Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. (tengah) bersama dan Ketua Panitia ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D., di sela kegiatan, Kamis (11/6/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan ‘2026 International Conference on Sustainable Development Goals’ (ICSDGs) pada 11 Juni 2026 di Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Konferensi internasional ini mengusung tema “Sustainable Development in Times of Uncertainty: Equity, Innovation, and Resilience” dan menjadi agenda utama terkait SDGs di UB pada pertengahan tahun 2026.
Acara yang diikuti sekitar 311 peserta dari 15 negara ini menjadi forum kolaborasi global untuk menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, serta kemitraan lintas sektor guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menegaskan bahwa ICSDGs 2026 menjadi sarana strategis untuk mendiseminasikan hasil riset dan inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Konferensi ini ditujukan untuk diseminasi hasil-hasil penelitian dan inovasi, termasuk menjadi ruang berbagi di antara para stakeholder internal, eksternal, maupun peneliti global. Mereka dapat saling menyampaikan dan mendiskusikan berbagai temuan baru yang berkontribusi terhadap pencapaian indikator-indikator SDGs,” ujarnya.
Menurut Prof. Imam, UB secara konsisten mengarahkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif SDGs. Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan reputasi UB pada berbagai pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.
“Peningkatan capaian UB pada indikator sustainability menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan sivitas akademika telah memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs. Artinya, seluruh program yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat,” tambahnya.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut, UB akan terus melakukan akselerasi melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan konferensi internasional secara berkelanjutan, pemberian penghargaan kepada sivitas akademika yang berkontribusi pada SDGs, serta memperluas kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional.

Koferensi internasional SDGs 2026 yang di gelar di Filkom UB Kamis (11/6/2026). (Foto: Istimewa)
Komite SDGs (Sekretariat Nasional SDGs) sebagai badan pemerintah yang bertugas mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia, terus mendorong sinergi lintas sektor.
Di lingkungan UB, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM UB) turut berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, seperti penyelenggaraan Summer Course, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang bersinergi dengan seluruh sivitas akademika UB.
Ketua Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan UB bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh warga kampus terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan.
“Mulai dari program penghargaan, laporan sustainability fakultas, hingga konferensi ini merupakan bagian dari kampanye untuk membangun awareness bahwa kita memiliki tujuan yang sama dalam mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir UB telah menghasilkan lebih dari 6.000 publikasi ilmiah yang berkaitan dengan SDGs. Selain itu, kampus juga terus memperkuat implementasi konsep Green Campus untuk mengukur sekaligus meningkatkan capaian keberlanjutan dalam tata kelola universitas.
Ketua Panitia ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D., mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian komunitas akademik internasional terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
“Kali ini kami diikuti kurang lebih 311 peserta dari 15 negara. Kami juga menyelenggarakan Young Researchers Forum untuk memastikan generasi peneliti muda turut belajar dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konferensi ini didukung oleh scientific committee dari berbagai negara di Asia dan Australia. Penyelenggara juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah jurnal internasional bereputasi dan prosiding terindeks Scopus untuk mendukung publikasi hasil penelitian peserta.
ICSDGs 2026 menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Jepang, dan Belanda yang membagikan perspektif serta praktik terbaik terkait pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan konferensi secara hibrida, baik luring maupun daring, memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai negara.
Sebelum konferensi, UB juga menggelar SDGs Award sebagai bentuk apresiasi kepada sivitas akademika yang berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs.
Dengan terselenggaranya ICSDGs 2026, UB semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam mencapai target SDGs nasional maupun global. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




