya kesepakatan dengan Persija membuat status Victor menjadi liar. Sangat menarik diikuti. Dua raksasa Jawa Timur langsung pasang radar: Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Bagi Arema, ini adalah kesempatan emas yang langka. Mengapa? Faktor utamanya adalah efisiensi bisnis. Jika benar Victor berstatus bebas transfer, Arema tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya transfer (transfer fee).
Gratis. Padahal, nilai pasar (market value) pemain ini di kisaran Rp3,91 miliar. Mendapatkan aset Timnas U-23 berharga miliaran secara cuma-cuma jelas keuntungan besar bagi manajemen Arema yang sedang mengetatkan ikat pinggang.
Secara teknis, Victor adalah jawaban kebutuhan Arema. Karakter permainannya “Malangan” banget. Dia fleksibel, bisa beroperasi di sayap kanan maupun kiri. Kelebihannya ada pada kecepatan dan agresivitas saat transisi menyerang.
Dia juga rajin melakukan pressing dan pintar membuka ruang untuk pemain lain. Cocok dengan gaya main cepat Arema.
Tapi, sebagai jurnalis, kita harus objektif. Victor bukan tanpa cela. Pemain berusia 21 tahun ini masih punya pekerjaan rumah yang menumpuk. Terutama soal produktivitas.
Tengok saja statistiknya di Super League 2025-2026. Dari 24 pertandingan bersama PSM, dia hanya mencetak dua gol dan dua assist. Angka yang minim untuk ukuran penyerang sayap modern.
Dia juga jarang menjadi pilihan utama (starter reguler). Menit bermainnya belum menyentuh level pemain inti yang tak tergantikan. Satu lagi kelemahannya: sering bingung mengambil keputusan (decision making) di sepertiga akhir lapangan. Baik saat menembak maupun melepas umpan silang.
Namun, daya tarik utama Victor memang bukan statistik masa lalu. Melainkan potensi masa depannya yang masih bisa diperas.
Lalu, seberapa besar peluang Arema?
Tantangan terberat Arema justru datang dari Surabaya. Persebaya adalah pesaing utama. Di sana ada Bernardo Tavares.
Sang pelatih sangat mengenal jeroan kemampuan Victor sejak bersama-sama di PSM. Faktor kedekatan ini bisa jadi magnet kuat bagi Victor untuk menyusul mantan pelatihnya ke Bajul Ijo yang juga sedang gemar membangun skuad daun muda.
Arema bisa memenangkan perburuan ini dengan satu syarat bisnis yang konkret: tawarkan jaminan menit bermain yang jelas. Anak muda seperti Victor butuh panggung, bukan bangku cadangan.
Sebagai investasi jangka menengah, Victor Dethan jelas barang bagus yang sangat layak diperhitungkan. (Ra Indrata)




