MALANG POST – Manajemen Arema FC secara mengejutkan melakukan perombakan skuad skala besar dengan resmi melepas 16 pemain dan hanya mempertahankan empat pilar lokal menjelang bergulirnya turnamen pramusim pada Juli serta kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/2027. Langkah cuci gudang radikal yang dikonfirmasi di Malang, Jumat (19/6/2026) hari ini, sengaja dieksekusi lebih awal oleh manajemen bersama pelatih kepala Marcos Santos guna memanaskan bursa transfer sekaligus membangun ulang fondasi tim yang kini resmi mempermanenkan bek senior eks Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata.
Bongkar pasang skuad di bursa transfer itu biasa. Tapi kalau langsung mendepak 16 pemain dalam sekali ketuk palu, itu namanya revolusi. Radikal. Arema FC tampaknya emoh setengah-setengah dalam menyongsong musim baru Super League 2026/2027 yang bakal diikuti 18 klub pada awal September mendatang.
Singo Edan memilih jalan cuci gudang ekstrem.
Langkah senyap ini sengaja diledakkan sekarang. Pas buat pemanasan. Apalagi PSSI dan I.League berencana menggelar turnamen pramusim pada Juli nanti. Saat rival abadi seperti Persebaya sudah mulai pamer pemain baru, Arema memilih mengumumkan siapa saja yang harus angkat koper.
Daftar keluarnya panjang sekali. Ada lima ekspatriat yang resmi disudahi masa baktinya: Lucas Frigeri, Valdeci Moreira, Pablo Oliveira, Luiz Gustavo, dan sang predator lini depan, Dalberto Luan Belo. Keputusan mendepak Dalberto jelas membuat Aremania terbelalak.
Namun, kejutan terbesar justru datang dari barisan lokal. Sebanyak 11 nama resmi dilepas. Dan nama yang paling bikin sesak dada publik Malang adalah Dedik Setiawan.
Dedik adalah ikon. Dia representasi loyalitas, cinta, dan semangat tulus satu dekade berseragam biru. Sepuluh tahun mengabdi, Dedik sudah mempersembahkan empat trofi juara Piala Presiden.
Kini, kebersamaan itu harus berakhir. Selain Dedik, pilar senior seperti Rifad Marasabessy dan Samuel Balinsa juga ikut terdepak, menyusul barisan darah muda seperti Achmad Figo, Aswin, hingga Shulton Fajar.
Berikut daftar lengkap 16 penggawa yang resmi dilepas Arema FC:
- Lucas Frigeri (Kiper)
- Rifad Marasabessy (Bek Kanan)
- Valdeci Moreira (Gelandang Serang)
- Iksan Lestaluhu (Bek Kiri)
- Agusti Ardiansyah (Penyerang)
- Aswin (Gelandang Bertahan)
- Andrian Casvari (Kiper)
- M. Anwar Rifai (Bek Tengah)
- Bayu Aji (Bek Tengah)
- Shulton Fajar (Gelandang Bertahan)
- Achmad Figo (Bek Kanan)
- Dedik Setiawan (Penyerang)
- Dalberto Luan Belo (Penyerang)
- Pablo Oliveira (Gelandang Bertahan)
- Samuel Gideon Balinsa (Gelandang Tengah)
- Luiz Gustavo (Bek Tengah)
Lalu, siapa yang tersisa dari puing-puing perombakan ini?
Manajemen ternyata hanya menyisakan empat nama lokal yang dinilai masih punya taji dan mental Singo Edan. Mereka adalah trio jenderal senior Dendi Santoso, Johan Alfarizi, Jayus Hariono, serta satu mutiara muda, Hamzah Titofani alias Tito Hamzah. Keempatnya dipercaya menjadi jembatan transisi skuad baru.
Urusan kemudi taktik juga dipastikan aman. Arema tetap memercayai pelatih kepala Marcos Santos dan asistennya, Andre Caldas.
Menariknya, di tengah badai pelepasan ini, manajemen bergerak taktis mengunci satu tembok kokoh di lini belakang. Status bek senior berusia 31 tahun, Hansamu Yama Pranata, resmi dipermanenkan. Musim lalu, mantan kapten Timnas Indonesia ini sebenarnya hanya berstatus pemain pinjaman dari Persija Jakarta pada putaran kedua.
Namun, magis Hansamu di lapangan terlanjur bikin Marcos jatuh cinta. Meski datang telat di paruh musim, adaptasinya kilat. Konsistensi dan ketenangannya mengawal jantung pertahanan membuat manajemen emoh kehilangan momentum. Kontrak permanen langsung disodorkan.
Arema FC kini tampil dengan wajah yang hampir baru total. 16 pemain keluar, dan bukan tidak mungkin daftarnya masih bisa bertambah. Ini sebuah perjudian besar yang mendebarkan. Kita lihat saja, apakah revolusi ekstrem di bursa transfer ini mampu membuat auman Singo Edan makin nyaring di pramusim Juli nanti, atau justru butuh waktu panjang untuk sekadar menyatukan chemistry di lapangan. (Ra Indrata)




