MALANG POST – Persikoba Kota Batu sukses mengamankan tiket ke Babak 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional, setelah menyegel status sebagai juara Grup M. Keberhasilan skuad berjuluk Laskar Elang Putih yang mengoleksi lima poin dari tiga laga ini, disambut optimistis oleh Manajer Persikoba sekaligus Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, pada Sabtu (6/6/2026). Persikoba kini bersiap melakoni laga krusial format single round robin di Grup W melawan Persepam Pamekasan, Persemay Maybrat, dan Persigar Garut di Stadion Brantas Kota Batu pada 9-16 Juni mendatang.
Target awal sudah lunas. Dibayar tuntas di lapangan.
Persikoba Kota Batu tidak sekadar lolos ke Babak 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional. Skuad berjuluk Laskar Elang Putih ini melangkah dengan kepala tegak. Mereka finis sebagai pemuncak klasemen Grup M.
Perjalanannya tidak mudah. Menegangkan. Persikoba mengantongi lima poin dari tiga pertandingan. Hasil dari sekali menang telak 2-0 atas TS Saiburai Lampung. Sisanya? Dua kali menahan imbang Persigubin Pegunungan Bintang Papua dan Persiharjo Sukoharjo dengan skor kembar: 1-1.
Sebenarnya raihan poin Persikoba itu sama persis dengan Persiharjo. Sama-sama lima. Tapi untung ada urusan selisih gol. Di situlah kejelian tim asuhan mantan pemain Arema, Arif Suyono, terbukti. Mereka unggul produktivitas. Berhak atas takhta tertinggi grup.
Manajer Persikoba, Heli Suyanto, langsung semringah. Dia angkat topi atas kerja keras seluruh elemen tim. Dari pemain, pelatih, sampai official.
“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang telah bekerja keras membawa nama Kota Batu di ajang nasional,” ujar Heli, Minggu (7/6) kemarin.
Pria yang juga Wakil Wali Kota Batu itu tahu betul: perjuangan belum selesai. Babak baru justru lebih kejam. Maka, dia mengetuk hati masyarakat. Meminta publik Kota Batu memenuhi stadion. Memberikan suntikan semangat langsung dari tribun.

BERI SELAMAT: Manager Persikoba, Heli Suyanto saat memberikan selamat kepada para punggawa laskar Elang Putih usai memastikan satu tiket ke babak 32 besar. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Heli optimistis Elang Putih bisa terbang lebih tinggi. Syaratnya cuma tiga: tetap fokus, jaga kekompakan, dan hilangkan sisa-sisa euforia.
“Kami berharap seluruh tim memberikan penampilan terbaik pada pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Mengapa harus buru-buru fokus? Karena tantangan di depan mata sudah tidak main-main. Sangat berat.
Di Babak 32 Besar nanti, Persikoba masuk ke dalam Grup W. Isinya mengerikan: Persepam Pamekasan, Persemay Maybrat, dan Persigar Garut.
Nama pertama jelas jadi sorotan utama. Persepam Pamekasan. Skuad asal Madura ini lolos ke 32 besar dengan catatan sempurna: menyapu bersih tiga laga di Grup O dengan sembilan poin. Gila.
Persepam bukan tim kemarin sore. Mereka punya tradisi panjang di sepak bola nasional. Lebih ngeri lagi, mereka datang ke kompetisi ini dengan status mentereng: juara Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Jelas, mereka adalah calon kuat jawara Grup W.
Lalu bagaimana dengan dua lawan lainnya? Sama-sama tidak bisa diremehkan.
Ada Persemay Maybrat. Mereka lolos sebagai runner-up Grup P dengan tiga poin. Wakil Papua Barat Daya ini terbukti punya kejutan khas tim Indonesia Timur. Mereka berpotensi menjadi kuda hitam yang siap menjegal siapa saja.
Satu lagi: Persigar Garut. Skuad asal Jawa Barat ini mengunci posisi runner-up Grup N dengan modal empat poin. Persigar dikenal punya kedalaman skuad yang sangat merata. Kolektivitas mereka berbahaya.
Melihat peta itu, persaingan di Grup W diprediksi bakal seketat kompetisi kasta tertinggi. Semua tim punya peluang yang sama untuk berebut tiket ke Babak 16 Besar.
Untungnya, ada satu keuntungan besar bagi Laskar Elang Putih.
Seluruh pertandingan Grup W akan dipusatkan di tempat sendiri: Stadion Brantas, Kota Batu. Waktunya mepet, mulai 9 hingga 16 Juni mendatang. Formatnya kejam: single round robin. Sekali terpeleset, habis.
Jadwal yang padat ini akan menguras fisik. Konsistensi permainan menjadi kunci utama.
Di sinilah status tuan rumah harus dimanfaatkan. Rumput Stadion Brantas adalah sahabat mereka. Dukungan ribuan Aremania dan publik Batu harus diubah menjadi energi tambahan di lapangan. Modal juara Grup M harus ditransformasikan menjadi rasa percaya diri, bukan keangkuhan.
Heli Suyanto tidak mau muluk-muluk menetapkan strategi, tapi targetnya tegas. “Targetnya sudah pasti yang terbaik. Bisa meraih poin penuh di tiap pertandingan dan lolos ke fase berikutnya,” pungkas Heli.
Grup neraka sudah menanti di Stadion Brantas. Mari kita lihat, seberapa tinggi Elang Putih dari Batu ini bisa mengepakkan sayapnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




