MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi memberikan dukungan penuh, terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas, yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Selecta, Kota Batu, pada Sabtu dan Minggu, 20-21 Juni 2026 besok. Langkah taktis klub yang dikonfirmasi oleh Manager Operasional Sudarmaji dan Marcom Manager Munif Wakid di Malang, Jumat (19/6/2026) hari ini, memposisikan forum tertinggi suporter tersebut, sebagai momentum krusial untuk evaluasi total, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan jajaran Presidium baru demi menyempurnakan sinergi industri sepak bola di Malang Raya.
Mengurus suporter itu tidak bisa lagi pakai cara kuno. Tidak cukup hanya bermodal teriak lantang di atas tribun stadion atau konvoi di jalanan. Sepak bola modern menuntut suporter untuk bermutasi. Harus berorganisasi dengan rapi. Harus mandiri secara ekonomi, cerdas secara perilaku, dan memiliki struktur yang jelas.
Wadah baru itu sudah lahir dua tahun lalu: Aremania Utas dengan sistem kepemimpinan Presidium.
Kini, organisasi itu sudah berada di persimpangan jalan yang penting. Memasuki fase lanjutan. Mulai besok pagi, 20-21 Juni 2026, Hotel Selecta di Kota Batu bakal menjadi saksi digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas.
Ini forum tertinggi. Agendanya padat: evaluasi rapor lama, menyusun program baru, dan puncaknya memilih nahkoda Presidium untuk periode berikutnya.
Manajemen Arema FC tidak mau tinggal diam. Mereka memberikan dukungan penuh. All out.
Marketing Communications & Public Relations Arema FC, Munif Wakid, berharap sidang-sidang di Selecta nanti melahirkan keputusan yang cerdas. Demokratis.
“Mari terus menjaga soliditas, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta bersama-sama mendukung kemajuan Arema yang kita cintai,” urai Munif, Jumat (19/6/2026) hari ini.
Bagi Munif, Munas II ini adalah momentum emas untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Pandangan yang lebih menukik dan menohok datang dari Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji. Pria yang kenyang asam garam di dapur Singo Edan ini melihat Munas II sebagai fase krusial.
Ini adalah periode kedua keberadaan presidium. Dua tahun pertama adalah masa merancang. Dua tahun ke depan adalah masa eksekusi. Program kerja yang sudah ada tidak boleh mandek di atas kertas. Harus diimplementasikan dan disempurnakan.
Ada dua gagasan segar yang dilemparkan Sudarmaji ke arena Munas. Logis dan menarik.
Pertama, soal isi dompet suporter. Pemberdayaan ekonomi. Sudarmaji mendorong Aremania Utas merumuskan zona ekonomi eksklusif bagi anggotanya.
Suporter jangan hanya dijadikan konsumen tiket, tapi harus menjadi pelaku perputaran uang industri bola. Jika ini jalan, manfaatnya melingkar: untuk Aremania sendiri, untuk manajemen klub, dan untuk denyut ekonomi Malang Raya.
Kedua, soal isi kepala. Pembinaan perilaku positif. Sudarmaji emoh pembinaan suporter hanya dilakukan lewat imbauan dadakan saat menjelang pertandingan besar. Harus terstruktur. Berkelanjutan.
Bahkan, Sudarmaji melemparkan ide radikal: pembinaan perilaku suporter bisa dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan formal di sekolah-sekolah. Menanamkan mental suporter yang sehat sejak usia dini. Tentu, ini butuh kerja keroyokan dengan para pemangku kebijakan alias kepala daerah di Malang Raya.
“Sukses bermunas, jaga persatuan, jadilah organisasi yang cerdas dan memberikan manfaat bagi banyak pihak,” tegas Sudarmaji menutup pesannya.
Sinergi antara Arema FC dan Aremania Utas kini sedang diuji di udara sejuk Selecta. Dua tahun ke depan arah kebijakan suporter bakal ditentukan di sana. Selamat bermunas secara dewasa, Aremania! Jadikan forum ini sebagai bukti bahwa Malang tidak hanya melahirkan fanatisme, tapi juga melahirkan peradaban suporter yang modern dan mandiri. (Ra Indrata)




